Thursday, February 11, 2010

Feb 13th, 2010

(capture my final presentation)
Nah, ntar di final presentasi kebagian round 3, sedangkan second rounds akan diisi oleh Mb Fitri. trus si Mb Fitri ini, cewek terkuat, ter-strong, ter-smart. membuat aku yang bakal tampil setelah dia dag-dig-dug ng karuan. yang bener aja, klo misalnya project Mb Fitri perfect (yang aku yakini pasti perfect) trus waktu aku demo project-ku hasilnya ng sebagus milik Mb Fitri. habis lah sudah. hal ini yang membuat aku bener-bener nerveous.

kenapa sih pengaturannya ng aku dulu baru si Mba Fitri. Klo misalnya aku sudah tampil, terserah dah orang yang setelah aku gimana, mau bagus atau jelek ng masalah. tapi klo misalnya tampil setelah yang terbaik, bakal berbeban dan jadi bahan perbandingan yang sulit ditutup-tutupi. haduh. jadi kepikiran. pikiranku dah paronoid aja terus. takut nanti si laptop ng bisa connect di LCD lah, klo misalkan ini Laptop ng bisa konek di LCD, itu merupakan mimpi terburuk di awal tahun. soalnya ini project, bakal maksimal klo di support oleh instalasi XAMPP tanpa itu, bakal sulit demo-nya. ng bisa hanya mengandalkan koneksi dari server online doank. hanya bisa berdoa sekarang. semoga semua lancar-lancar saja.
Selengkapnya...

Tuesday, February 9, 2010

82nd Annual Academy Awards®


Winners to be announced on Sunday, March 7th 2010
Best Motion Picture of the Year
* Avatar
* The Blind Side
* District 9
* An Education
* The Hurt Locker
* Inglourious Basterds
* Precious
* A Serious Man
* Up
* Up in the Air

Achievement in Directing
* James Cameron, Avatar
* Kathryn Bigelow, The Hurt Locker
* Quentin Tarantino, Inglourious Basterds
* Lee Daniels, Precious
* Jason Reitman, Up in the Air

Performance by an Actor in a Leading Role
* Jeff Bridges, Crazy Heart
* George Clooney, Up in the Air
* Colin Firth, A Single Man
* Morgan Freeman, Invictus
* Jeremy Renner, The Hurt Locker

Performance by an Actor in a Supporting Role
* Matt Damon, Invictus
* Woody Harrelson, The Messenger
* Christopher Plummer, The Last Station
* Stanley Tucci, The Lovely Bones
* Christoph Waltz, Inglourious Basterds

Performance by an Actress in a Leading Role
* Sandra Bullock, The Blind Side
* Helen Mirren, The Last Station
* Carey Mulligan, An Education
* Gabourey Sidibe, Precious
* Meryl Streep, Julie & Julia

Performance by an Actress in a Supporting Role
* Penélope Cruz, Nine
* Vera Farmiga, Up in the Air
* Maggie Gyllenhaal, Crazy Heart
* Anna Kendrick, Up in the Air
* Mo'Nique, Precious

Best Animated Feature Film of the Year
* Coraline
* Fantastic Mr. Fox
* The Princess and the Frog
* The Secret of Kells
* Up

Original Screenplay
* The Hurt Locker, Mark Boal
* Inglourious Basterds, Quentin Tarantino
* The Messenger, Alessandro Camon and Oren Moverman
* A Serious Man, Joel Coen and Ethan Coen
* Up, Pete Docter, Tom McCarthy and Bob Peterson

Adapted Screenplay
* District 9, Neil Blomkamp and Terri Tatchell
* An Education, Nick Hornby
* In the Loop, Jesse Armstrong, Simon Blackwell, Armando Iannucci and Tony Roche
* Precious, Geoffrey Fletcher
* Up in the Air, Jason Reitman and Sheldon Turner

Best Foreign Language Film of the Year
* Ajami (Israel)
* El Secreto de Sus Ojos (Argentina)
* The Milk of Sorrow (Peru)
* Un Prophete (France)
* The White Ribbon (Germany)

Original Score
* James Horner, Avatar
* Alexandre Desplat, Fantastic Mr. Fox
* Marco Beltrami and Buck Sanders, The Hurt Locker
* Hans Zimmer, Sherlock Holmes
* Michael Giacchino, Up

Original Song
* "Almost There," Music & Lyrics by Randy Newman (The Princess and the Frog)
* "Down in New Orleans," Music & Lyrics by Randy Newman (The Princess and the Frog)
* "Loin de Paname," Music by Reinhardt Wagner; Lyric by Frank Thomas (Paris 36)
* "Take It All," Music & Lyrics by Maury Yeston (Nine)
* "The Weary Kind," Music & Lyrics by Ryan Bingham and T Bone Burnett (Crazy Heart)

Achievement in Art Direction
* Avatar
* The Imaginarium of Doctor Parnassus
* Nine
* Sherlock Holmes
* The Young Victoria

Achievement in Cinematography
* Avatar
* Harry Potter and the Half-Blood Prince
* The Hurt Locker
* Inglourious Basterds
* The White Ribbon

Achievement in Costume Design
* Bright Star
* Coco Before Chanel
* The Imaginarium of Doctor Parnassus
* Nine
* The Young Victoria

Best Documentary Feature
* Burma VJ
* The Cove
* Food, Inc.
* The Most Dangerous Man in America: Daniel Ellsberg and the Pentagon Papers
* Which Way Home

Best Documentary Short Subject
* China's Unnatural Disaster: The Tears of Sichuan Province
* The Last Campaign of Booth Gardner
* The Last Truck: Closing of a GM Plant
* Music by Prudence
* Rabbit a la Berlin

Achievement in Film Editing
* Avatar
* District 9
* The Hurt Locker
* Inglourious Basterds
* Precious

Achievement in Makeup
* Il Divo
* Star Trek
* The Young Victoria

Best Animated Short Film
* French Roast
* Granny O'Grimm's Sleeping Beauty
* The Lady and the Reaper (La Dama y la Muerte)
* Logorama
* A Matter of Loaf and Death

Best Live Action Short Film
* The Door
* Instead of Abracadabra
* Kavi
* Miracle Fish
* The New Tenants

Achievement in Sound Editing
* Avatar
* The Hurt Locker
* Inglourious Basterds
* Star Trek
* Up

Achievement in Sound Mixing
* Avatar
* The Hurt Locker
* Inglourious Basterds
* Star Trek
* Transformers: Revenge of the Fallen

Achievement in Visual Effects
* Avatar
* District 9
* Star Trek Selengkapnya...

Monday, February 8, 2010

My Prince. My Hero. My Brother

Intro. Waktu menulis tentang ini, tanganku sedikit gemetaran, mungkin pengaruh cafein dari kopi yang aku konsumsi. Dosisnya sepertinya terlalu besar, jadi sedikit bikin jantung seperti dipacu.
----
Waktu masih kecil dulu, mungkin karena jarak usiaku sama si Abang terlalu dekat, Mama tidak bisa mengasuh kami secara bersamaan. Dan mama kemudian meng-offer si Abang kepada adiknya yang kebetulan menjanda dan tidak memiliki anak. Dan waktu masih kecil, aku tidak pernah akur dengan si Abangku yang satu ini, terlalu banyak jeleous diantara kami. Dan Bapak atau pun Abangku yang pertama (sulung) memperlakukan kami seperti anak kembar. Jika di belikan suatu barang. Entah baju, sepatu dll, warna, merk etc pasti sama.

Dan bersamaan dengan si Abangku Y yang di offer ke adik Mama, aku jadi punya wilayah kekuasaan. Dan aku terbilang dekat dengan Abangku SJ (satu tingkat diantas Abang Y), Abangku SJ merupakan Abangku yg paling cool, waktu dia masih ABG, ketika dia di offer sekolah kekota, setiap pulkam, aku selalu menantikan dia. Ada yang berubah dari dia semenjak sekolah di kota, sepertinya dia semakin sulit tersenyum dan punya banyak tekanan. Tapi, waktu itu, aku terlalu kecil untuk bisa memahaminya.

Kembali ke Abangku Y, dia kembali kekami setelah adik Mama ini meninggal diusia muda. Agak sulit menerima Abang Y sebab dia lama terpisah dari kami. Waktu itu, aku sianak bontot, paling manja, jadi sama sekali tidak memikirkan 5 abang-abang lelaki-ku. Sebab kami masing-masing punya koalisi dikeluarga. Abang ini dekat dengan abang ini. Dan aku, mungkin karena sikapku paling egois, tidak kebagian koalisi mana. Jadi lebih sering menghabiskan waktu dengan Mama dan tentu saja, mendengar sandiwara radio, menonton TV dan membaca buku. Dan tentu saja, adu mulut menentang kebijakan-kebijakan bapak yang aku anggap tolol.

Tahun-tahun berlalu, saat aku ABG, aku tetap tidak berhasil mendapat tempat dalam koalisi-koalisi dari abang-abangku, mereka punya cerita sendiri-sendiri dalam setiap koalisi, punya ketertarikan sendiri. Belakangan, abanku Y sangat dekat dengan Abang SJ. Mereka membentuk koalisi solid, sebab mereka berada di sekolah yang sama. Di SMP yang sama, kemudian di SMA yang sama. Dan aku selalu dapat tempat yang berbeda. Sekolah yang berbeda, ambisi yang berbeda. Dan kerena terbiasa tidak mendapat koalisi yang di bentuk para abangku, aku terbiasa sendiri. Dan akhirnya, aku punya 2 kehidupan. Kehidupan dirumah dan kehidupan disekolah. Prinsipku paling mendasar waktu ABG, adalah, jangan sampai 2 kehidupan itu campur aduk. Kehidupanku dirumah sama sekali buta tentang kehidupanku disekolah, dan kehidupanku disekolah buta mengenai kehidupanku dirumah. Aku tidak punya banyak pilihan dan aku sama sekali tidak pandai menceritakan kebenaran kepada keluargaku dan kepada teman-temanku disekolah. Jadi kehidupanku waktu ABG dulu, tidak lebih seperti baying-bayang yang sulit ditafsirkan.

Nah. Ketika aku mulai kuliah. Abangku Y mengambil alih tanggung jawab orang tua dan abangku yang pertama. Dia bertekad menjadi wali-ku sepenuhnya. Apakah yang terjadi? Mungkin waktu akhirnya menjawab, setiap kali kami berantem atau bertengkar dimasa kecil, disitulah kami belajar memahami satu sama lain. Dan kami sebenarnya satu pemikiran, tapi beda dalam cara merefleksikan. Jika pemikiranku bulat dan tidak kenal ampun, maka dia adalah yang berpikiran lapang dan selalu kenal menerima dan mengikhlaskan.

Seiring dengan waktu, Abangku Y, yang pernah di depag dari keluarga karena aku, dia harus mengalah karena konsekuensi kelahiranku, yang sama sekali tidak terpikirkan olehku adalah orang terakhir yang berkorban banyak dalam hidupku. Dia mengorbankan karirnya, kehidupannya dan sekolahnya sendiri demi aku. Dia memberikan semua hal yang dia bisa untuk aku, aku selalu bertanya-tanya, apa kalau aku berada diposisi dia akan melakukan hal yang sama? Dia banyak kehilangan, seperti kasih sayang dan kesempatan. Aku tahu, sebagaimana pun aku mengusahakannya itu tidak akan bisa tergantikan. Tapi, Abang Y sama sekali tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Dia bukan pribadi yang good talker tapi dia pribadi good listener. Oleh karena itu, setiap masalah terbesar dalam hidupku, tempat sampahku adalah dia. Kami menjadi tim yang baik. Menertawakan nasib, memperjuangkan nasib, dan kadang, tentu saja, menyumpahi dan menyalahkan masa lalu.

Seperti misalnya suatu hari, di sepertiga tahun 2009, aku begitu berapi-api untuk mendatangi rumah tempat kami sewaktu kecil dilahirkan. Dia berkesimpulan, aku tidak akan menemukan apa-apa ditempat itu, tempat itu sudah rubuh. Tapi aku bersikeras ingin melihatnya. Sebab aku akan menemukan semua hal yang pernah paling indah dalam hidupku ditempat itu. Tapi aku lupa, kalau dulu, kami punya 2 sisi hal yang berbeda. Dia adalah selalu menjadi pribadi pelampiasan, yang selalu menerima, dari sewaktu dia kecil, ini lah yang membentuk pribadi dia sampai dewasa. Dan aku adalah pribadi konsekuensi, mengatakan kebenaran, kemudian takut akan hukuman, kemudian dilemparkan kesungai. Dan aku akan mengulanginya lagi, dan lagi.
Kami memiliki sebuah ironi, aku tahu, dia kadang ingin seperti aku. Dan aku tahu sepenuhnya, kalau kadang aku iri dengan kehidupannya, aku iri dengan harta tak terlihatnya, yaitu kelapangan hati. Dia tipe manusia yang memiliki ketulusan diatas rata-rata. Dia mewarisi semua itu dari mama. Sedangkan aku hanya mewarisi separo-nya saja. Mungkin tidak sampai.
Aku selalu mencoba masuk didalam kehidupan dia, pertemanan dia. Dan aku menemukan banyak kenyamanan, kejujuran dan kelapangan antara dia dengan teman-temannya. Dan dia sama sekali tidak tertarik masuk kedalam kehidupanku. Sebab memang, dia tidak akan menemukan apa-apa disana. Kecuali setumpuk gengsi dan kebohongan-kebohongan untuk terlihat sempurna.

Dan memang, aku meyakini, dia tidak akan sama sekali meminta apa-apa kembali dari hidupku. Dia selalu akan berkata, itu hidupmu, kau jalani semaumu, kau cukup ambil apa yang kau inginkan dan kau anggap baik. Dan aku juga sadar, aku tidak akan benar-benar mampu membalas semua kebaikannya, membalas semua ketulusannya, membalas semua pengorbanannya. Aku hanya bisa meyakini, Tuhan akan membalasnya, memberikannya kebahagiaan utuh terhadap dia. Dia berhak mendapatkannya. Melebihi siapapun yang ada dalam keluarga besarku.

Standar kehidupan yang baik dan membahagiakan, yang aku yakini adalah ketulusan hati, kelapangan dan keikhlasan. Dan Abangku Y punya semua itu. Dia bersikap baik tidak hanya terhadap aku, tapi juga lingkungan tempat dia tinggal. Dia tidak pernah berantem sama orang, atau mengatakan sesuatu yang bisa menyakiti orang lain. Dia punya hubungan baik dengan tetangga-tetangga dia. Waktu aku menulis ini, aku baru benar-benar menyadari, dia tidak pernah membuat masalah dikeluarga, dan yang paling tidak pernah menuntut apa-apa di keluarga. Dan tidak pernah membebani keluarga. Aku jadi senyum-senyum sendiri kalau membandingkan dengan aku. Dia bukan pribadi yang pintar. Otaknya sangat biasa-biasa saja. Tapi dia punya nama sebagus pribadi dia.

Sebenarnya dia tidak hanya jadi my prince, my hero. Tapi aku kira, semua keluargaku beranggapan seperti itu ke dia. Dia lah yang sebenarnya paling bersinar diantara aku dan abang-abangku yang lain. Dia lah yang sudah membuktikan, tentang kerja keras dan loyalitas. Hal ini sama sekali tidak pernah aku kira sebelumnya, kalau dari semua buku biografi yang pernah aku baca, yang begitu hebat dan bisa merubah dunia, ternyata yang benar-benar bisa aku anggap pahlawan di dunia nyata. Adalah abangku sendiri. Dia memang bukan pahlawan yang bisa merubah dunia, tapi dia lah pahlawan yang merubah dan memperjuangkan kehidupanku. Dan sebenarnya, kita tidak membutuhkan pahlawan besar yg dipuji banyak orang karena sesuatu yang dia lakukan tetapi kita membutuhkan pahlawan nyata yang memperjuangkan dengan penuh pengorbanan akan hidup kita yang membuat kita menjadi pejuang untuk memperjuangkan sesuatu yang kita anggap berharga. Bukan hanya untuk membalas pengorbanan dia, tetapi juga untuk semua hal yang kita anggap bernilai untuk kita perjuangkan.

Selengkapnya...

Sunday, February 7, 2010

Everybody's Fine

“Are you happy?”
Frank(Robert De Niro) yang mengundang anak-anaknya untuk melewati akhir minggu bersama harus menelan kekecewaan sebab semua anaknya re-call dan mengatakan tidak bisa datang. Frank yang kesepian memutuskan tanpa sepengetahuan dokter pribadinya, berangkat mengunjungi ke-4 anaknya satu persatu,
Perjalanan Frank di mulai dari anaknya yang paling muda, David di New York. Sesampai di apertemen David di New York, Frank tidak bertemu dengan David setelah menunggu semalaman. Kemudian Frank melanjutkan perjalanan dengan Kereta Api untuk menemui anak pertama-nya, Amy(Kate Beckinsale).
Frank sangat bangga dengan Amy yg berkarir di high-advertising. Dan punya kehidupan mapan, tapi dibalik itu semua, Frank menemukan hal yang ganjal dari kehidupan Amy. Setelah tinggal semalam di rumah Amy, Frank beranjak menemui anaknya yang ke-2 Robert(Sam Rockwell). Dan Robert tidak seperti yang Frank pikirkan, Frank yang mengira Robert adalah seorang conductor pemimpin orkesra ternyata hanya lah seorang penabuh drum. Dengan alasan sangat sibuk, Robert mengantar frank ke stasiun KA, untuk menuju Las Vegas tempat anaknya yang ketiga, Rosie(Drew Barrymore)
-------------
Film ini berisikan kebohongan-kebohongan bagaimana anak-anak Frank mengatakan hal-hal yang hanya bersifat kabar gembira dan yang hanya ingin didengar ayah mereka tanpa mengatakan hal yang sebenarnya. Amy, Robert, Rosie dan David menutupi banyak hal dari Frank, karena Frank bukan pribadi “Good listener” melainkan, “Good talker”.
“Are you happy?” Frank selalu menanyakan itu setiap kali bertemu dengan anak-anaknya. Menjelaskan, bahwa hal terpenting dalam hidup adalah kebahagian. Apapun hidupmu, apapun yang kau jalani, seberapa bagus karirmu, yang terpenting adalah kau bisa menjawab dengan pasti pertanyaan, “are you happy?” Selengkapnya...

Thursday, February 4, 2010

Just see IT




Selengkapnya...

Anyway

by. Mother Teresa

People are often unreasonable, illogical and self centered;
Forgive them anyway.

If you are kind, people may accuse you of selfish, ulterior motives;
Be kind anyway.

If you are successful, you will win some false friends and some true enemies;
Succeed anyway.

If you are honest and frank, people may cheat you;
Be honest and frank anyway.

What you spend years building, someone could destroy overnight;
Build anyway.

If you find serenity and happiness, they may be jealous;
Be happy anyway.

The good you do today, people will often forget tomorrow;
Do good anyway.

Give the world the best you have, and it may never be enough;
Give the world the best you've got anyway.

You see, in the final analysis, it is between you and your God;
It was never between you and them anyway.

translate bebas :
Anyway
oleh Bunda Teresa

Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan
Hanya mementingkan diri
Bagaimanapun, maafkanlah mereka

Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain
Menuduhmu punya pamrih
Bagaimanapun, berbaik hatilah

Bila engkau sukses, engkau akan mendapatkan beberapa
Teman palsu dan beberapa sahabat sejati
Bagaimanapun, jadilah sukses

Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja
Orang lain akan menipumu
Bagaimanapun, jujur dan terbukalah

Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun
Mungkin saja akan dihancurkan orang lain hanya dalam semalam
Bagaimanapun, bangunlah

Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan
Mungkin saja orang lain jadi iri
Bagaimanapun, berbahagialah

Kebaikan yang kau lakukan hari ini
Mungkin saja besok sudah dilupakan orang
Bagaimanapun, berbuat baiklah
Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu

Engkau lihat
Akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu
Bagimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka Selengkapnya...