Sunday, May 22, 2011

The Wedding

"There is only one happiness in life -- to love and to be loved..."
-George Sand (1804-1876, French Novelist)


Bagi seorang lelaki yang sok berpikiran "maju" dan "modern" seperti saya, yang memandang pernikahan hanya sebuah sarana cetak mencetak anak, yang saat pulang kerja tidak terlalu perduli siapa yang nunggu dirumah, yang tebal muka, saat makan di cafe sendirian. Pernikahan itu seperti akhir dari kebebasan yang mana tanggung jawab mengambil alih kontrol yang lebih berat dan monoton. ya, saya selalu tersenyum melihat seorang ayah yg menimang anaknya atau seorang ibu yg sibuk merayu anaknya biar bisa tertawa. tetapi, untuk benar-benar mengatakan, "SAYA SIAP MENIKAH, BERUMAH TANGGA... SAYA LAMAR KAMU... SAYA TERIMA NIKAHNYA....." itu seperti berabad-abad kedepan, seperti akan mendengar Hitler mengatakan, "Guys, I love Yahudi".

Cinta itu, katanya, soal keajaiban. dan keajaiban itu, saya kira, bisa diraih sejauh hati kita masih sedikit bersih dan memiliki keyakinan.

dan salah satu dari sedikit, sedikit dan sangat sedikit sekali sahabat saya, menikah pada tanggal 21 Mei kemarin, menikah. menikah...



Malam sebelum hari pernikahan, saya dengan mata merah dan kaki terasa ancur-ancuran karena habis menempuh perjalanan jauh dari Jakarta, datang kerumah sahabat saya ini. ketika melihatnya dalam acara lamaran yg mana penuh nasihat berbau adat, lintas budaya antara dayak, jawa dan toraja. duduk disamping Ayah dari sahabat saya ini, saya benar-benar mengagumi dia, ya, saat saya bener-bener mengenal dia, dia selalu saya kagumi. saya kira, saya selalu menyanjung dan mengagumi, dan membanggakan sahabat terdekat saya. semua orang saya pikir seperti itu. dan ketika melihat kerja sahabat saya ini, KLB, dia memperlihatkan bagaimana potensi seorang anak pertama, sebagai pribadi yang tangguh didetik-detik menjelang pernikahannya. bukan seperti sinetron yg penuh derai air mata, tapi dipenuhi dengan angkat-angkat, jalan kiri kanan, sapu kiri kanan, tanpa ada acara pingit memingit sama sekali. satu dari ribuan cewek yang akan menikah saya kira. jarang sekali ditemukan seperti itu.

21 Mei memiliki pagi yang super cerah, saya ingat bagaimana malamnya saya menganjurkan memakai pawang (hahahaha), Pemberkatan nikah di gereja toraja membuat saya tenganga-nganga sambil sekali-sekali berkipas-kipas (panas soalnya). ketika janji mereka saling ucapkan, saya kira, tidak ada yg paling membahagian didunia ini selain berada disamping orang yg kita cintai. "Bagaimana perasaan saudari kartika lini baya saat janji diucapkan oleh saudara Heri Pranowo?" Bapak Pendeta bertanya, dan dia menjawab

"Saya Bahagia"

waktu pendeta bertanya, saya kira akan mendengar jawaban yang panjang, saya deg-degan takut itu si KLB bakal menjawab nyerocos seperti biasa, panjang dan lebar tapi mendengar jawaban pendek itu, mulut saya lebih terbuka lebar. tenganga. jujur. saya terharu.

Hei, tidak ada yg lebih menyenangkan dan membanggakan daripada mendengar pengakuan secara tulus dari orang-orang, sahabat-sahabat, keluarga kita bahwa mereka : BAHAGIA.

itulah kata pendek yg selalu ingin saya dengar dari orang-orang didekat saya. kata yang mematahkan segalanya, mantra bahwa perjalanan hidup sejauh ini sudah diraih secara sukses dan memenuhi segalanya.

Sepanjang siang, pengantin dipajang, saya mengangkut gelas, air dan sibuk ngurus kipas angin, kadang melihat pelaminan, wow, saya ingin berfoto-foto, tapi saya melongo, tidak berani. akhirnya, malamnya, saya ikut berpose, dan hampir kelepasan menarik sahabat saya ini untuk digandeng, hedeh, (biasanya sih gitu) padahal lagi diatas pelaminan didepan banyak orang. hihihihi... untung saya cepat sadar dah. dan ngesot dikit sambil senyum-senyum ndablek.

Dia sahabat terdekat saya, yang pertama menikah, yang membuat saya tahu bagaimana rasa dihari pernikahan teman terdekat. bangga, haru, merasa kehilangan, takut akan ada yang berubah, bingung sedikit, bahagia juga, merasa berarti karena sudah menyertai perjalanan sejauh ini, merasa menjadi saksi(sebab teman saya ini selalu ribut soal nikah dan ini dan itu), puyeng juga(takut nanti klo udah nikah ngak bisa ngutang-ngutang minjem duit lagi sama temen saya ini) dll

Selamat menempuh hidup baru ndut, semoga selalu bahagia....

Related Post



2 comments:

  1. Selamat buat sahabatnya. Semoga yang menuliskan kesan pernikahannya yang bagus ini cepat menyusul XD

    ReplyDelete