Monday, November 28, 2011

My Ego

kalimat pertanyaan sederhananya seperti ini : Lelaki mana sih yang bisa dengan gampang melepas ego nya? I mean, yeah, I'm not saint, I'm not God's gift. so yes, sangat susah bagi saya menaklukan ego. I dont like loosing, I dont like giving up for what I want (even though I know that's not what I need)

Hal yang mungkin saya butuhkan untuk bermain dengan ego saya adalah, berpikir ulang. misalkan, pernah saya dengan begitu semangat membeli celana dengan harga selangit dan sekarang itu celana tidak bisa dipake. membuat saya berpikir, "Man, you're such a stupid person" jadi kalau saya melihat celana tragis tersebut, seperti melihat duit yg dijahit untuk dijadikan kain lap or something. tidak hanya itu, kadang begitu juga ketika membeli baju, saya seperti membeli dengan mata terpejam dan ketika sampai dirumah baru saya sadar, "man, are you fucking kidding me? this is NOT even my color? I dont want it" jadi, ego dan yg terburuk dari saya, dalam beberapa hal, saya sangat terburu-buru.

Oke, I know for some reasons I'm very cautious tapi kalau hal yg bersifat membeli barang seperti pakaian atau tempat tinggal, I'm idiot, My ego goes first (on this page, I think I should learn from my brother, he's cautious in every single things. akhhh, Cant help to ask my self, 'how can he do that?')

Memikirkan ulang tentang kedepannya, realistis, dan berhati-hati, merupakan hal yg sangat saya butuhkan saat ini. mengetahui apa yg benar-benar saya butuhkan adalah point yg dapat memberi saya kehidupan yg lebih bijaksana.

ah, talk about the wisdom, it was sooo 2010

Related Post



No comments:

Post a Comment