Thursday, May 26, 2011

SHELTER

All the places I've been and things I've seen
A million stories that made up a million shattered dreams
The faces of people I'll never see again
And I can't seem to find my way home

Cause it's almost like
Your heaven's trying everything to break me down

-Far From Home

Minggu lalu, pada hari yang sama, jam yang sama saya, kemungkinan saya sedang berjalan dibawah jembatan layang bandung, berjalan sambil berpikir atau dikejar-kejar sesuatu dan sekarang, saya duduk didepan meja, sambil sesekali melihat ke jendela. seperti saya tidak pernah begerak dari tempat ini, seperti saya tidak pernah kemana-mana. seperti minggu lalu, kemarin, itu tidak pernah ada.

Kadang, hidup itu seperti kilat, cepat menyambar, dan kemudian tidak terlihat. dan kadang hanya seperti kata Ralph waldo Emerson, "Kita berubah, apakah kita suka atau tidak"



Tentu saya masih ingat detail perjalanan saya, kebodohan, kenaifan yang saya buat. saya bisa menceritakan detailnya, saya rasa mampu menandingi Raditya Dika dalam bukunya Kambing Jantan, yg penuh bumbu, tetapi, itu bukan tipe saya. saya bisa melawak, kenapa saya pikir saya bisa? karena saya tertawa dengan nyaring.

ngomong-ngomong mengenai Raditya Dika, kenapa orang itu jadi tolol dan ngesot ngejar poopularitas ya? ya, mungkin dia punya sisi coin lain yg saya tidak kenali. tetapi, Maria Ozawa? really? You're just kidding me, right? Kambing Jantan, merupakan epic dari Raditya, tapi kemudian pada karya selanjutnya, hanya seperti bacaan sampah bagi saya. terlalu banyak bumbu sehinga asin, eneg. kentara sekali dia kehilangan khas-nya, muatan otaknya. Ms. Ozawa merupakan pilihan konterversi untuk sebuah popularitas. Raditya kuliah di Aussie, dia seharusnya punya sedikit otak dan tanggung jawab bagaimana mendidik adik-adiknya di Indonesia untuk lebih mempunyai moral yg lebih baik, bukan tambah memberi goncangan konterversi yg membuat si adik-adik sibuk mengetik di google, "Free porn Maria Ozawa" it's stupid. uh, kalau saja saya yg duduk di kursi Kick Andy, bakal saya patahin, hancurin habis-habisan, saya bunuh itu karakter Raditya Dika. oke, dia punya uang, tampang dan segalanya dan klo dia memang haus popularitas kayak Tony Stark di Iron Man, do something yg berguna bagi negara, Indonesia Raya (bah, ada apa dgn gw sampe segini amat berapi-apinya)

forget it about Mr Raditya, Leave him alone.

Dari kecil, saya terobsesi dengan ketinggian, itulah yang membentuk saya menjadi seorang climber, tetapi bukan ketinggian material yg cari, saya mencari keindahan kebenaran. kalau teman saya, dia terobsesi dengan prince charming, sebab itu lah dia jadi great stalker for love. mencari cinta sejati katanya. dan saya, saya mau menjadi penjelajah semua omong kosong, kehidupan berhutang penjelasan terhadap saya, oleh karena itu, saya ingin mendapatkannya.

L.A.W dengan A.R itu sama tingginya saya rasa, saya tidak bisa mengabaikan mereka sementara saat saya menulis ini, memory saya mengerucut dan ada mereka. L.A.W dan A.R merupakan kisah tinggi tanpa ada harapan sama sekali. disini saya kurang mengerti, sepertinya saya menyukai kisah yg bumbunya kosong dan tanpa harapan. itu seperti kehidupan yg real.

yah, layaknya, Never Let Me Go, Kate, "I come here and imagine that this is the spot. where everything I've lost since my childhood has washed up. I tell myself if that were true. and I waited long enough, then a tiny figure would appear on the horizon across the field. and gradually get larger until I'd see it was Tommy. He'd wave. and maybe call. I don't let the fantasy go beyond that. I can't let it."

ow, SENTIMENTIL

ah, kadang saya sedikit merindukan masa lalu dan memimpikan masa depan. saya ingin menyerah dan melepas apa yg saya impikan dan inginkan sekarang. tetapi jika saya lepas, adakah hal sebanding yg lebih dapat membahagiakan saya untuk saya kejar dan dapatkan dimasa mendatang.

Errr,,, tiba-tiba jadi kepengen jalan-jalan lagi, pengen jalan-jalan tanpa memikirkan kapan akan pulang, tanpa ada ketergantungan. ingin terus berpindah dari satu titik ketitik yang lain. hanya dengan seperti itu, saya benar-benar merasa lebih hidup, lebih ringan, lebih menerima, lebih ikhlas, tanpa ada ambisi, amarah dan kekecewaan.

AH, menanti usia 27. We'll see soon!

(Saya dan Mbak Jum)

Related Post



No comments:

Post a Comment