Friday, January 6, 2012

Iri Hati

Kadang-kadang kita terlalu tinggi menilai diri kita sendiri sehingga hasilnya adalah, apa yg bisa kita lihat hanyalah kesalahan orang lain saja atau kekurangan orang lain saja. Saya rasa, hanya sedikit orang yg memiliki 'kemampuan' istimewa : sikap yg selalu bisa melihat kebaikan orang lain, sebab yang ada dalam masyarakat kita adalah sebaliknya.

Yang menjadi pertanyaan saya belakangan ini adalah, "Kenapa orang begitu gampang iri hati?" ya memang, kadang sangat sulit memposisikan diri saat hal yang kita benar-benar inginkan tiba-tiba bisa didapatkan dengan mudah orang lain yang padahal, kita menganggap, penilaian kita menilai, 'orang tersebut tidak pantas mendapatkannya'

Dalam situasi ini, Mario Teguh pasti punya banyak kata-kata indah, hangat dan intim dalam untaian 'golden' nasehat



Kalau misalnya dalam tulisan ngasal ini saya bertindak seolah-olah jadi Mario Teguh maka kalimat nasehat saya akan berbunyi, "wahai jiwa-jiwa super yang bebas, indah dan bijaksana, jatuhkan saja lah rasa iri hati tersebut, tariklah nafas anda dalam-dalam kemudian hembuskan lah pelan-pelan sebagai simbolis keikhlasan anda terhadap sesuatu yg mungkin belum untuk anda"

Nah itu lah dari saya, sebuah sabda untaian kumpulan dari gaya Mario Teguh The Golden Ways, Khalil Gibran dan Intruksi Pelatih Yoga

Nikmatilah hidup, berkaca lah dari keberanian bermimpi dan mempercayai diri sendiri tanpa harus mengukur segala sesuatunya dari perbandingan dan definisi pandangan masyarakat. Sebab hanya dengan mendengar bisikan orang-orang, itu sebuah nyanyian ketidak puasan tiada akhir, dan kita tidak akan pernah merasa cukup

saya yakin, seseorang tidak akan bisa hidup bahagia dan ketenangan hidup, jika dia tidak belajar keras untuk merasa 'cukup'




*foto : Luke MacFarlane - Scotty B&S



Related Post



No comments:

Post a Comment