Sunday, November 6, 2011

Ngomongin Komodo sampe Bu Tinah


Sedikit mengerutkan jidat juga saat masuk ke website new7wonders dan mencoba untuk voting. berpikir, ini koneksi saya yang bermasalahan, sebab itu web ketika send votes, langsung dibawa kehalaman yang ng-blank. lah? tidak memuaskan ya.

untuk negara kita sendiri, kontroversi Komodo lumayan hangat diperbincangkan, Kompas.com menyeret pemberitaan ini dihalaman depan sebagai topik pilihan dan menulis tentang Kronologis Keributan Komodo, nah, menarik bukan?


new7wonders.com

Benar memang website pihak penyelenggaran ini terkesan terlalu biasa (bahkan murahan) untuk taraf internasional, opini tersebut tidak bisa dibantah, bahkan, pertanyaan "Website itu terlalu sederhana, sangat memungkinkan para hackers untuk masuk dan mengubah angka polling?" saya pribadi beranggapan itu hal yang sangat lah mungkin.

Tak tahan untuk tidak membaca artikel di wikipedia, ulasan tentang new7wonders(N7W) tidak membuat saya puas. terlalu sedikit, bahkan tidak ada profile data mengenai N7W secara menyeluruh, wajar kalau ada gembar-gembor mengenai tuduhan dari hasil penyelidikan yang dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Swiss. Temuannya antara lain alamat kode pos New7Wonders Foundation yaitu Hoeschgasse 8, PO Box 1212, 8034, Zurich ternyata tak sesuai. Alamat kode posnya seharusnya Hoeschgasse 8, PO Box 1212, 8008, Zurich, di mana terdapat Museum Heidi Weber yang diarsiteki Le Corbusier. seterusnya Penyelidikan itu juga menemukan, sebagai yayasan, keberadaan New7Wonders unik. Yayasan itu tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail. Disebutkan, New7Wonders berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris. Di mata masyarakat Swiss sendiri, Yayasan New7Wonders tidak dikenal.

N7W dan Berita Politik Indonesia

Polemik mengenai keabsahan N7W berkembang di media Indonesia, ditambah lagi dengan pemberitaan potongan pulsa SMS yang mulanya Rp.1000 menjadi Rp. 1, ini menjadi "isu isu pencurian pulsa" yang semakin santer jadi pembicaraan karena ada nama-nama pejabat yang terlibat di dalamnya, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. bersamaan dengan itu muncul sebuah penyelesaian (mungkin) tentang semua pemasukan dan pengeluaran akan diaudit oleh kantor akuntan independen yang terafiliasi secara internasional. Dana yang tersisa, menurut pihak P2Komodo, akan dialokasikan sebagai dana abadi 'Komodo Trust Fund' yang akan digunakan untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan di sekitar Pulau Komodo. segala macam hal pun menjadi ribet dgn logika-logika yang mempersulit rakyat awam untuk dapat memahaminya.

Komodo Sampe Bu Tinah

Walaupun kemungkinan besar N7W tersebut yayasan abal-abal, anehnya, banyak pemimpin negara di dunia yang wilayah alamnya masuk sebagai salah satu dari 28 finalis pemilihan New7wonders of Nature mengikuti survei itu dan mendorong warganya untuk ikut. Dari 28 finalis dalam New7wonder of Nature, Taman Nasional Komodo (TNK)–habitat buaya darat komodo (Varanus komodoensis), yang terletak di Manggarai Barat, Flores, NTT–termasuk. Komodo akan bersaing antara lain dengan Laut Mati (Israel, Jordania, Palestina), Sungai Amazon (Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guyana Perancis, Guyana, Suriname, dan Venezuela), Pulau Bu Tinah (Uni Emirat Arab), Black Forest (Jerman), Grand Canyon (AS), dan Jeita Grotto (Lebanon).

Ya, bahkan UAE Gencar Promosikan Bu Tinah, yang akan menjadi salah satu "lawan" berat Pulau Komodo untuk menjadi salah satu dari tujuh keajaiban alam (seven wonder of nature) di dunia, karena dukungan pemerintah dan masyarakat Uni Emirat Arab atau Uni Arabic Emirates (UAE) untuk memilih pulau konservasi itu. Wakil Presiden dan Wakil Perdana Menteri UAE Shaikh Muhammad bin Rashid Al Maktoum pun sudah mengeluarkan pernyataan resmi, agar warga UAE memberikan dukungannya pada Bu Tinah, baik melalui layanan pesan singkat (SMS) maupun melalui internet.

Dilema akan kesedian untuk ikutan voting berhubungan dengan kesimpang siuaran yayasan N7W dan hal-hal negatif lainnya sebaiknya "tarif nafas" dalam-dalam saja lah, bulatkan tekad. tidak terlalu masalah N7W abal-abal atau bukan, yang penting niat untuk melestarikan dan mengembangkan apa yang ada di Indonesia itu lah yang penting. ambil sisi positifnya saja lah.

Related Post



No comments:

Post a Comment