Sunday, August 28, 2011

The Silence of the Lambs


"Well, Clarice - have the lambs stopped screaming? "

Clarice Starling (Jodie Foster) ditarik dari pelatihan nya di FBI Academy di Quantico, Virginia, oleh Jack Crawford (Glenn),the Bureau's Behavioral Science Unit. Dia ditugaskan dengan mewawancarai Hannibal Lecter (Hopkins), seorang psikiater yang dipenjarakan karena telah melakukan pembunuhan secara kanibalisme, percaya akan wawasan Lecter yang mungkin berguna dalam mengejar seorang Serial Killer yang dijuluki "Buffalo Bill" (Levine) yang telah membunuh lalu menguliti korbannya yang semuanya wanita.


Dalam usahanya dalam mengali informasi dan mempelajari karakteristik Bufallo Bill, Clarice berusaha mendapatkan kepercayaan dari raja manipulator pikiran Lecter. Disini, Lecter tidak ingin memberikan pengetahuan secara cuma-cuma kepada Clarice, dia menginginkan Clarice memberikan informasi tentang masa lalunya kepada Lecter.

"People will say we're in love. "

Tidak bisa di pungkiri, Hannibal Lecter mengagumi kecerdasaan si Agen Muda, Clarice. dia dapat melihat potensi dan pemahaman Clarice mengenai karakteristik. Lecter mulai memberi simpati kepada Clarice setelah melalui beberapa tes dialog "keras".

Hannibal Lecter: Now then, tell me. What did Miggs say to you? Multiple Miggs in the next cell. He hissed at you. What did he say?
Clarice Starling: He said, "I can smell your cunt."
Hannibal Lecter: I see. I myself cannot. You use Evian skin cream, and sometimes you wear L'Air du Temps, but not today.


Melalui pertanyaan diawal pertemuan mereka ini, Hecter menguji keteguhan pribadi Clarice. dan dalam langkah yang lebih maju lagi, Clarice memberikan klarifikasi ketajaman kata-kata dan analisisnya yang membuat Hecter memberi peluang lebih jauh lagi kepadanya.

Hannibal Lecter: Why do you think he removes their skins, Agent Starling?
Hannibal Lecter: Enthrall me with your acumen.
Clarice Starling: It excites him. Most serial killers keep some sort of trophies from their victims.
Hannibal Lecter: I didn't.
Clarice Starling: No. No, you ate yours.


"Look at it, Starling. Tell me what you see"

Sebagai seorang yang murni prikopat, Lecter sangat cerdas dalam "mempermainkan" orang lain. manajemen karakter Lecter disini terancang apik. dia dapat memilih korban dengan baik tanpa tergesa-gesa. Lecter satu langkah lebih maju dari Clarice, sebagai seorang psikopat yang berkerja dalam koridor yang dianggapnya "kesopanan" Lecter membentuk Clarice dengan baik karena Clarice mempunyai kreteria yang Lecter maksudkan.

Semua script dialog antara Lecter dan Clarice terancang sempurna, tidak ada kata atau kalimat yang sia-sia. mereka hanya bisa bertemu dalam kondisi tertentu dalam waktu-waktu yang singkat sehingga setiap kata-kata, konfrontasi diantara mereka menunjukkan kualitas kecerdasan dan maksud-maksud tertentu sesuai dengan kepentingan masing-masing.

Film ini merupakan salah satu film thriller terbaik yang pernah ada. kemungkinan Indonesia memerlukan 5 atau bahkan 10 dekade lagi untuk mampu membuat film secerdas dan "setangguh" film ini.

Related Post



No comments:

Post a Comment