Thursday, July 5, 2012

saveOurCulture(FB Banner)



TEPIAN SANGGAM, TANJUNG REDEB, BERAU
KALTIM
77311

Selengkapnya...

The thing is...

Funny how even the dearest face will fade away in time, but most clearly I remember your eyes with a sort of teasing smile in them, and the feeling of that soft spot just northeast of the corner of your mouth.

-the letter written LH to ER

Hal itu adalah.... kita tidak tahu kapan badai datang menyapa kita, kita tidak tahu sekencang apa badainya dan dampaknya bagi bangunan diri kita akan seperti apa. kita tidak pernah tahu.

Bahkan ketika kita sedang asyik bersiul-siul, memejamkan mata menikmati hidup, ada hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya, datang begitu saja, mengusik dengan santainya se-akan, "you're nothing. you can control nothing"

dan ya, pertahanan manusia yang kuat adalah, menerima. saat badai datang dan menghancuran segalanya, tidak ada ratapan, hanya menerima, memperbaiki dan bergerak maju. kita sangat rapuh, mudah berubah dan kehidupan sangat sulit di prediksi. dan sikap yang paling bisa diandalkan dalam segala kondisi kita adalah, kesabaran, keikhlasan dan kebesaran hati untuk mau terus maju dan belajar.

mungkin ini kedengaran ironi, mengingat bagaimana saya bisa bertahan pada saat ini. mengingat kehidupan saya sangat jauh dari sempurna. mengingat saya bukan semenuhnya orang yang hebat dalam bersabar. mengingat betapa terlihat tololnya saya ketika badai datang kepada saya.

tapi kemudian, semua terasa ringan dan melegakan karena saya selalu tahu cara untuk "melepaskan" dan "membiarkan pergi segala sesuatunya"

hhhhh.







5/7
Selengkapnya...