Friday, August 19, 2011

Rangkaian

Tidak ada yang tahu betapa mudahnya kita terjatuh. seperti halnya kejadian yang menimpa saya, saya terjatuh, siku mencium aspal sampai lengan baju sobek menyobek. motor harus menjalani perawatan karena ada beberapa bagian yang bonyok.

Apakah saya mengira sebelumnya kalau akan terjatuh? of course not. saya tidak tahu. terjadi begitu saja. ketika saya sudah berbaring di atas aspal berbatu baru saya sadar, "aku jatuh!" begitu cepat, terjadi begitu saja. seperti Tuhan sedang bersiul dan angin dari nafas-Nya menghantam sisi kanan saya dan ya, Saya terjatuh.


Sebelum saya terjatuh, memang kondisi saya sedang sedikit mengantuk. agak lemas dan banyak pikiran. saya sedang memikirkan ada beberapa hal yang baru saja menimpa saya. memikirkan tentang cara bijak dalam menghadapi seseorang.

Sehabis tragedi jatuh tersebut, saya di telpon oleh teman lama, dia ingin bertemu dengan saya. mungkin ada sekitar lebih 4/5 tahun tidak ketemu. dan ketika bertemu, saya sambil menahan rasa sakit habis terjatuh, membicarakan tentang status sosial. dia berkata, 'kenapa orang-orang beranggapan aku high-class' saya mengatakan 'ya, kau memang terlihat high class' dan kami membicarakan tentang kelas-kelas sosial. dan kami mengakui dari kelas mana kami berasal, 'saya pikir kau memang tergolong high-class' kata saya. 'alm. bapakmu dulu kan pernah menjabat jadi ketua DPRD' dia diam. saya melanjutkan kata-kata saya, 'kita tidak bisa menaiki kelas atau turun kelas sepertinya, karena blood will tell' dan bla-bla-bla yang lainnya.

Sorenya, saya yang sedang memandangi motor Vi-xion saya yang timpang-timpang didatangi seorang stranger (ah tentu ngak total stranger lah, saya pernah bertegur sapa dengannya sebelumnya). kami berbicara banyak hal, mengenai motor, mengenai mesin, mengenai tangki motor sampai pada mengenai beasiswa untuk lanjut kuliah dan jarak tempuh Bandung - Jakarta. dan hal yang membuat saya jengkel, ketika malamnya, orang ini masuk kedalam mimpi saya. bangun tidur saya menjadi jengkel, 'segampang itu seseorang masuk tanpa sebuah rencana kedalam tidur malam saya' sepertinya saya murahan sekali.

Dan hari ini, puncak dari melankoli saya, tentang jatuh dari motor, bertemu teman lama yang dulu sangat perhatian sekali sama saya, bertemu good looking stranger, saya duduk di tepi sungai, tepian orang daerah sini menyebutnya. menunggu berbuka puasa ditemani oleh angin yang cukup kuat. memandangi sungai seluas 200-an meter lebarnya yang mulai pasang. memandangi boat-boat yang mengantar para pekerja perusahaan yg pulang dari site. memandangi ponton-ponton yang berisi tumpukan batu bara yang menggunung.

tiba-tiba saja, saya mulai merasa lelah karena banyak menghabiskan waktu sendirian. saya menginginkan seseorang.

Related Post



No comments:

Post a Comment