Saturday, August 22, 2015

Chicago

Sekitar 6 tahun yang lalu saya memimpikan kuliah di Melbourne, Australia. Ketika Tuhan memberikan saya kesempatan berkunjung ke Melbourne tahun 2013 yang lalu, saya berpikir, "Ah, biasa saja, tidak seindah di iklan"

Tahun lalu, saya ingin kuliah di UK. Tetapi, takdir berkata lain, dari "K" berubah jadi "S", US. Disini lah saya, di Chicago. 17 Agustus 2015, dari Indonesia saya hijrah ke Chicago. Saya sedikit tersenyum. Ambigu rasanya. Dari pedalaman sebuah kabupaten di Kalimantan sana, saya menata hidup baru di kota besar kelas dunia. Mau tau apa yang saya rasakan? Jawabnya sederhana : biasa saja.

Tuhan selalu mengambil peranan. Waktu 6 tahun banyak mengubah segalanya, mengantarkan saya kebanyak kota dibelahan dunia. Mengantarkan saya pada saat ini di Chicago. Mempersiapkan karakter saya untuk kisah yang saya hadapi di Amerika ini. Pada bagian ini, saya lebih dewasa dan siap.

Tantangan pertama saya, saya sangat kesulitan tidur. Sekarang pukul 3 dini hari. Saya tidak bisa tidur, saya masih jetleg. Padahal sudah hampir seminggu saya disini.

Sulit rasanya untuk tidak diusik oleh pemikiran akan rencana saya 2 tahun mendatang. Kemudian, saya menata otak dan hati lagi. Saya ingin menjalani waktu sana disini sebaik mungkin, mempersiapkan diri akan segala kemungkinan dan peluang dimasa mendatang. Tidak ada yang ambisius. Hanya ingin bisa bertahan hidup dan bahagia. Itu sudah cukup.

Selengkapnya...