Monday, June 2, 2014

Vurnerable

Sepotong Angin bertemu dengan seorang pengembara di jalan ramai kota New York pada musim dingin. Sepotong Angin ini menjual potongan musim semi. "Halo pengembara tampan" katanya penuh dengan godaan. "Aku punya musim semi yang baru, aku yakin kamu pasti suka!" si Pengembara terpesona dengan lembutnya Sepotong Angin dan musim semi yang ditawarkannya. "Baiklah" katanya. "Bawalah potongan musim semi itu pada saat bintang bersinar di hamparan padang rumput dibelakang bukit tempat para dewi bersembunyi. Aku akan membelinya"

Bintang bersinar terang kala itu, Sepotong Angin datang ketempat perjanjian dengan mengendarai iring-iringan awan. si Pengembara sudah ada disana. Mereka bertukar musim semi dengan kepingan logam. "Kau tahu" ujar si sepotong angin, "aku melihatmu, tertawa. tapi kenapa kamu terlihat sedih? kau sudah memiliki musim semi" si penggambara diam. sepotong angin tidak bisa berhenti, "kenapa?"

Si Pengembara memandangi iring-iringan awan yang dibawa sepotong angin, "akan ada badai" kata si Pengembara dalam hati. "Aku tidak tahu" menjawab sepotong angin, si pengembara menarik nafasnya sejenak, "mungkin saat aku berhenti membeli musim semi kita akan tahu."

Sepotong angin berkata bahwa dia akan pergi ke utara, dan si pengembara akan pergi ke selatan. si Pengembara ingin menahan Sepotong Angin yang berhembus lembut, tapi dia tahu, akan ada badai jika dia menahannya. badai yang dapat menghancurkannya kembali menyisakan lubang menganga karena hasrat yang tidak bijaksana.

Meninggalkan si Pengembara yang vurnerable, Sepotong Angin tersenyum. Ah aku punya 4 musim katanya dalam hati, aku tidak membutuhkan pengembara di musim-musimku.

Membenarkan letak tas di pundaknya, malam akan berakhir batin si Pengembara, dia menulis kertas kecil untuk dia selipkan sebagai catatan ;

"Kadang, ada hal manis yang tidak bisa bertahan, mungkin karena belum pernah teruji  atau memang tidak ada jalan untuk di uji dalam  dengan kepahitan..."

Related Post



No comments:

Post a Comment