Sunday, July 31, 2011

Sat-Nite

All the places I've been and things I've seen/A million stories that made up a million shattered dreams/The faces of people I'll never see again/And I can't seem to find my way home/Cause it's almost like/Your heaven's trying everything to break me down/Cause it's almost like/Your heaven's trying everything to keep me out (FIVE FINGER DEATH PUNCH - "Far From Home")

Well, I usually post something like this in my another jurnal and that's private jurnal. I'm doing online because I think it's kind funny story but NOT really funny I guess. skip that, saya menulis ini untuk menghabiskan waktu luang. daripada bengong, isn't it?

Malam minggu, duduklah saya di tepian sungai Segah yang membelah kota Tanjung Redeb(yang dimasa akan datang, mungkin 20/30/50 tahun lagi akan seperti sungai Seine di Paris sono, atau mungkin juga seperti Sungai Thames yang membelah kota Londong. hahaha), saya tidak sendiri, saya bersama teman saya. teman yang sama yg semenjak saya kelas 3 SMP sampai saya setua sekarang ini.

Nah, Setelah ngolor ngidul, ketawa-ketawa, seseorang menyentil tangan saya, "Juhri kan?" Saya mengangkat kepala, bertemu lah mata saya dengan mata lain yang di garisi alis tebal.



Saya diam, dalam hati 'Do I know you?' tapi tentu tidak saya katakan. saya diam, "Sudah lupa kah sama aku?" dia bersuara lagi, Saya melirik teman duduk saya, dia senyum-senyum. Saya masih diam. saya juga tidak mau berkata, "Siapa ya?" saya berusaha mengingat, mengenali dan menunggu dia yang menyebutkan namanya.

"Ini aku bah, F****" Dia yang mengaku Mr. F tersenyum, Saya hampir tersedak. untuk menutupi rasa kaget saya, saya berdehem kecil. "Oh kawu kah, berubah pang muhamu, makanya aku ndak kenal"

"Duduk nah" temen saya ngobrol menyodorkan kursi, Mr. F duduk, "Aku sudah memperhatian kawu dari tadi, aku hafal mati mukamu itu, postur badanmu juga!" Saya masih senyum-senyum aja. "Lamanya kita ndak ketemu lah, kawu ini hebat betul, menghilang begitu saja!" hahaha. Saya memang paling pintar dalam ilmu menghilang tanpa menoleh kebelakangan sama sekali, itu salah satu kehebatan saya dari dulu, saya sakti mandraguna dalam hal itu. Saya bersorak dalam hati.

Mulailah saya disodori pertanyaan, "Sejak kapan diberau? kerja dimana? bla bla bla..." Wah saya tidak pandai dalam menjawab pertanyaan, tapi saya pandai dalam balik bertanya.

Nah, hal yang paling saya takuti di mention Mr. F adalah nama "AR" kalau nama itu diseretnya keluar, I'd be fucked. setelah pembicaraan singkat, dia kembali ke tempat duduknya, bersama teman-temannya. Saya masih terdiam sekitar 10 menit, sedikit menata bumi yang tadi sempat bergoyah. Saya menyukai belajar sejarah tetapi bukan berarti saya menyukai mengingat sejarah saya. Mr. F dan teman duduk saya dari SMP, Mr M, dan bisa ditarik pusaran simpulnya dalam satu kisah. dan saya menyumpah-nyumpah ketika mengingat sosok AR, yeah, brengsek, dia memenangkan segalanya. bahkan ketika dia sudah memiliki hidup baru, saya masih bersama serpihan-serpihan masa lalunya disini. berusaha menerima dan membenahi. dan mengingat AR mempersulit saya akhir-akhir ini, saya menjadi bertambah ingin memaki-maki orang satu itu.

Only God knows how deep my desire to run away from this small town. Ketika tahun lalu saya kembali, saya tahu, saya akan menemukan banyak kesulitan, bahwa saya harus banyak ber-deal dengan masa lalu.

Saya mencoba menata kembali, apa yang dulu sempat saya hancurkan, dan saya mencoba menyelesaikan, apa yang dulu tidak sempat saya selesaikan.

Related Post



No comments:

Post a Comment