Wednesday, August 17, 2011

In a Better World (FILM) 2010


In a Better World (Original title: Hævnen)

"You killed him because you're such a spoiled, little brat who thinks he can control other peoples' lives."

Directed by Susanne Bier
Produced by Sisse Graum Jørgensen
Written by Susanne Bier & Anders Thomas Jensen
Starring
Mikael Persbrandt
Trine Dyrholm
Ulrich Thomsen
William Jøhnk Nielsen
Markus Rygaard
Running time 113 minutes
Release date(s)
26 August 2010 (2010-08-26) (Denmark)
1 April 2011 (2011-04-01) (USA)

PLOT

Anton (Mikael Persbrandt), seorang dokter Swedia yang bolak-balik dari rumahnya di Denmark dan bekerja di kamp pengungsi Sudan di Afrika. Pribadi Anton yang ramah disukai oleh pengungsi maupun anaknya Elias(Markus Rygaard), tetapi diluar pada itu, dia punya masalah dengan Istrinya, Marianne (Trine Dyrholm)yang juga seorang dokter. mereka tinggal secara terpisah dan dalam situasi di ujung tanduk perceraian.

Christian(William Jøhnk Nielsen, di bawah pindah oleh ayahnya Claus (Ulrich Thomsen)dari London ke Denmark setelah ibunya meninggal karena kanker otak.

Di sekolah baru, Christian berteman dengan Elias yang di ejek "Ratboy" Anak Tikus, si Gigi Tikus, karena dia keturunan Swedia. tidak suka dengan perlakuan terhadap Elias tersebut, Christian memukuli anak tersebut dengan pompa sepeda dan mengancam dengan pisau yang kemudian diberikannya kepada Elias.

Pribadi Christian yang keras dan pemarah terbentuk karena dia berpikir bahwa ayahnya lah yang menginginkan ibunya menyerah dari penyakit kankernya sehingga meninggal. Sikapnya yang tidak suka melihat perlakuan kasar dan sok berkuasa dari orang lain terhadap orang-orang di sekitarnya membawanya pada pristiwa perakitan bom untuk meledakkan mobil orang yang telah memukul Ayah Elias, Anton.

SEBUAH TRAGEDI & KRITIK SOSIAL

Di Kamp pengungsian Sudan, Afrika. Anton menghadapi masalah dengan sikap kejam komplotan yang suka membunuh para wanita dan suka membelah perut ibu yang hamil tua untuk dijadikan taruhan jenis kelamin apa anak yang sedang dikandung oleh ibu tersebut. Saat ketua komplotan tersebut datang meminta pertolongan mengenai kondisi kaki yang membusuk dideritanya, Anton mendapat protes dari penduduk Kamp karena memberi pertolongan.

dan tidak hanya anaknya, Elias, Anton juga mendapat perlakuan rasis dari perakuan masyarakat Denmark karena dia adalah orang Swedia. menjadikan film ini menjadi kritik sosial tersendiri dikalangan masyarakat Denmark.

ISTRI DAN SUAMI, AYAH DAN ANAK

Usaha Anton untuk membuat dunia lebih baik, dan berjuang untuk mendapatkan cinta istrinya kembali dan bagaimana usaha Claus untuk mendapatkan hati anaknya lagi, Christian menjadi tema utama film ini. Cara Anton berkomunikasi dan memberi penjelasan dengan anak-anaknya sangat menarik. misalnya bagaimana Ia menjelaskan kenapa Ia tidak melawan tindak kekerasan dengan kekerasan bukan karena dia pengecut, melainkan dia tidak menginginkan melawan orang "idiot" yang tidak akan ada habisnya.

THE EMOTIONAL SCENES (Spoilers)

Tanpa Christian perkirakan sebelumnya, mobil yang diledakkannya menghantam Elias dan membawanya masuk rumah sakit. mengetahui tindakan Christian tersebut, Marianne menekan Christian kedinding dengan emosional. dan berkata, "You killed him because you're such a spoiled, little brat who thinks he can control other peoples' lives."

kemudian scene yang mana Claus membangunkan anaknya, Christian, dan Christian memeluknya erat-erat menjadi kekuatan tersendiri di film ini.



"And Death gave back these treasures for a song.The nightingale sang on. It sang of the quiet churchyard, where white roses grow where the elderflowers make the air sweet, and where the grass is always green, wet with the tears of those, who are still alive. Death longed for his garden. Out through the windows drifted a cold gray mist as Death departed..'Thank you, thank you' the emperor said.'Little bird from Heaven, I know you of old. I banished you once from my land - and yet you have sung away the evil faces from my bed, - and Death from my heart. How can I repay you?' 'You have already rewarded me,'said the nightingale.'I brought tears to your eyes,
when first I sang for you. To the heart of a singer, those are more precious than any precious stone. But sleep now, and grow fresh and strong while I sing.'He sang until the emperor fell into a sound, refreshing sleep, - a sweet and soothing slumber." (Christian)

Related Post



No comments:

Post a Comment