Monday, June 6, 2011

Dark Reality


"You'd be my whore. And in return I will pay you with your liberty." Larry (Closer/2004)

Hujan turun deras, dengan buru-buru Ia menyerudupkan motor sport-nya ke tempat parkir conter temannya. agak kaget Ia melihat sosok di sudut konter, RDH. dengan sedikit canggung, dia berdiri kearah lain, menatap hujan dan langit. "hey, darimana tadi?" YT temannya yang memiliki konter tempatnya berteduh bertanya.

"Teman" Ia menyahut pendek, sesekali melirik RDH. Lelaki brengsek, ia memaki dalam hati. Hujan semakin deras, Ia duduk agak gelisah dikursi tanpa sandaran. Ia sadar ekor mata RDH menangkap gerak geriknya.

"Is that you, fucking whore?" Ia berbalik, mendengar mata yang memaki, menggema-gema. menatap sinis ke RDH.


"Oke, saya terima omong kosongmu, munafik brengsek!" Ia berkata pelan, dingin. kulit wajah RDH yang putih memerah seperti tidak terima dimaki oleh orang yang dianggapnya pelacur murahan.

"Jadi, bagaimana one night stand-nya? Puas? Kamu adalah lelaki murahan paling menjijikkan yang pernah saya kenal. tempat pelarian yang paling busuk. tidak bisa yang menjual tapi lebih elit dikit!" Peluru sudah berterbangan. bersuara pelan. YT hanya mengerutkan kening, tidak terlalu mengerti baku tembak dihadapannya.

Ia menatap tajam ke arah RDH, "Eh bajingan munafik brengsek, fine. I slept with your fucking whore. fyi, just once. so what? what about your fiance? does she know about your bullshit? your fucking whore told me everyhing. now, do you want me to tell everyone about that? I'll tell YT first!"

Hujan semakin deras, mata RDH semakin memerah, "Kamu mengancam saya? how about you? I'm able to break you down! you know what? I already know about you. fuck you!"

"HEY, I DONT TELL LIES BUT YOU DO. SO, TRY ME!" Ia melambaikan senyum kebrengsekannya. dia mengenali kadar RDH.

RDH maju selangkah, hujan tiba-tiba reda. langit cerah. RDH bersiul-siul, "eh YT, aku pulang ya!" Ia memandang RDH yang berjalan lewat dihadapannya. kemudian memalingkan wajah. memandang kearah TV yang ditonton YT, "Jam berapa sekarang?" Ia bertanya. YT menoleh ke arlojinya, "6"
-----------

Jam 8 malam saat itu, udara dingin, kendaraan hilir mudik didepan konter. Ia duduk menselonjorkan kaki. mereka asyik mengobrol. "Hari ini banyak yang nikah ya!" YT geleng-geleng kepala. "Iya salah satunya..." belum selesai Ia melanjutkan kata-katanya, RDH sudah berdiri didepan pintu.

"PO ada lewat kah tadi?" RDH bertanya pada YT. telinganya seperti tersengit. dulu sekali, nama itu sering mampir ditelinganya. tiba-tiba ia menjadi muak. Ia bangkit dari tempat duduknya, mengangkat alis tanda pamit dengan YT, berjalan tanpa menyapa didepan RDH. memaki-maki, sial benar, kenapa selalu ketemu si munafik brengsek satu itu. Ia mengutuk semua jenis kebohongan, "Aku hanya mencintaimu seorang!" padahal ada lebih satu orang yg mendengar kata-kata itu. Kalau memang tidak ingin berkomitmen, jangan berkata-kata bualan. Ia memaki sampai ia mengingat bayangan-bayangan yang lainnya

Related Post



No comments:

Post a Comment