Saturday, April 13, 2013

Once Upon a Time in Hong Kong

(creadit photo by JS)
Hong Kong, April 11th 2013

Sebenarnya kaki terasa mau lepas karena di pagi harinya hiking habis-habisan di Lamma Islands, dan dilanjutkan dengan menonton Parade dan memutari Disneyland, sepulangnya ke Hostel, terpincang-pincang, menuju kamar dorm tempat saya tidur, berniat untuk ganti baju. room-2 dari 3 room, didepannya ada tempat berkumpul. nah, ketika melewati tempat berkumpul ini, para penghuni lagi mengobrol, dan setengah mengerutkan dahi, tatapan saya terhenti di objek yang memakai baju pink dengan rambut yang pirang lurus dan manis. eh!

Saya hanya melirik, dan masuk ke kamar dorm saya, melirik kembali. karena tidak yakin dengan saya liat, saya bolak-balik di depan ruang santai tersebut, seperti gosokan. I admit it, dalam pergaulan saya yang sempit ini, si baju pink ini, adalah the most beautiful creatures yang pernah saya lihat secara langsung.

Kemudian saya pikir, cukup sudah saya melirik, cukup sudah saya mencuri-curi pandang, saatnya saya kembali ke tujuan saya, mandi dan tidur malam. sudah jam 11 malam soalnya. saya menuju ruang resepsionist yang berada di pojokan di samping pintu masuk.

"Where is Yen?" saya bertanya ke si resepsionist, kemudian saya mendengar suara tawa ramah, tepat di belakang saya, dia si baju pink, entah kenapa saya ikut tertawa, sepertinya dia menertawakan saya atau kenapa, dan saya menyenggol tangan dia. mata dia berbicara ramah.

Berhubung kamar mandi cuman ada 2 di hostel tersebut, sementara menunggu antrian, saya mengobrol dengan dia. hal yang pertama kali saya komentari adalah, "you look so young, are you still in collage?" dan dia hanya tertawa, "tidak, saya sudah bekerja"

Jam 1 malam, saya baru tidur, sebelum saya tidur, saya menulis sesuatu di potongan kertas kecil.
...
Pagi harinya, saya bangun pagi dan berkemas, ketika ke ruang tamu, tempat berkumpul, salah satu penghuni hostel tersebut, saya tidak tahu namanya, hanya tau asalnya dari New York, tidur nyenyak di sofa. si baju pink sedang sarapan. saya mandi. sekitar jam 9 pagi, semua sudah beres. Kemudian saya mendengar si Baju Pink menanyakan Yen, tempat shuttle bus yang menuju Bandara, dia sudah pulang ke Rusia ternyata, pesawatnya jam 11 pagi.

Berpikir saya tidak akan bisa melihat dia lagi, saya mengatakan ke Yen, kalau saya juga ingin menuju bandara, padahal pesawat saya masih jam 9 malam.

Yen mengantar kami ke shuttle bus, di pinggir jalan Hennessy Road. berbicara sebentar dan say good bye, Yen kemudian meninggalkan kami berdua.

Pagi yang dingin dan berangin di Hong Kong, jam 8.30 pagi.

Saya tidak tahu, seperti ada yang yang mengganjal didada saya, terasa berat dan tidak menyenangkan, berdiri berdua dengan si Baju Pink menunggu bus, mengobrol yang sudah menuju area pribadi, tentang keluarga, tentang rencana di masa depan. Dia meminta nama lengkap saya, alamat email saya. si Baju Pink menatap mata saya, menantang untuk bertatapan langsung selama obrolan, dan anehnya, saya sama sekali tidak berani menatap mata dia, wajah dia. Saya tidak ingin dia tahu apa yang saya pikirkan, apa yang ada di hati saya, dilain hal saya ingin dia mengetahui dia. jadilah saya pengecut tolol.

Kemudian bus no.78 yang menuju ke bandara sudah terlihat, akhirnya, tak tahan saya berkata, "Do you want to kiss me? Because I'm not going to Airport right now"

Dia tersenyum dan menjawab, "Not here"

Ketika dia naik ke Bus, saya memberikan note yang saya tulis sebelumnya.

"I think I'm falling in love with you, you're the nicest and the beautiful person I've ever met in my life"

Kemudian bus dia berangkat, saya berjalan ke arah yang berlawanan dengan bus dia, dengan tas rensel berat saya.
...

Borneo, Indonesia ; April 13th 2013

Pagi tadi, saya mengontak hostel tempat saya menginap untuk meminta alamat email si Baju Pink, saya sudah kalah dalam permainan saya. saya sudah bertaruh dengan diri saya sebelumnya, jika dia juga mempunyai perasaan spesial terhadap saya, dia akan mengontak saya melalui email, karena dia memiliki alamat email saya.

Pihak hostel mengirimkan alamat email dia, yang kemudian saya search di Facebook, mengirimi dia pesan. tapi tidak ada jawaban, lalu kemudian saya menulis sebuah email,

subject : Telling you I'm sorry

I asked our Hostel to give your email address this morning, I'm in Indonesia now. I already sent you messagge on FB. and, it sounds I'm stalking you, right? apologize if this is disturbing you.

All I want to say is, I'm sorry about my little note that I gave to you, It ruined everything I guess, I'm sorry because I'm with my stupid feeling, saying "I think I'm falling in love with you!" that's just stupid and moron. I shouldn't have written something like that. that's unrealistic words to say. I really want to blame Hong Kong that made me writting those things.

Again, I'm sorry.
Regards,

JS

Dan tetap tidak ada jawaban. Saya benar-benar sudah melanggar semua aturan yang sudah saya susun sebelumnya. tetapi sebagai laki-laki, tugas saya adalah mengejar sesuatu yang saya pikir saya sukai. saya sudah melakukannya, sekalipun hasilnya tidak seperti yang saya harapkan, setidaknya saya sudah mencoba.

Dan potongan cerita singkat yang hanya tidak lebih 15 menit di pinggiran jalan di Wan Chai Hong Kong, di pagi hari yang dingin tersebut. yang di penuhi senyuman dan tatapan manis dari-nya, akan hidup dalam nafas saya, dan saya kira, akan berada dalam sepanjang hidup saya.

Perjalanan saya ke Hong Kong, meski singkat tetapi penuh, pertualangan, kasih ibu di subway, hingga kisah sepenggal rasa yang terasa manis dan sedikit menggigit dibagian akhirnya.

Tidak ada penyesalan sama sekali,

saya sedang menjalani kisah hidup saya,











April 13th, 2013. Tanjung Redeb



Related Post



No comments:

Post a Comment