Tuesday, March 6, 2012

oh God, So frustrated I could cry.



Ketika kita bertanya "Kenapa" artinya ada hal yang ingin kita pahami, tetapi belum bisa kita pahami. WOW, sangat tidak menyenangkan rasanya, sangat menganggu. Tidak ada yang bisa disalahkan selain SAYA, dalam kasus ini. Jadi saya berani bilang kalau saya bertanggung jawab untuk hal-hal yang ini. Saya ingin memberikan detail tentang apa yang sudah terjadi, tetapi saya rasa, sangat tidak mungkin saya menuliskannya disini. lagian, siapa juga coba yang tertarik dan mau baca. LOL

Jadilah saya seperti seorang idiot

dan berpura-pura kalau semua berjalan lancar, terkendali. what did I do?

Apalagi yang bisa saya berikan? keikhlasan, kepasrahan. Apalagi yang bisa saya lakukan? NOTHING. berdoa? ya berdoa, mengingat saya jauh dengan Tuhan akhir-akhir ini, masihkah saya punya muka untuk berdoa? ya masih. selama kita masih bernafas, Tuhan selalu mendengarkan umat-Nya. Iya kan?

Jika sebuah rencana yang kita susun kacau berantakan, bukan masalah kita malu atau kecewa karena telah terjatuh dan gagal melainkan pada hal yang disebut 'hancurnya kepercayaan diri'. Oh God, saya pernah melihat tatapan mata seseorang yang mimpinya hancur, saya mengingat sekali sinar mata itu, tidak ada lagi sorot mimpi, tidak ada lagi kata-kata yang berani. hanya kepasrahan dalam menjalani hidup. Jika sorot mata itu ada dimata saya, di sinar mata saya, maka, yakin lah, tidak ada lagi yang tersisa dari saya.

Tidak mudah untuk memiliki keberanian untuk menyusun sesuatu. Jika kita jatuh sekali, kita masih bisa bangun dengan mudah, 2,3,4,5,6 kali, kita jatuh dan jatuh lagi, kita mungkin masih bisa bangun dan bertahan tapi lihat lah, tak akan ada lagi yang bertahan dan bilang, "You still can do it!" kau hanya akan mendengar, "Just forget it!" itu mungkin sebuah kata yang paling menyakitkan dan hal yang paling menyakitkan lagi saat kita mengetahui bahwa tidak ada lagi yang mempercayai kita kalau kita bisa mendapatkan yang kita inginkan, impikan. tengok lah, siapa yang bisa bertahan.

Kita ditertawakan oleh realita, orang menampar kita tentang fakta-fakta yang tidak akan bisa ditembus dalam sebuah realita. dan saat kita sendiri, entah lagi minum kopi, dudu dibawah pohon atau dalam perjalan mengendarai motor, kita menyadari, kita menoleh sekeliling, kita dipagari oleh realita yang sangat tinggi, bahkan tangan kita kurang panjang dan akan lelah untuk menggapai tepinya.

I wrote on Twitter, "oh God, So frustrated I could cry."


Sulit mengakui kalau saya ingin tertawa dan menitikkan air mata disaat yang bersamaan. boys dont cry, right? Saya berharap terlahir dengan sederhana, hidup dengan sederhana, punya perjalanan hidup yang sederhana, punya keinginan yang sederhana..








Rolling In the Deep/12

Related Post



No comments:

Post a Comment