Wednesday, October 27, 2010

10.28.10

aku punya waktu 10 menit untuk menyelesaikan tulisan ini.
--------
I dont really know why i said yes. but yes, I do it finally. mungkin aku juga punya banyak pilihan. seneng juga sama orang yang hidupnya, tangan kiri dan kanannya dipenuhi banyak pilihan. jadi, akhirnya, aku menyetujui untuk jadi instruktur guru-guru di pedalaman dalam pelatihan diklat komputer, daerah perkampungan dayak, yang mana peserta penuh dengan eksotis daerah pedalaman. mereka takut memegang mouse komputer. seperti itu mouse (baca - tikus) beneran. ng masalah lah ya, namanya juga belajar.

sisi buruknya, aku cape. aku bolak-balik ke itu kampung. kembali ke kota kabupaten dalam jangka waktu harus aku kerja karena ada pekerjaan lain yang menunggu. dan yang bikin aku gahir jar urang banjar tuh (khawatir artinya) adalah jalanan bebatuan yang aku lewati. aku takut kenapa-kenapa. tapi, katanya Bismillah saja lah. kalo memang yang kita kerjakan itu baik, itikat baik, Insya Allah lancar saja lah.

di belahan bumi yang lain. tempat yang lain. aku termangu melihat seorang anak yang sepertinya sangat berbakat jadi model. sangat gaul dan punya tampang dan kemampuan gaul. kayaknya punya brightness future lah. belum lagi dia selalu jadi center of interest lingkungannya. beruntung sekali anak itu, dia jarang mendapat penolakan sepertinya. semua mendukungnya. aku jadi ingat sosok bodegaku yang tulisannya ng bisa aku selesaikan sampai saat ini.

dan lagi, ada Innocent face, dia suka menunduk kalo aku pepetin atau aku gangguin dikit. Oh Kiddo, why you so innocent or cute? i cant hold my feeling jadinya. wrong? not really kayaknya. biarlah menjadi kayak hal-hal sinting yang harus aku jalani dalam hidup ini, dalam aku yang manusia super biasa.

Love you God. Alhamdullah ya Allah. aku selalu pengen bersyukur, setiap aku ingat ingin mengatakan atau pun menuliskannya. Selengkapnya...

Saturday, October 23, 2010

Into The Wild

"What if I were smiling and running into your arms? Would you see then what I see now"
..............
Christopher McCandless: I will miss you too, but you are wrong if you think that the joy of life comes principally from the joy of human relationships. God's place is all around us, it is in everything and in anything we can experience. People just need to change the way they look at things.

Ron Franz: Yeah. I am going to take stock of that. You know I am. I want to tell you something. From bits and pieces of what you have told me about your family, your mother and your dad... And I know you have problems with the church too... But there is some kind of bigger thing that we can all appreciate and it sounds to me you don't mind calling it God. But when you forgive, you love. And when you love, God's light shines through you. Selengkapnya...

Sunday, October 17, 2010

The Dayak's Village!

Bena Baru, Berau, Kaltim, IND

dalam kisah kehidupan didaerah pedalaman, ada banyak hal yang mungkin tidak dapat dipahami oleh orang awam daerah perkotaan, dan saya pikir, begitu juga sebaliknya. yang menarik tinggal didaerah yang dikelilingi hutan dan bisa dibilang, akses tertutup dengan jarang tempuh yang lumayan sulit di jangkau, sangatlah menarik.

untuk pendidikan misalnya, sehubungan di kampung dayak Bena Baru belum ada SMP, anak-anak kampung ini yang berjumlah sekitar 40 orang melanjutkan bersekolah di kampung tetangga (Pegat Bukur) yang ditempuh 20 menit naik perahu kecil. ketika saya ikut naik perahu tersebut, hal yang terpikirkan oleh saya, "wow, asyik juga" sebab melintasi sungai kelay yang kiri kanan-nya masih rimbun oleh hutan-hutan. yang paling saya harapkan adalah melihat buaya kuning sungat kelay yang lumayan legendaris itu.

dan kampung Bena Baru ini sendiri, tempat tinggal anak-anak ini, masih sangat culture dan tradisional. rumah penduduk mayoritas rumah lamin, dan dibeberapa rumah memelihara Babi hutan dibawah kolong rumah mereka.

hhhhmmm.... Next, silahkan check this pic!

(pulang sekolah naik perahu)
(mandi berenang!)
(perahu tumpangan anak-anak sekolah dari Bena Baru)
(salah satu rumah adat di Bena Baru)
(naik perahu menuju Bena Baru)
(kampung Bena Baru, untuk bisa ke kampung ini, kita harus menyebrangi sungai Kelay)
Selengkapnya...

Friday, October 15, 2010

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I

Like most I'm not a fan of the sparks, but otherwise this poster is the first from the set that really works for me.








Selengkapnya...

It's time

It was enough but now, it’s not enough. Love isn’t enough when you speak about chances. We have been being together for long time, you know. Then you speak about your future. Tell about your serious relationship. You think that you’ve found the right one and wanna be together, maybe, so badly with the new one. You have built your fairy tale since I knew you. We was very young and stupid. Then, I know that you never give up for the perfect one.

Let it you free just like let my stupid away and be 100% smart. I need my stupid. I cant be totally smart because I will feel emptiness more bigger than before. I need my full feeling, need my hurt, my weak and happiness. I need to be a only human.

And I know, you want nothing from me but my freewill. And you know that I want nothing from you but waiting. Then you realize that you waited enough for me. We just cant be together.

It’s ok. I’m oke. We grew up. Love’s not Important than facts. Fact you need the Mr Right and fact I need find my greatest life. We’ve tried to find something in our self that worth it to see each other. We’ve tried hard. It’s time to stop. It’s about time to shout “ENOUGH” and let all our doubts away.

Nah, this is strong quote from LOST’s series, from Juliet Burke to James when she wants him to choice Kate, “just because two people love each other, it doesn’t always mean they’re supposed to be together!”

10.14.10

to ; the canyon

Selengkapnya...

Saturday, October 9, 2010

Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1 - POSTER











Selengkapnya...

DUNNO


Sebenarnya, saya ingin tidak masuk kerja hari ini. sehabis kehujanan tadi malem, saya berniat membawa motor saya kepencucian motor. lalu ke service untuk ganti oli dan mengencangi rantai. nah, waktu di service motor, saya menanyakan teman saya yang dikantor, ada kegiatan apa disana. setelah ngobrol-ngobrol sebentar, saya pun memutuskan untuk mampir kekantor.

setelah melenggang masuk, belum duduk, salah seorang teman saya bertanya, "Kawu dicari si An**!" setengah tidak percaya, saya bersuara, "HAH?" baru aja saya ber "HAH-HAH" ria sudah ada suara dari ruangan lain, "Juhri, come's here!" kerena tenggorokan saya sakit, saya menyahut setengah tercekik, "Yes Sir, tapi bentar dulu, saya ngambil minum dulu!"

Saya pun datang keruangan Sir An**, Manager kami. sambil membawa air hangat ditangan saya, lalu saya letakkan diatas meja, diruangan itu, selain Pak An** sudah ada bapak Cute *menurut mas Aji* dan si Tika semok. katanya sih mereka udah meeting pengarahan duluan. "silahkan duduk!" ujar si Bos, "saya berdiri saja pak!" saya pewe menyandar di sisi pintu. si An** mendorong kursi ke saya, dengan gayanya yg selalu pintar bermanis-manis, "kamu diposisi kehormatan hari ini!" muka saya masam. saya merasa, akan ada angin buruk yang melelahkan akan bertiup.

si An** pun ngomong, BLA BLA BLA BLA BLA.... "jadi, saya mengharapkan Mas juhri untuk memetakan secara dekomentasi video di wilayah-wilayah yang saya sebutkan tadi!" defense saya meloncat otomatis, " itu sulit Sir, mengingat waktu yang sempit, mengingat sumberdaya, mengingat urgent-nya juga ng penting-penting amat. tidak disebutkan dari kreteria dasar yang Sir sebutkan tadi"

(Saya sangat yakin, saya mendengar suara desahan tawa dibelakang saya, teman-teman saya memahami keinginan saya untuk menghindari pekerjaan dadakan ini)

(tapi, saya juga sangat TIDAK yakin, kalau saya bisa berkilah, untuk terlepas dari cengraman si An** yang superambisiusdalamkeinginanannygterutamauntukkarirnya-baca satu nafas-red)

dan benar, dia bertahan, dan kekuh dengan keinginannya untuk pemetaan video presentasi untuk visi yang dia inginkan yang tidak penting-penting amat menurut saya (penting sih sebenarnya, tapi memikirkannya aja sudah bikin cape). dan dia menyebutkan tentang final jika sukses akan ada yg tampil di TV dengan durasi selama satu jam. oh God, menyebutkan ini aja saya udah hampir ngakak. maybe he can gets he wants but c'mon, dont say something stupid that makes somebody laugh of louds.

and then, karena saya tidak punya pilihan lain, saya berkata, "tapi dengan satu syarat, Sir!"
"Apa syaratnya!"
"Tolong jangan terlalu cerewet jika dalam proses kerjannya nanti, sebab bakal membuat saya kesulitan untuk focus!'
saya dapat mendengar dia berkata, "Asem!" dan kemudian disambung kalimat, "Ya, nanti saya bagian koreksinya saja, saya tidak akan menuntut banyak, sebab waktunya mepet!"
sepertinya sudah disepakati.

yang paling saya tidak inginkan, saya khawatirkan adalah :
1. komentar orang-orang Public Relation dalam pekerjaan saya. sebab mereka akan merasa profesional dalam kerjaan ini.
2. Kerjaan saya asal-asalan, mengingat waktu, lokasi dll. walau pun saya berat menerima perkerjaan ini, saya tetap ingin mengerjakan sebaik-baiknya yg saya bisa. dalam beberapa hal, saya kurang suka pekerjaan ngasal sebab nantinya saya akan menyesali akhirnya.
3. saya bingung dengan pengaturan waktunya.
4. orang yg gampang mabuk darat seperti saya, akan memperimbangan ratusan kali untuk jalan darat. tetapi perjalanan darat naik mobil sepertinya tidak bisa dihindari. kalau bisa ditempuh naik motor saya mending motoran aja dah. atau kalau misalnya bisa dapat ijin ikut speed boat. ah, enaknya.
----------------------------

itu lah kehidupan, tidak semunya bisa kita hindari. kadang kadang kita harus mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai. kadang-kadang kita harus mengganggukkan kepala mesti itu sulit. terkadang, kita harus bisa bernafas satu kali, pada bagian yang menuntut kita bernafas sepuluh kali.


Selengkapnya...

Friday, October 8, 2010

Forgotten


Ini kejadian tadi sore, 11.08, seharusnya saya pulang kerja jam 5, saya harus menghilang dengan sangat tidak sopan pada jam 4 sore. kenapa? karena saya harus menggambil barang saya yang ketinggalan di tempat lain, tempat yang akan segera tutup dan barang saya yang "penting" itu harus saya ambil secepatnya. kok bisa ketinggalan? saya memikirkan hal lain soalnya.

dan di jam 6 sore, saya ada kerjaan lain dimalam hari. di tas punggung saya, saya memilah-milah barang-barang yang akan saya bawa, karena saya pikir, bisa patah pinggang saya kalau membawa barang-barang lain yang tidak penting dipekerjaan yang malam ini. yang saya ingat, adalah, BAWA SPEAKER, BAWA SPEAKER, BAWA USB, BAWA USB, BAWA LAPTOP BAWA LAPTOP. setelah request sama si Mama, minta dibikinkan Milo hangat, saya minum tidak sampai habis, saya menyumbat kuping dengan soundtrack lagu korea lama, Jun-ha, ost dari Prince Ho. saya menempuh perjalanan yang status jalannya di sertu, sambil komplain didalam hati dengan tetangga didepan rumah, "kok, jalan lobang becek gitu ng diusahakan ditutup sih, kita jadi sulit lewatnya!"

setelah full soundtrack dengan jarak tempuh 30 menit, saya nyampe di kota (anggap lah begitu, karena didepan rumah itu, anda bisa melihat hutan rimba) saya singgah di tempat fotocopy, melirik jam, saya masih punya waktu untuk mampir diwarnet sebentar. kalau-kalau ada yg comment di album foto Deathly Hallows part 1 yang baru saya upload di siang harinya. tentu itu alasan paling tolol dan tidak masuk akan untuk mampir diwarnet bagi pria setua usia saya. tapi ya, saya melakukannya.

setelah otak atik website, saya ingin menyimpan sesuatu yang saya anggap 'SANGAT PENTING' saya meraba-raba tas punggung saya, memasukkan tangan saya sedalam-dalamnya, saya tidak menemukan yg saya cari. USB saya ketinggalan, saya butuh itu benda untuk menyimpan data saya, atau pun pekerjaan saya malam ini. saya memutar otak, saya akan meminjam USB di operator sebentar dan memindahkan data ke laptop. saya mengeluarkan laptop. dan di bagian betrai menganga lebar. kembali saya meraba-raba isi tas saya.

BETRAI LAPTOP LI-ION SAYA KETINGGALAN JUGA. BITCH, SHIT, FUCK, DAMN. SAYA PANIK PLUS STESS. bagaimana saya bisa berkerja malam ini tanpa laptop yang bisa menyala. saya, dengan sangat sadar tadi, meninggal charger laptop saya. dan sangat TIDAK SADAR, saya meninggal Li-Ion saya. tanpa laptop, tanpa USB, hanya Speaker, SAYA IMPOTEN MALAM INI.

hmmm.... saya tidak yakin itu Li-Ion ketinggalan dirumah, saya tidak mengingat pernah mengeluarkannya kedalam tas. saya yakin ketinggalan di ruang kantor. dan tau tidak? diluar hujan. hujan-hujan, saya kembali kekantor. "Pak satpam, saya mau ke Comdev Dept, betrai laptop saya ketinggalan!" si Satpam tertawa-tawa meng-iyakan, buru-buru saya masuk kedalam. masuk kedalam ruangan, buka-buka laci, memandangi meja-meja yang telanjang tanpa ada Li-Ion yg saya cari. saya hilang akal.

dengan gugup, saya memutar otak. saya meragukan daya kerja otak saya. saya tidak jago melucu dalam hal ini. tapi saya mulai yakin, tanpa sadar itu betrai saya lemparan entah dimana seperti layaknya bungkus permen yang tidak berharga yang bisa dijatuhkan di samping kaki presiden sekalipun tanpa ada yang sadar.

tambah stres, saya menelpon orang rumah, hampir menjerit saya berkata, "Check kan isi kamarku, adakah betrai laptopku ketinggalan!" setelah di check jawabannya "Ada!" selesai satu masalah. tetapi, saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai, saya butuh USB. saya menelpon teman, menjerit mohon pinjaman USB seperti memohon pinjaman kredit untuk menikah. si Teman itu balas memohon ke kakaknya yang dokter meminta pinjaman, dan si Kakak meminjamkan USB temannya ke saya. oh, panjangnya rantai kehidupan.

PEKERJAAN SAYA PUN AMBURADUL. saya putus asa. di dalam tas saya hanya ada laptop yang sulit dicarikan aternatifnya untuk menyala, dan ada speaker yang bawa. setidaknya saya mendapat pinjaman USB.

hal yang sangat saya herankan, kenapa begitu banyak hal yang terlupakan oleh saya sekarang ini? bayangkan saking jengkelnya, dirumah teman saya, saya sampai berkata, " aku tolol, bodoh bener. saking pelupanya semua ketinggalan, kalau nyawa bisa ditinggal, ditinggal dah tuh!"
begitulah. di kasus lain, misalnya nih, saya sangat ingin membalas sms orang-orang yang masuk, tetapi perhatian saya akan sangat gampang teralihkan, dalam hitungan menit kedepannya, saya sudah lupa. dan keesokan harinya baru kadang terbalas. padahal saya sangat ingin membalasnya pada saat itu juga. alhasil, sebelum saya tidur malam, saya sibuk mengirim sms yang tidak terlalu jelas keteman-teman dekat saya, yg isinya tentang keluhan-keluhan, rencana-rencana dll. saya jadi merasa bersalah dengan teman-teman saya.

hhhh... saya jadi berpikir, kenapa saya begitu gampang melupakan sesuatu yang sebenarnya sangat penting untuk saya. mungkin, karena akhir-akhir ini saya jarang mengingat Tuhan saya, Allah SWT, jadi Dia menegur saya, mengambil sedikit kekuatan otak saya untuk focus mengingat. Seharusnya, saya harus lebih banyak lagi mengingat-Nya, menyebut nama-Nya. Mengatakan "Alhamdullillah" " Astagfirullah" "Insya Allah" "Amin" "Bismillah" bukannya kata "Fucking Bullshit" "Brengsek" "Sialan" "Goblok" "Damn" "Son of A Bitch"

Ampuni saya ya Allah.... Selengkapnya...

My List

Okt. thingking about this month, talking about this month. Many things to do. wondering what I must do firstly. this is my list. I dont feel comport to speak about my work. about my things. but everything's out of control this my month.

saya semestinya menyelesaikan 20 profile laporan unit usaha yang memang harus saya kerjakan, faktanya, saya baru mengerjakan 3 profile unit usaha. saya berhutang 17 lagi. saya harus membayar hutang-hutang saya yang menumpuk, bahkan saya tidak tahu untuk apa saya berhutang (mungkin saya tahu, tapi saya pura-pura tidak tahu). Saya harus menyelesaikan koreksi 5 kelas tugas perserta didik yang saya ajar untuk 2 bidang studi yang berbeda. saya harus menyelesaikan perangkat pengajaran, RPP, prota promes yang ng tau tuh istilahnya benar atau ng saya tuliskan.

saya harus mengganti oli motor saya, kilometer-nya sudah menunjukkan olinya harus diganti. saya mendaptar fitness dipusat kebugaran tetapi saya bahkan bingung mengatur waktu kapan saya bisa datang. saya harus meneraktir anak-anak yang saya ajak tampil diacara perusahaan, saya sudah menjanjikannya. saya harus konsentrasi dalam belajar bahasa dayak, saya harus lancar menyanyi lagu perancis yang ingin saya nyanyikan di pesta pernikahan sahabat dekat saya. saya harus menyusun rencana.

dan lagi, saya harus berpikir tawaran pekerjaan lain yang di offer ke saya, yang lumayan membuat saya tergiur. karena bisa jadi sangat berpengaruh di kehidupan saya yang mendatang. saya harus memperhatikan jadwal ulang pekerjaan saya karena saya bekerja di 3 tempat yang berbeda dengan pengaturan waktu yang kacau.

dan minggu ke-2 bulan ini, okt. saya sepertinya akan ikut jadi trainer pelatihan di kampung dayak. yang saya pikir akan sangat menyenangkan. walau faktanya saya tidak tahan dengan perjalanan darat.

semuanya di bulan oktober. saya lupa, saya harus membelikan mama jamu akar tanjung.
dan saya menulis ini dengan sangat berantakan! Selengkapnya...

Wednesday, October 6, 2010

My Way

Pada zaman dahulu kala, ada seekor Dragon Fly yang belajar terbang, DF ini sangat rapuh dan ambisius. bahkan sempat berpikir, akan mempu menyebrangi continent hanya dengan wings-nya. tapi si DF tidak bisa terbang, dia tidak tahu sayap mana yang harus digerakkan agar badannya terangkat.

dalam sebuah kebingungan yang membuatnya hangus, haus dan ingin menangis. Datanglah seekor kupu-kupu tua, dengan segala kesederhanaan, "gerakkan sayapku yang kanan 30 derajat lalu goyangkan sayapmu yang kiri 45 derajat"

"dan jika salah dan badanmu tidak bisa terangkat, aku akan membuat angin dengan kibasan sayapku sehingga kau dapat belajar terbang!"

DF senang mendengarnya, tetapi, dia meragukan sesuatu, "kalau kau membuat angin dengan sayap tua dan rapuhmu, maka warna disayapmu akan berjatuhan, lalu retak!"

"Aku rela, tetapi agar kau tidak merasa bersalah, kau menebusnya!"
"Dengan apa?" tanya DF
"kelak, kalau kau melihat ada yang belajar terbang, dan kau cukup tau, kuat maka ajarilah walau harus ditebus dengan pengorbanan kecilmu"

akhirnya, Dragon Fly itu pun dapat terbang, belajar bangga, belajar melawan angin, dan jatuh manis direrumputan. hidup dengan permintaan kecil dari sang kupu-kupu tua yang sangat sederhana.
-------------------

Tidak pernah sama sekali mengira kalau aku akan berat melepas hal yang mulanya tidak aku inginkan. kalau ternyata tanggung jawab,pilihan yang aku anggap sepele hanya untuk mengisi waktu luang akan menjadi pilihan dan tanggung jawab yang sangat berat untuk aku permainkan pada akhirnya.

Aku memikirkan mereka, dan tidak bisa munafik, aku juga memikirkan cara mereka menilai. aku menjaga segalanya agar dinilai pantas. aku mempertimbangkan senyum ramah mereka, ketidaksopanan yang kadang membuatku sedikit marah. aku mempertimbangkan hal kecil yang mungkin bisa aku ubah, yang mungkin bisa membuahkan sesuatu yang manis.

Didalam sebuah persimpangan untuk melepas mereka, melepas diri dari mereka walaupun dianggap belum selesai dengan mereka, dan rasa suka yang akan dicabut paksa karena sebuah kemungkinan dan pilihan lain.

pada akhirnya, aku hanya dapat berpikir, mudah-mudahan Tuhan diatas sana, selalu memberi yang terbaik bagiku, kehidupanku, keluargaku, agamaku dan duniaku. Selengkapnya...