Sunday, September 4, 2011

Two Things

Jadi begini, berhubung ini ada dua kisah pendek yang bakal 'awkward' klo di ceritakan secara terpisah jadi ngak ada salahnya di jadikan satu saja, sebab toh, momentnya masih sama di moment lebaran.

Hal pertama :
when I was googling, one of my friends called me, "Hey, what do you do? how about, you come with me, lebaran bareng!" ditawaran gitu sebenarnya agak malas juga sih, sudah pewe, cuaca panas, tapi perut terasa keroncongan. nah, bagian yang terakhir ini pasti terasa membahagiakan kalau terisi oleh menu gratisan, "Well, I'm in!"


Okeh, berkumpullah 6 orang yang berkeliling buat namu. sampai dirumah salah satu teman sekantor, biasa lah.. omongan dibanjiri oleh gosipan, ngono ngene, iki iku, mengenai coworkers, bos dll. Saat pembicaraan sepertinya semakin ngolor ngidul, "Ouh, sepertinya negara kita akan bangkrut ya.. sudah tidak ada harapan lagi!" saya berbicara dengan mata menerawang. Teman saya memandang saya aneh, "Lah, yang punya masalah itu bukan hanya negara kita!"

Kening saya tegak (kuping maksudnya). "owww. You're in mining supplier. so I know you know so much how to be a liar, dont you?" memangnya apa hubungannya, tapi entah lah saya rasa ada. saya mempunyai penyakit yang sulit merasa terhibur sekarang ini. "You're teacher. you must teach about hope!" si teman ngak mau kalah. eh, ini mengingatkan saya tentang laskar pelangi. ah, dreams. ah hopes. ah fears.

"You know, sometimes, I think you have to slap your students with reality before you teach theam about dreams and hopes" kayaknya saya mabok kebanyakan minum softdrink.

mari bergerak maju, kan masih dirumah teman saya nih. melihat teman saya yg lagi sibuk mengayun-ayun anaknya (biar bisa tidur didalam ayunan) membuat saya bersabda, "what a life Nov, I remember when We were in Fifth Grade, oh my god, it's just like yesterday.." saya berhenti bersabda, mengingat dia, teman saya ini pernah menangis karena yah, diolokin sama salah seorang bocah ingusan dikelas kami. "and look at you now, You have kid already..." dia tersenyum, senyum bahagia. saya melanjutkan sabda saya dalam hati, "and I'm stil alive like shit!"

Hal kedua :

Back to my glory place (Kamar kost maksudnya). di sambut oleh senyuman sempurna anak ibu kost. pikiran saya menjerit, "OMG, look at you, nak, you're perfect!"keren, pinter, dan dari keluarga baik-baik. Kuliah di Jakarte sono, denger2 rajin organisasi juga, ibadahnya juga bagus (ya iya lah, sering saya liat bolak-balik ke surau yg ngak jauh dari rumah) kurang apa coba?

Mungkin jika saya melihat lebih dekat, saya akan mengeluarkan kata-kata penuh iklan, "Oh, ternyata rumput tetangga itu palsu!" tetapi tentu saya ngak ada niat untuk mengenali lebih dekat hanya untuk 'melunturkan' ke sempurnaan dia dimata saya. I'm ENVY. Oh God, I have one of seven deadly sins (eh jika ditelusuri lebih lanjut jangan2 ngak cuman satu, mate saya).

Ya ya, maybe It's time to practice my wisdom. *ngok*. Errr... what the fuck I'm thinking about? konsentrasi dengan apa yang mau saya kerjakan aja lah. PENUTUP, arkkk, saya ngak suka menetap. udah berasa gatal aja mau jalan-jalan.

Related Post



No comments:

Post a Comment