Monday, April 4, 2011

THE KIDS ARE ALL RIGHT (2010)


Directed by
Lisa Cholodenko

Starring
Annette Bening
Julianne Moore
Mark Ruffalo
Mia Wasikowska
Josh Hutcherson

Budget : $4 million.
Gross revenue : $34,705,850

“ ...marriage is hard... Just two people slogging through the shit, year after year, getting older, changing. It's a fucking marathon, okay? So, sometimes, you know, you're together for so long, that you just... You stop seeing the other person. You just see weird projections of your own junk. Instead of talking to each other, you go off the rails and act grubby and make stupid choices... You know if I read more Russian novels, then...” Jules – The Kids Are All Right

PLOT
Nic (Annette Bening) dan Jules (Julianne Moore), pasangan lesbian yang sudah menikah selama lebih dari 18 tahun. Mereka mempunyai anak, Toni (Mia Wasikowska), 18 tahun dan Lazer (Josh Hutcherson), 15 tahun. Toni dan Lazer merupakan anak yang dilahirkan oleh Nic dan Jules dari seorang donor sperma yang ditampung di sperm bank

Ingin mengetahui siapa orang tua biologis yang telah mendonorkan sperma, Lazer, dikarena kan belum cukup umur, meminta kepada Toni untuk mengontak Sperm Bank dan mencari tahu siapa orang tua biologis mereka. Dan kemudian mereka dipertemukan dengan Paul (Mark Ruffalo), si pendonor sperma. Pertemuan pertama mereka rahasiakan sampai akhirnya terjadi insiden yang membuat pertemuan tersebut diketahui oleh Nic dan Jules.

Nic dan Jules memutuskan mengundang Paul diacara makan bersama. Pada saat itu lah, Paul meminta Jules untuk mendesain dan mengolah taman rumahnya. Disaat Jules berkerja mengolah taman, dia dan Paul terlibat affair, yang mana membuat Paul tersadar, bahwa ditengah kehidupannya yang sudah mapan dan usianya yg menua, dia menginginkan keluarga.

Affair Paul dan Jules, kemudian diketahui oleh Nic, dan membuat Toni dan Lazer membenci Paul dan Jules atas kebohongan dan affair yang mereka buat. saat Paul datang kerumah Nic, Nic menghadang dengan kata, “Let me tell you something man, this is not your family. This is my family. You don’t know and you know why? Because you’re a fucking interpoler. If you wanna family so much, you go out and make your own”

Perspective
Jika kita menilai dalam kultur dan budaya barat, film ini merupakan film biasa dimana komunitas gay dan lesbian sudah bisa diterima didalam masyarakat mereka. Karena film sendiri di sutradarai oleh Lisa Cholodenko yang secara terbuka mengaku lesbian, maka The Kids Are All Right mempertontonkan bagaimana normal dan hal yang wajar sekali rumah tangga pasangan lesbian. Dan saat terjadi perselingkuhan antara Paul dan Jules, yang menjadi alas an bukan karena Jules merindukan rengkuhan dan berhubungan sex dengan lelaki, tetapi melainkan, sama halnya dengan pasangan norma heterosexual yang kadang merasa bosan dengan pernikahan mereka.

nah, karena hal tersebut lah membuat saya yang menilai dari kultur dan budaya timur, film ini judulnya terpeleset menjadi, “The Lesbians Are All Right”. Film ini membawa misi universal secara terbuka untuk pasangan Lesbian dan Gay untuk bisa diterima masyarakat secara umumnya. Sebab, dalam film ini, tidak ada sama sekali hal yg terlihat salah, anak-anak mereka tumbuh secara normal tanpa ada ketidak seimbangan psikologis.

Jadi, itu lah yang saya ingin lihat, saya mengira, film ini akan menyoroti secara psikologis dan perkembangan mental anak-anak dari pasangan lesbian. Ternyata, tidak ada saya temukan. The Kids Are All Right, merupakan film lesbian, yang anak-anaknya baik-baik saja meskipun dari pasangan lesbian. Kalau pun ada masalah, itu karena salah satu orang tua mereka berselingkuh. Dan itu pun bukan karena salah satunya tiba-tiba jadi straight, hanya karena bosan menjalani ibu rumah tangga. Seperti halnya pasangan-pasangan lainnya. Wow!!!

Open-minded
Sebenarnya, dari tontonan, kita bisa belajar membuka pikiran (bukan berarti harus mensetujui, hanya belajar memahami). Karenanya, saya banyak menonton film tidak hanya dari genre tertentu saja. Secara pribadi, saya tidak terlalu suka tentang film lesbian. Dulu saya terpaksa menonton Monster hanya karena ingin melihat acting Charlize Theron di film lesbi tersebut yang membuat dia memenangkan trofi OSCAR. Hal serupa juga pernah terjadi di film Boys Don’t Cry yang dilakoni oleh Hillary Swank.

Begitu juga dengan film The Kids Are All Right ini, ini merupakan film yg cerdas, yang mana sebuah kepingan kehidupan bisa disampaikan dengan begitu lincah, mengena dan powerfull didukung oleh acting yang kuat para casts-nya. Saya bilang ini film yang sungguh menarik, bagi kita orang Indonesia, kita tidak harus menghujat sebuah hubungan yang dimasyarakat kita akan disebut, “Penyimpangan seksual” kita cukup belajar memahami dan tahu, “Oh, benar-benar ada ya kehidupan seperti itu diluar sana” selanjutnya bagi umat beragama, silahkan mengucapkan doa dalam hati.

RECEPTION
Film ini memperoleh positive reviews Rotten Tomatoes, Metacritic dan New York Critic Onlines. Dia ajang festival, The Kids Are All Right memperoleh nominated for Best Picture at the 83rd Academy Awards (termasuk Annette Bening di nominasikan sebagai Best Actress dan Mark Ruffalo mendapat nominasi Best Supporting Actor), dan menang dalam Best Motion Picture for Musical or Comedy.

TRIVIA
When Jules is trying, awkwardly, to explain the reasons that lesbians might prefer to watch gay male pornography rather than porn showing two women together, one of the reasons she gives is that they always cast two straight woman pretending to be gay in those movies. Both Julianne Moore, who plays Jules, and Annette Bening, who plays Nic, are in their real lives straight actress pretending to be lesbians for this movie.



Related Post



3 comments:

  1. Gw takut liat ini Jib... takut jiwa gw terguncang, halah.. =)) Dimana-mana direview bagus yah. Well-well... nonton-gak-nonton-gak... *ngitung kancing*

    -hako-

    ReplyDelete
  2. HEDEHHH... santai wae lah. ngak bakal nular tapi ini film memang berbahaya klo di tonton oleh orang yg mentalnya lemah. sebab bisa menghujat, bisa terbawa.

    ReplyDelete
  3. Hahahah.... oke2, gw keknya cukup kuat mental dah, cm takut eneg aja. Dari dulu pengen liat Annette Bening, lama kali gak liat dia. Keknya terakhir american beauty itu..

    ReplyDelete