Wednesday, August 31, 2011

INCENDIES (2010)





"You know, sometimes it is better perhaps... do not know everything.!" (Incendies)

Directed by. Denis Villeneuve
Starring
Lubna Azabal
Mélissa Désormeaux-Poulin
Maxim Gaudette
Running time. 131 minutes
Country. Canada
Language. French & Arabic

Saudara kembar Jeanne Marwan dan Simon Marwan sepeninggalan surat wasiat ibunya, Nawal Marwan yang meminta mereka berdua untuk menemukan Ayah dan saudara mereka dimasa lalu yang tidak diketahui Jeanne Marwan dan Simon Marwan. jika mereka tidak berhasil menemukan, disurat wasiat yang lain, sang ibu menuliskan :

"Bury me without a coffin, naked, And''without prayers, Faces turned towards the ground, face first against the world. Peter and epitaph. No stone will be
placed on my grave. And my name engraved nowhere. No epitaph for those who do
not keep their promises.."


Dalam usaha menemukan ayah dan saudaranya yang lain, Jeanne melakukan perjelanan ke Timur tengah, melintasi negara untuk mengetahu masa lalu ibunya yang selama ini tidak dia ketahui. Ketika mememukan fakta bahwa Nawal Marwan pernah di perkoasa dimasa tahanannya selama 15 tahun di penjara Kfar Ryat, Jeanne menelpon saudara kembarnya Simon untuk datang menemuinya, menghadapi fakta bahwa Ibunya adalah seorang pembunuh tokoh Nasionalis, dan di cap pengkhianat oleh kaum Kristiani.

TENGGELAM DIDALAM 'INCENDIES'

Ketika Jeanne menyusuri kisah hidupnya, sedikit demi sedikit kita dibawa tenggelam oleh kehidupan Nawal Marwan. dimulai kisah pelarian yang gagal yang membuat kekasihnya Wahab di bunuh, meninggalkan dia yang sedang hamil dengan anak yang membuat penyesalan yang menghantui sepanjang hidupnya. Kita juga dihantarkan pada sisi revolusioner dari Nawal yang membentuk karakternya keras pada masa di era perang Timur Tengah.

Kisah Incendies merupakan catatan hidup seorang Ibu yang pernah meninggalkan anaknya, seorang wanita yang pernah diperkoasa di penjara yang membuatnya hamil untuk kedua kalinya. Nawal Maryam mempunyai hidup yang tidak biasa, yang pada akhirnya, dia ditenggalamkan oleh fakta dari 'permainan' hidup yang dimilikinya.

Dan Jeanne dan Simon, harus terseret dalam kisah lain, fakta yang terpaksa mereka tanggung dalam kisah tragedi sang Ibu. "You know, sometimes it is better perhaps... do not know everything.!"

Film Kanada dengan bahasa Francis dan Arab ini menghadirkan kisah yang dibungkus indah dengan kebudayaan Middle East, keapikan cara sutradara bertutur, akting yang kuat dan view yang tajam membuat film ini masuk nominasi film berbahasa asing terbaik di ajang Oscar dan Golden Globe 2011.
Selengkapnya...

Tuesday, August 30, 2011

Lebaran kali ini...

Beberapa teman menanyakan keberadaan saya, saya jawab singkat, saya dipertapaan. tidak kemana-mana.

Lebaran kali ini menambah daftar lebaran yang 'biasa-biasa' saja bagi saya. maybe because I'm alone jadi merasa, nothing special. tidak ada yang istimewa. tahun ini, 1932 H, kesibukan saya yang paling utama adalah membeli TV baru (hahahaha), memesan kue lebaran, membeli minuman untuk para tamu. sibuk menghubungi kakak-kakak saya mengenai hal-hal yang saya butuhkan.

Malam lebaran, tepatnya sebelum saya menulisi ini. Saya sempat keluar kost, berdiri sejenak didepan teras lantai 2 kamar saya. memandang muara gang yang rame dipenuhi penonton yang mau

melihat parade takbiran. ya, kenapa saya tidak ikut melihat, mungkin saja ada yang menarik.

setelah mengganti celana kolor menjadi celana setengah tiang, saya turun dari kost. berjalan kemulut gang. melirik salah satu "my crush" yang juga lagi menonton (tapi saya enggan menyapa dia, hanya saya lirik saja). Parade-nya sangat biasa, tidak ada mobil hias. yang ada hanya orang joget-joget dengan music remix diatas truk atau mobil pack-up. tidak sampai 15 menit, ditambah mendengar anak Jakarta disamping saya membicarakan mengenai harga tiket pesawat. saya menjadi tambah bosen.

Cuaca bener-bener dingin, mungkin pengaruh hujan. mungkin juga cuaca lebaran kali ini ingin menandingi natal diluar negeri saya yang dipenuhi salju (tapi, tidak ada salju untuk Indonesia, anak TK tau itu)
Selengkapnya...

Sunday, August 28, 2011

Confessions (告白, Kokuhaku)


"The weak will always hurt those weaker than them." - Moriguchi

Yuko Moriguchi (Takako Matsu), Seorang guru SMP, anaknya Manami lahir dari pasangan yang tidak sempat dinikahinya karena menderita HIV. Dihari dimana Moriguchi akan berhenti mengajar, dia memberi pelajaran yang terakhir untuk siswa dikelasnya. "LIFE". LIFE diajarkan oleh Moriguchi dengan cara yang keras. Dia menceritakan tentang kematian Manami, anaknya yang berumur 6 tahun, yang tenggelam dikolom renang sekolah. mati dibunuh oleh siswa yang berada dikelasnya. 2 siswa tersebut diberi nama "A" dan "B".

Manami died. But it was no accident. She was killed by students from this class. What is it that protects you? Your parents? Weapons? No, your strongest ally is... Juvenile law.Under Article 41 of the penal code, those under fourteen years of age...are not liable for their crimes. And cannot be punished for them. Isn't that lovely?

Moriguchi tidak bisa menyentuh A dan B karena mereka dibawah umur dan masih dilindungi oleh hukum Jepang, "Juvenile Law". berniat menuntut dendam, Moriguchi memberi tahukan bahwa susu yang diminum oleh A dan B dikelasnya sudah Ia campuri dengan darah yang terkontaminasi HIV dari ayah Manami. Moriguchi, menginginkan, siswa dibawah umur yang membunuh anaknya, tidak hanya mati, dia menginginkan sebuah kematian yang menyakitkan dan perlahan.

Sebagai seorang siswa A, Shuya Watanabe yang merupakan salah satu pembunuh manami, mempunya kecerdasan diatas rata-rata. Dia mempermainkan siswa B, Naoki Shimomura, seorang siswa yang sering ditindas untuk mengikuti apa yang dia inginkan. Hal yang tidak disadari Shuya adalah Naoki lebih "berdarah dingin" dari yang dia kira.

Semenjak hari dimana Moriguchi mengatakan dendamnya, Naoki hancur. pada akhirnya dia membunuh Ibunya sendiri. disisi lain, Shuya mengetahui bahwa rencana Moriguchi tidak efektif, kandas ditengah jalan. dia tidak menderita HIV seperti yang direncanakan oleh Moriguchi. Shuya merancang untuk menghancurkan dirinya dengan teman-temannya.

DENDAM YANG TIDAK BISA TERPATAHKAN

Karakter dari Moriguchi adalah seorang wanita yang terlihat rapuh, berbicara pelan, datar dan terencana. diluar itu, dia merupakan sosok seorang wanita yang berkemauan kuat. Moriguchi mengesampingan semua pribadi lembutnya menjadi sebuah pribadi dingin dan tanpa ampun dalam rencana pembalasan dendamnya, "And just hearing 'HIV' sent them into a panic. A sea of confused, foolish faces. I lost my family. I won't forgive him."

tidak sekedar sebuah film psychological thriller, film ini juga mengandung unsur politik hukum yang bersifat dilema (Juvenile Law) yang terkesan mengganggap enteng pembunuhan anak dibawah umur, juga kritik budaya terhadap kondisi Jepang saat ini.

"This is my revenge. I have plunged you into the depths of hell. This is the first step toward your redemption.."

"Just messing with you."



Selengkapnya...

The Silence of the Lambs


"Well, Clarice - have the lambs stopped screaming? "

Clarice Starling (Jodie Foster) ditarik dari pelatihan nya di FBI Academy di Quantico, Virginia, oleh Jack Crawford (Glenn),the Bureau's Behavioral Science Unit. Dia ditugaskan dengan mewawancarai Hannibal Lecter (Hopkins), seorang psikiater yang dipenjarakan karena telah melakukan pembunuhan secara kanibalisme, percaya akan wawasan Lecter yang mungkin berguna dalam mengejar seorang Serial Killer yang dijuluki "Buffalo Bill" (Levine) yang telah membunuh lalu menguliti korbannya yang semuanya wanita.


Dalam usahanya dalam mengali informasi dan mempelajari karakteristik Bufallo Bill, Clarice berusaha mendapatkan kepercayaan dari raja manipulator pikiran Lecter. Disini, Lecter tidak ingin memberikan pengetahuan secara cuma-cuma kepada Clarice, dia menginginkan Clarice memberikan informasi tentang masa lalunya kepada Lecter.

"People will say we're in love. "

Tidak bisa di pungkiri, Hannibal Lecter mengagumi kecerdasaan si Agen Muda, Clarice. dia dapat melihat potensi dan pemahaman Clarice mengenai karakteristik. Lecter mulai memberi simpati kepada Clarice setelah melalui beberapa tes dialog "keras".

Hannibal Lecter: Now then, tell me. What did Miggs say to you? Multiple Miggs in the next cell. He hissed at you. What did he say?
Clarice Starling: He said, "I can smell your cunt."
Hannibal Lecter: I see. I myself cannot. You use Evian skin cream, and sometimes you wear L'Air du Temps, but not today.


Melalui pertanyaan diawal pertemuan mereka ini, Hecter menguji keteguhan pribadi Clarice. dan dalam langkah yang lebih maju lagi, Clarice memberikan klarifikasi ketajaman kata-kata dan analisisnya yang membuat Hecter memberi peluang lebih jauh lagi kepadanya.

Hannibal Lecter: Why do you think he removes their skins, Agent Starling?
Hannibal Lecter: Enthrall me with your acumen.
Clarice Starling: It excites him. Most serial killers keep some sort of trophies from their victims.
Hannibal Lecter: I didn't.
Clarice Starling: No. No, you ate yours.


"Look at it, Starling. Tell me what you see"

Sebagai seorang yang murni prikopat, Lecter sangat cerdas dalam "mempermainkan" orang lain. manajemen karakter Lecter disini terancang apik. dia dapat memilih korban dengan baik tanpa tergesa-gesa. Lecter satu langkah lebih maju dari Clarice, sebagai seorang psikopat yang berkerja dalam koridor yang dianggapnya "kesopanan" Lecter membentuk Clarice dengan baik karena Clarice mempunyai kreteria yang Lecter maksudkan.

Semua script dialog antara Lecter dan Clarice terancang sempurna, tidak ada kata atau kalimat yang sia-sia. mereka hanya bisa bertemu dalam kondisi tertentu dalam waktu-waktu yang singkat sehingga setiap kata-kata, konfrontasi diantara mereka menunjukkan kualitas kecerdasan dan maksud-maksud tertentu sesuai dengan kepentingan masing-masing.

Film ini merupakan salah satu film thriller terbaik yang pernah ada. kemungkinan Indonesia memerlukan 5 atau bahkan 10 dekade lagi untuk mampu membuat film secerdas dan "setangguh" film ini.
Selengkapnya...

Friday, August 26, 2011

WISHES


Logika saya bilang, hanya orang tolol yang mau re-write sebuah history. apalagi sejarah tentang ketololan, kesalahan. buang-buang waktu melakukan hal yang sama dan jatuh di lubang yang sama, seperti halnya keledai yang tidak bisa mengenali lubang, jatuh dilubang yang sama.

But hey, Jika urusan hati segampang urusan logika, hidup akan jauh lebih simpel, ngak banyak drama dan ya, jauh lebih santai dan ya(lagi) tidak ada banyak hal tolol yang bisa dilakukan. and yes (again?) saya tidak pernah berada diarus yang stabil. saya mengingat-ingat kembali, kapan terakhir kali saya berada di titik aman dalam hidup saya?


TIDAK PERNAH

Saya orang pesisir yang terbiasa melihat ombak, kedalaman lautan dan angin panas yang kemudian pindah kegunung, terbiasa dengan hutan dan binatang-binatang buas yang disembunyikan didalamnya dan hey, I tell you what, ini bukan metafor, ini fakta. Secara umum, saya aman, karena saya manusia beragama, tetapi secara pribadi, kepribadiaan, hey, tidak ada yang sempurna.

Ya, setiap orang punya masalah mereka masing-masing, but you know what, tingkat kesulitan permasalahan mereka berbeda, bentuk permasalahan mereka beda-beda, ada yang akibat kelakuan sendiri (koruptor contohnya) ada yang memang, BANG BANG, di lemparkan kediri mereka sebagai beban untuk merasakan penderitaan hidup. Kitab mana sih yang berisi bahwa manusia diciptakan untuk bersenang, manusia diciptakan untuk menghadapi sebuah ujian. jika kau salah satu orang yang beragama, kau pasti tau, bahwa ada yang namanya akhirat. dan saya berani berkata, 90% manusia didunia ini berpikir, Surga itu sulit didapatkan. admit it ya.

Bang, kayak letusan pistol, saya bertemu orang 11 tahun yang lalu, lalu Bang, tembakannya berbunyi lagi, saya melarikan diri dari orang ini 6 tahun yang lalu karena saya tahu bahwa "semua sudah tidak mungkin" dan kemudian BANG (again) setahun yang lalu kembali bertemu dan BANG saya menyadari bahwa saya tidak bisa menyangkal ada yang tidak bisa berubah dari cara saya memandang manusia satu itu. dan BANG, ada fakta, sekalipun saya punya waktu 1000 tahun, 10.000 kali perpisahan, 100.000 pertemuan, konteks tidak akan berubah, "semua tidak mungkin", jika ada yang harus ada yang terjadi, mari, kita hapus bagian pertemuannya. saya tidak perlu bertemu dengan dia di waktu 11 tahun yang lalu, saya tidak perlu mengetahui bahwa ada banyak hal tolol yang akan terjadi.

Saya tidak mendambakan kesempurnaan, itu terlalu banyak untuk saya pinta. saya menginginkan, ada beberapa bagian dalam hidup yang bisa dihapuskan. hanya 3 bagian yang tidak lebih dari 3 jam dari beribu-ribu jam waktu hidup saya. saya ingin bagian 3 jam itu dihapuskan. saya rasa itu tidak terlalu banyak untuk di pinta.
Selengkapnya...

Saturday, August 20, 2011

Bruges





"It's a fairytale town, isn't it? How's a fairytale town not somebody's fucking thing?" begitu kan Harry mengenai Bruges difilm In Bruges yang diramaikan oleh Collin Farrel dan Ralph Fiennes tersebut. Nah, melihat landscape yang ditampilkan film tersebut membuat saya berpikir, wow, bagus sekali kota ini. memang terlihat seperti kota-kota dinegeri dongeng.




Brugge (bahasa Inggris: Bruges) adalah sebuah kota di Belgia. Kota ini memiliki penduduk sebanyak 117.327 orang (2005) dan luas daerah 138.40 km², dan setiap sudut dan bangunan kota berada di wilayah aliran sungai sehingga jika kita mau menuju suatu bagian atau bangunan kota kita harus menggunakan perahu atau kapal, itu menjadikan Brugge masuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.

mengetahui hal itu tersebut membuat saya berpikir, saya ingin kesana suatu hari nanti. saya ingin melihat dan mengetahui dongeng-dongeng tua didalam kota tersebut.



Selengkapnya...

Friday, August 19, 2011

Rangkaian

Tidak ada yang tahu betapa mudahnya kita terjatuh. seperti halnya kejadian yang menimpa saya, saya terjatuh, siku mencium aspal sampai lengan baju sobek menyobek. motor harus menjalani perawatan karena ada beberapa bagian yang bonyok.

Apakah saya mengira sebelumnya kalau akan terjatuh? of course not. saya tidak tahu. terjadi begitu saja. ketika saya sudah berbaring di atas aspal berbatu baru saya sadar, "aku jatuh!" begitu cepat, terjadi begitu saja. seperti Tuhan sedang bersiul dan angin dari nafas-Nya menghantam sisi kanan saya dan ya, Saya terjatuh.


Sebelum saya terjatuh, memang kondisi saya sedang sedikit mengantuk. agak lemas dan banyak pikiran. saya sedang memikirkan ada beberapa hal yang baru saja menimpa saya. memikirkan tentang cara bijak dalam menghadapi seseorang.

Sehabis tragedi jatuh tersebut, saya di telpon oleh teman lama, dia ingin bertemu dengan saya. mungkin ada sekitar lebih 4/5 tahun tidak ketemu. dan ketika bertemu, saya sambil menahan rasa sakit habis terjatuh, membicarakan tentang status sosial. dia berkata, 'kenapa orang-orang beranggapan aku high-class' saya mengatakan 'ya, kau memang terlihat high class' dan kami membicarakan tentang kelas-kelas sosial. dan kami mengakui dari kelas mana kami berasal, 'saya pikir kau memang tergolong high-class' kata saya. 'alm. bapakmu dulu kan pernah menjabat jadi ketua DPRD' dia diam. saya melanjutkan kata-kata saya, 'kita tidak bisa menaiki kelas atau turun kelas sepertinya, karena blood will tell' dan bla-bla-bla yang lainnya.

Sorenya, saya yang sedang memandangi motor Vi-xion saya yang timpang-timpang didatangi seorang stranger (ah tentu ngak total stranger lah, saya pernah bertegur sapa dengannya sebelumnya). kami berbicara banyak hal, mengenai motor, mengenai mesin, mengenai tangki motor sampai pada mengenai beasiswa untuk lanjut kuliah dan jarak tempuh Bandung - Jakarta. dan hal yang membuat saya jengkel, ketika malamnya, orang ini masuk kedalam mimpi saya. bangun tidur saya menjadi jengkel, 'segampang itu seseorang masuk tanpa sebuah rencana kedalam tidur malam saya' sepertinya saya murahan sekali.

Dan hari ini, puncak dari melankoli saya, tentang jatuh dari motor, bertemu teman lama yang dulu sangat perhatian sekali sama saya, bertemu good looking stranger, saya duduk di tepi sungai, tepian orang daerah sini menyebutnya. menunggu berbuka puasa ditemani oleh angin yang cukup kuat. memandangi sungai seluas 200-an meter lebarnya yang mulai pasang. memandangi boat-boat yang mengantar para pekerja perusahaan yg pulang dari site. memandangi ponton-ponton yang berisi tumpukan batu bara yang menggunung.

tiba-tiba saja, saya mulai merasa lelah karena banyak menghabiskan waktu sendirian. saya menginginkan seseorang.
Selengkapnya...

Wednesday, August 17, 2011

Redemption

All was well until A little drama showed up then rock my life now. dan tentunya ada harga yang harus saya pertimbangkan. Kadang, ada masalah-masalah tertentu yang terjadi begitu saja. ah, omong kosong kalau saya bilang terjadi begitu saja, pasti ada faktor yang nge-push, yang mendorong masalah itu muncul ke permukaan.



I'm fucking selfish jerk, bastard, whatever you like to call it. but I deserve it. I really want to take that chance, be part in that stupid problem but considering about what happen next and this is not my game (remember I'm old). yep, I think, maybe, I'll back-off finally.

I want little talk sometimes but I know, jika saya masuk dalam sebuah pembicaraan, sepertinya tidak akan menyelesaikan sebuah masalah, hanya menambah sebuah drama tambahan yang bikin rumit keadaan. jika saya ingin keluar dari sebuah masalah, biasanya saya diam. do nothing then the problem will end with its own ways.

I'm done with this thing. I dont want to play anymore.
Selengkapnya...

In a Better World (FILM) 2010


In a Better World (Original title: Hævnen)

"You killed him because you're such a spoiled, little brat who thinks he can control other peoples' lives."

Directed by Susanne Bier
Produced by Sisse Graum Jørgensen
Written by Susanne Bier & Anders Thomas Jensen
Starring
Mikael Persbrandt
Trine Dyrholm
Ulrich Thomsen
William Jøhnk Nielsen
Markus Rygaard
Running time 113 minutes
Release date(s)
26 August 2010 (2010-08-26) (Denmark)
1 April 2011 (2011-04-01) (USA)

PLOT

Anton (Mikael Persbrandt), seorang dokter Swedia yang bolak-balik dari rumahnya di Denmark dan bekerja di kamp pengungsi Sudan di Afrika. Pribadi Anton yang ramah disukai oleh pengungsi maupun anaknya Elias(Markus Rygaard), tetapi diluar pada itu, dia punya masalah dengan Istrinya, Marianne (Trine Dyrholm)yang juga seorang dokter. mereka tinggal secara terpisah dan dalam situasi di ujung tanduk perceraian.

Christian(William Jøhnk Nielsen, di bawah pindah oleh ayahnya Claus (Ulrich Thomsen)dari London ke Denmark setelah ibunya meninggal karena kanker otak.

Di sekolah baru, Christian berteman dengan Elias yang di ejek "Ratboy" Anak Tikus, si Gigi Tikus, karena dia keturunan Swedia. tidak suka dengan perlakuan terhadap Elias tersebut, Christian memukuli anak tersebut dengan pompa sepeda dan mengancam dengan pisau yang kemudian diberikannya kepada Elias.

Pribadi Christian yang keras dan pemarah terbentuk karena dia berpikir bahwa ayahnya lah yang menginginkan ibunya menyerah dari penyakit kankernya sehingga meninggal. Sikapnya yang tidak suka melihat perlakuan kasar dan sok berkuasa dari orang lain terhadap orang-orang di sekitarnya membawanya pada pristiwa perakitan bom untuk meledakkan mobil orang yang telah memukul Ayah Elias, Anton.

SEBUAH TRAGEDI & KRITIK SOSIAL

Di Kamp pengungsian Sudan, Afrika. Anton menghadapi masalah dengan sikap kejam komplotan yang suka membunuh para wanita dan suka membelah perut ibu yang hamil tua untuk dijadikan taruhan jenis kelamin apa anak yang sedang dikandung oleh ibu tersebut. Saat ketua komplotan tersebut datang meminta pertolongan mengenai kondisi kaki yang membusuk dideritanya, Anton mendapat protes dari penduduk Kamp karena memberi pertolongan.

dan tidak hanya anaknya, Elias, Anton juga mendapat perlakuan rasis dari perakuan masyarakat Denmark karena dia adalah orang Swedia. menjadikan film ini menjadi kritik sosial tersendiri dikalangan masyarakat Denmark.

ISTRI DAN SUAMI, AYAH DAN ANAK

Usaha Anton untuk membuat dunia lebih baik, dan berjuang untuk mendapatkan cinta istrinya kembali dan bagaimana usaha Claus untuk mendapatkan hati anaknya lagi, Christian menjadi tema utama film ini. Cara Anton berkomunikasi dan memberi penjelasan dengan anak-anaknya sangat menarik. misalnya bagaimana Ia menjelaskan kenapa Ia tidak melawan tindak kekerasan dengan kekerasan bukan karena dia pengecut, melainkan dia tidak menginginkan melawan orang "idiot" yang tidak akan ada habisnya.

THE EMOTIONAL SCENES (Spoilers)

Tanpa Christian perkirakan sebelumnya, mobil yang diledakkannya menghantam Elias dan membawanya masuk rumah sakit. mengetahui tindakan Christian tersebut, Marianne menekan Christian kedinding dengan emosional. dan berkata, "You killed him because you're such a spoiled, little brat who thinks he can control other peoples' lives."

kemudian scene yang mana Claus membangunkan anaknya, Christian, dan Christian memeluknya erat-erat menjadi kekuatan tersendiri di film ini.



"And Death gave back these treasures for a song.The nightingale sang on. It sang of the quiet churchyard, where white roses grow where the elderflowers make the air sweet, and where the grass is always green, wet with the tears of those, who are still alive. Death longed for his garden. Out through the windows drifted a cold gray mist as Death departed..'Thank you, thank you' the emperor said.'Little bird from Heaven, I know you of old. I banished you once from my land - and yet you have sung away the evil faces from my bed, - and Death from my heart. How can I repay you?' 'You have already rewarded me,'said the nightingale.'I brought tears to your eyes,
when first I sang for you. To the heart of a singer, those are more precious than any precious stone. But sleep now, and grow fresh and strong while I sing.'He sang until the emperor fell into a sound, refreshing sleep, - a sweet and soothing slumber." (Christian)
Selengkapnya...

ANIMAL KINGDOM (Film) 2010

"...It's a crazy fucking world!" (Andrew 'Pope' Cody: AK)

Animal Kingdom is a 2010 Australian crime drama written and directed by David Michôd, and starring Ben Mendelsohn, Joel Edgerton, Guy Pearce, Luke Ford, Sullivan Stapleton, Jacki Weaver and James Frecheville.

PLOT


Setelah ibunya mati karena overdosis Heroin, Josh yang berumur 17 tahun meminta neneknya, Janine datang untuk memberinya nasehat mengenai pemakaman dan kemudian Josh tinggal bersama Janine yang merupakan seorang pemimpin keluarga penjahat perampokan dan pengedar narkotika terkenal di Melbourne.

Putra tertua dari Janine, Andrew 'Pope" Cody, seorang perampok bersenjata yang bersembunyi dari kejaran para detektif. Sedangkan Putra tengahnya Craig Cody, bandar narkoba dan Darren, yang paling muda mengikuti semua yang diperintahkan saudaranya. Saat pertama Josh mengangkat senjata dengan ekpresi beku dan tangan bergetar ketika pamannya, Craig menyuruhnya menodongkan pistol kepada pemuda yang mengganggu mereka di jalanan.



Setelah Barry Brown(salah satu anggota kumpulan keluarga Cody) mati ditembak polisi. Pope membalas dendam dengan melibatkan saudara-saudaranya, dia menembak mati 2 polisi. setelah kasus penembakan polisi tersebut dan mereka ditahan dan introgasi, Pope mencurigai Craig karena telah berkhianat dan dia pun menyusun rencana untuk menyingkirkan adiknya tersebut. Craig mati dalam upaya melarikan diri dari polisi.

Kecurigaan Pope tambah berkembang, dia mencurigai kalau Josh muda yang dianggapnya lemah mentalnya akan membocorkan rahasianya kepolisi dan kasusnya akan terungkap. sasaran Pope selanjutnya adalah Nicole, yang dia bunuh melalui suntikan obat bius. Josh yang dibawah lindungan saksi dari kepolisian mulai merasa tidak aman.

PENGKHIANATAN DAN DENDAM


Josh, remaja pendiam yang dianggap paling lemah di kalangan keluarga Cody, mengetahui pacarnya Nicole di bunuh oleh pamannya, menyusun rencana untuk meloloskan diri dari belitan Pope. Karakter Josh yang mulanya bergetar menodongkan pistol menjadi pribadi yang nyaris tanpa rasa takut terhadap kematian ketika pistol ditodongkan kearahnya sehabis memberi kesaksian.

Janine yang lebih mementingkan anak daripada cucunya, merasa telah di khianati Josh, mengambil tindakan untuk membunuh Josh melalui tangan polisi yang korup. rencana tersebut gagal dan berbalik arah menjadi ajang balas dendam didalam Animal Kingdom.



"You know what the bush is about? It's about massive trees that have been standing there for thousands of years... and bugs that'll be dead before the minute's out. It's big trees and pissy little bugs. And everything knows its place in the scheme of things. Everything... everything sits in the order somewhere. Things survive because they're strong, and everything reaches an understanding. But not everything survives because it's strong. Some creatures are weak, but they survive because they're being protected by the strong for one reason or another. You may think that, because of the circles you move in or whatever, that you're one of the strong creatures, but you're not, you're one of the weak ones. That's nothing against you, you're just - you're just weak because you're young. But you've survied because you've been protected by the strong. But they're not strong anymore, and they're certainly not able to protect you. We're here because we know who you are and we know what you've done. Now, I know you feel like you're in a tough situation. But you have an out. There's nothing your uncles can do to squirm out of this one; Craig's learned that the hard way. But you're not like them. We can see that, and you know that. Now I know that they're saying to you that talking to me is betraying the family, but they've betrayed *you*. The fact that you're talking to me, the fact that you've been left to deal with us... is all the proof that you need. And you're in danger. Don't be confused about that. I think you know. And I think you know that I can help you. But I can't keep offering. You've gotta decide. You've gotta work out where you fit." (Leckie)
Selengkapnya...

Sunday, August 14, 2011

Everything's changed

"I remember being 13 years old, sitting in my room all night, listening to the same song over and over. I thought that if I could write something beautiful, something honest . maybe I could make someone love me." (IN THE LAND OF THE WOMAN)

"....It's just how I remember it. The trees, the river, everything. Like nothing's changed... not true of course. Everything's changed. Not the trees, not the river... not even me.. " (Hermione Granger - the Deathly Hallows – Part 1)

Ya, Everything's changed... Segalanya berubah, semuanya berubah. My power, my feel, my words, my head, my face, my everything. semuanya berubah. and there's the THING that kill my innocent. what's kind of thing? TIME. Anehnya semua perubahan yang terjadi seperti tidak ada garis batasnya. hanya terjadi begitu saja. dan ketika aku berusaha mengingat, mati-matian mengingat, sepertinya itu sudah lama sekali. seperti sudah terjadi ratusan tahun yang lalu hal terakhir dimana aku bisa melihat "aku" yang dulu. seperti aku sudah pernah hidup berkali-kali. seperti tertidur dalam waktu yang panjang dan tiba-tiba terbangun dan masa lalu itu seperti hanya sebuah mimpi yang tidak pernah benar-benar terjadi...



Ketika aku masih muda, ya, seperti halnya anak baru gede lainnya. aku suka permainan, tantangan, kemewahan kata-kata, kebohongan yang menarik dan cerita yang penuh dengan kemegahan. Tidak penting apa yang terjadi kedepannya, yang penting saat terjadi ya terjadilah, itu lah yang di pikirkan oleh saya diusia muda. sehingga kebenaran yang dulu saya pikirkan tak lain hanya lah rangkaian ketololan. aku benar-benar tidak mengerti apa-apa.

Semua bisa berubah memang, kelembutan hati bisa menjadi "hati batu" kata orang. kejadian dalam hidup yang membuat orang sulit mengingat atau melupakan. beberapa hal yang terjadi juga kadang menjadi tamparan yang membuat garis baru yang tidak bisa dikenali dari karakter kita yang sebelumnya. meninggalkan banyak hal. hal-hal berubah karena hidup berubah, dan kita, aku, saya, ingin bertahan.

Saya tidak terlalu lagi mengenali kemewahan cinta yang dulu, atau cahaya persahabatan yang pernah menyilaukan mata saya, itu seperti menjadi bagian omong kosong yang dinyanyikan oleh anak-anak ABG.

Mungkin, episode yang bercerita seperti ini, juga akan ada akhirnya yang mana pada bagian endingnya, mungkin, bisa jadi, saya malu karena pernah menuliskan hal ini.

Tidak ada yang bisa menghindari sebuah perubahan kan....
Selengkapnya...

Harry and Hermione



Selengkapnya...

Been there

I remember being 13 years old, sitting in my room all night, listening to the same song over and over. I thought that if I could write something beautiful, something honest . maybe I could make someone love me. (ITLOTW)




Selengkapnya...

Snow on Sahara

“si la poussiere emporte tes reves de lumiere
Je serai ta lune, ton repere
Et si le soleil nous brule
Je pierai qui tu voudras
Pour que tombe la neigi au Sahara…”


Jika harapanmu hancur berkeping-keping
Aku akan menjadi bulan yang akan menerangi jalanmu
Matahari bisa membutakan matamu
Aku akan berdoa pada langit
Agar salju berderai di Sahara… (Anggun Sasmi)
Selengkapnya...

Tuesday, August 9, 2011

Because I Love You



The Love of Siam (Rak haeng Siam) was released in 2007, is, let me called it, Thai Teen-themed but very complicated.
Selengkapnya...

Monday, August 8, 2011

Dumbledore VS Lord Voldemort (Harry Potter and the Order of the Phoenix)



Dumbledore fought to Veldemort in the Ministry of Magic. just after Sirius was killed by Bellatrix. That was powerful fight and great scene. Well-done Mr Yates.
Selengkapnya...

The Love of Siam (Mew's Song)




This clip's taken from Love of Siam movie. Tong and Mew were friends until they found something about their feelings. This song in this clip was written by Mew for Tong. That was very special song.
Selengkapnya...

Harry and Hermione dance



I really never imagine that I'm able to see this scene. they had their chemistry, they were nice and beautiful.
Selengkapnya...

Avada Kedavra (The End of Sirius Black)


Selengkapnya...

Sunday, August 7, 2011

Skeptic and Cynic


Are you a Skeptic or a Cynic? What is the difference?

skeptic --> One who instinctively or habitually doubts, questions, or disagrees with assertions or generally accepted conclusions.

cynic -->
1. A person who believes all people are motivated by selfishness.
2. A person whose outlook is scornfully and often habitually negative.

Pendek kata, sikap Skeptis itu merupakan suatu sikap yang selalu meragukan dan mempertanyakan segala sesuatunya. dan sementara Sinis, biasanya sikap seseorang yang selalu mencemooh atau memandang negatif segala sesuatunya.


Ada beberapa orang, dimasa saya kuliah atau pun masih di senior high school dulu, they said that I was cynic. Am I cynic? maybe YES if I didnt know about Skeptic. saya rasa, kita dalam sebuah pembicaraan, ketika saya berpendapat yang bertentangan dan mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain,yang biasanya tidak bisa diterima oleh 'khalayak' mereka beranggapan itu suatu hal yg negatif, dan cara saya, mereka bilang sinis.

well, they are NOT wrong, mereka bebas menilai kan? tapi kembali lagi ke pribadi yang diberi yang dijadikan objek sebuah penilaian. saya menerima sebuah kritik tetapi tidak dalam bentuk "mentah".

Memang tipis perbedaan antara skeptis, kritis atau pun sinis, kepeleset sedikit, itu akan jatuh pada satu dan yang lainnya, bisa jadi ketiganya. Saya suka mempertanyakan segala sesuatu and YES, saya juga suka meragukan segala sesuatunya. dan YES, cara saya dalam bersikap skeptis, itu mengandung kesinisan. lah?

anyway, sejarah saya, dari saya kecil, saya suka "bertanya" saya tidak pernah menelan mentah-mentah segala sesuatunya. saya moeslem, Islam, dan Islam saya bukan karena orang tua saya yang Islam, tetapi itu sebuah proses. saya mempelajari semua agama sampai kemudian saya memilih Islam, saya meyakini Islam. karena ada hal lain, ajaran lain yang saya pertanyakan dan bisa dijawab oleh Islam.

Jadi ya memang, saya bukan tipe orang yang gampang percaya segala sesuatunya, sometimes, yes, I dont trust people tetapi tidak dalam cara pandang mereka berbohong karena mereka egois atau apa. kadang ya, saya juga memandang aneh terhadap orang-orang yang suka mengkonsumsi sesuatu itu mentah-mentah, dengan mudah menerima segala sesuatunya tanpa literature atau something yang bisa meyakinkan lah. Oleh karena itu, saya paling tidak suka jenis-jenis acara Reality Shows, info"TAI"nment yang begitu-begitu lah.

That's just NOT my things. you know.
Selengkapnya...

Thursday, August 4, 2011

Did, Do, Doing

Maybe I am just believing it is all right when it is not? ya.. Mungkinkah Aku hanya mempercayai semua baik-baik saja padahal sebenarnya tidak? How could I stand for this so long? Do we get what all we deserve? Do I deserve it? I can run for all questions all night but I'm just wondering what the answers is. God, I can't feel fullness anymore.

ah, too much sentimental can kill you anyway. I see someone (again) and fuck up, that's just in the shadows, I cant catch that things you know, Just see around, never tell anything. why? because I've been enough ruining my life and now, I think I grow up, I'm old.

that's bullshit. I never grow up, I'm just a kid who begs for new toys, new games.


and the story goes on, bla bla bla, my mind is empty, blank blank blank. I even cant tell a good story of something. ah, I miss my friends, we used to hang out together. Oh ya, if I could go back to senior high school, what would I do?

fixed things, told her that I've been lying to her for years. and yes, I also told someone how much I cared with her, How much I wanted her to fix me at the moment I also would study hard, worked hard and tried hard to get what I really wanted.

but, If I wanted something in the future, what would I do?

I never regret anything, I'm going to do my best whatever I get now, I never give up for what I want and also never looking back. when it's done, it's done.
Jogja Jogja, she's one of my best friends when I was in Jogja. She's merried and wish her happy now.

Selengkapnya...