Thursday, September 1, 2011

Waiting for "SUPERMAN" (2010)




"The fate of our country won't be decided on a battlefield, it will be determined in a classroom."

Directed by Davis Guggenheim (An Inconvenient Truth, It Might Get Loud)
Running time 102 min


Waiting for "SUPERMAN" merupakan film dokumentar tahun 2010 buatan sutradara ternama Davis Guggenheim yang sebelumnya pernah memenangkan piala OSCAR lewat film dokumentarinya, An Inconvenient Truth. Kali ini Davis Guggenheim melalui Waiting for "Superman" menganalisi kegagalan Sekolah-sekolah publik di Amerika.

Anthony, Francisco, Bianca, Daisy, and Emily merupakan nama-nama yang masuk dalam statistik dalam permainanan lottery untuk dapat di terima disekolah-sekolah yang ingin mereka masuki. Guggenheim melakukan penggalian secara mendalam mengenai sistem pendidikan di US, mengkaji data-data statistik kegagalan sekolah-sekolah publik dalam menghasilkan generasi yang handal.

Fakta buruk mengenai American public education dikaji habis-habisan di film ini. yang mana banyak sekolah publik lebih banyak gagal mengantarkan siswanya masuk ke Universitas dan banyak menghasilkan produk-produk drop out yang nantinya banyak menghiasi penjara-penjara di US. tidak hanya itu Guggenheim juga memberi visualiasi sistem kerja guru Tenure (guru tetap) yang mendapat jaminan seumur hidup tetapi memiliki sikap kerja yang tidak memadai sebagai tenaga pengajar.

Waiting for "GATOT KACA"

Tidak pelak, jika menonton dokumentari dari Waiting for Superman membuat kita membandingkan dengan sistem pendidikan negara kita sendiri, Indonesia. dan jika dibuat dalam Indonesia Ver. kemungkinan besar bisa kita beri judul, Waiting for "GATOT KACA" sebab jika kita melakukan penggalian mendalam dalam sistem pendidikan kita, kita bisa menemukan banyaknya kebobrokan seperti halnya US yang sekarang pusing karena kurangnya tenaga ahli dibidang matematika, sains dan teknik seperti yang pernah di sampaikan oleh Bill Gates.

Waiting for Superman, Salah satu film yang sangat kaya akan pengetahuan mengenai dunia pendidikan di US dengan ending yang membuat hati terkoyak melihat ketidak adilan sistem dalam memperlakukan para peserta didik, anak-anak yang menjadi generasi penerus nantinya.


Related Post



No comments:

Post a Comment