Sunday, August 14, 2011

Everything's changed

"I remember being 13 years old, sitting in my room all night, listening to the same song over and over. I thought that if I could write something beautiful, something honest . maybe I could make someone love me." (IN THE LAND OF THE WOMAN)

"....It's just how I remember it. The trees, the river, everything. Like nothing's changed... not true of course. Everything's changed. Not the trees, not the river... not even me.. " (Hermione Granger - the Deathly Hallows – Part 1)

Ya, Everything's changed... Segalanya berubah, semuanya berubah. My power, my feel, my words, my head, my face, my everything. semuanya berubah. and there's the THING that kill my innocent. what's kind of thing? TIME. Anehnya semua perubahan yang terjadi seperti tidak ada garis batasnya. hanya terjadi begitu saja. dan ketika aku berusaha mengingat, mati-matian mengingat, sepertinya itu sudah lama sekali. seperti sudah terjadi ratusan tahun yang lalu hal terakhir dimana aku bisa melihat "aku" yang dulu. seperti aku sudah pernah hidup berkali-kali. seperti tertidur dalam waktu yang panjang dan tiba-tiba terbangun dan masa lalu itu seperti hanya sebuah mimpi yang tidak pernah benar-benar terjadi...



Ketika aku masih muda, ya, seperti halnya anak baru gede lainnya. aku suka permainan, tantangan, kemewahan kata-kata, kebohongan yang menarik dan cerita yang penuh dengan kemegahan. Tidak penting apa yang terjadi kedepannya, yang penting saat terjadi ya terjadilah, itu lah yang di pikirkan oleh saya diusia muda. sehingga kebenaran yang dulu saya pikirkan tak lain hanya lah rangkaian ketololan. aku benar-benar tidak mengerti apa-apa.

Semua bisa berubah memang, kelembutan hati bisa menjadi "hati batu" kata orang. kejadian dalam hidup yang membuat orang sulit mengingat atau melupakan. beberapa hal yang terjadi juga kadang menjadi tamparan yang membuat garis baru yang tidak bisa dikenali dari karakter kita yang sebelumnya. meninggalkan banyak hal. hal-hal berubah karena hidup berubah, dan kita, aku, saya, ingin bertahan.

Saya tidak terlalu lagi mengenali kemewahan cinta yang dulu, atau cahaya persahabatan yang pernah menyilaukan mata saya, itu seperti menjadi bagian omong kosong yang dinyanyikan oleh anak-anak ABG.

Mungkin, episode yang bercerita seperti ini, juga akan ada akhirnya yang mana pada bagian endingnya, mungkin, bisa jadi, saya malu karena pernah menuliskan hal ini.

Tidak ada yang bisa menghindari sebuah perubahan kan....

Related Post



No comments:

Post a Comment