Saturday, May 17, 2014

Where Does the Good Go?

Menikah bukan sebuah momok yang berat dan membebani bagi saya. saya lelaki sederhana, yang tidak membayangkan sebuah pernikahan yang agung dengan pasangan yang luar biasa. Yang ada dalam pikiran saya adalah, jika saya menikah, katakan lah dalam waktu dekat, maka saya akan bahagia. Semua pertualangan saya sebagai lelaki bujang akan selesai dan memasuki kehidupan sebagai lelaki yang berkeluarga.

Hanya saja, ketika nanti hidup berkeluarga saya menghantam titik yang paling bawah, yang saya khawatirkan adalah, saya menyesali sesuatu yang tidak saya selesaikan, tidak saya perjuangan maksimal dibatas kemampuan saya.


Tapi bisa jadi, kalaupun itu terjadi, ada hal lain yang menutupi semua penyesalan saya, anak mungkin. kehidupan berkeluarga yang indah mungkin.

Diam-diam, saya khawatir, bahwa saya tidak akan bisa beristirahat dengan tenang, jika saya tidak mendapatkan apa yang saya perjuangkan 4 tahun lalu. Ketika saya menyusuri ruang mimpi saya, ketika saya berkeinginan untuk kuliah keluarga negeri.

Hey, apakah nanti kuliah diluar negeri saya akan memiliki kehidupan yang lebih baik? saya akan menjadi pribadi yang lebih baik? ah pintar sekali pertanyaan ini.

Tentu saya tidak tahu.

Saya percaya, apapun yang terjadi, itu sudah tertuliskan. Kita sebagai manusia, hanya bisa ngotot dalam berusaha. Ketika itu sudah maksimal, apapun hasilnya, itu sudah dituliskan. di tahap ini, saya adalah lelaki yang tidak suka memaksakan sesuatu. Saya tidak pernah memaksa mengejar jabatan, saya tidak pernah memaksa mengejar karir, saya tidak pernah memaksa untuk dicintai orang. saya adalah lelaki biasa, dengan mimpi yang semua tentang saya. tidak berambisi mengubah dunia atau lingkungan saya.

Kadang-kadang, ada sesuatu harapan dan mimpi kita yang bertahan selamanya, menjadi bagian dari kita. Saya suka tidak percaya dengan pola signature saya diatas kertas. sesuatu yang lucu, yang saya mulai ketika saya duduk dikelas 1 SMA. Saya belum tahu apakah saya akan mengubahnya nanti, karena akhirnya itu menjadi bagian dari diri saya.

Related Post



No comments:

Post a Comment