Monday, December 27, 2010

Two Thousand and Ten

"Besides stars and planets, there is also the comet. Every time a comet visits our solar system. it brings unexpected surprises..."
"I knew you were different from anyone else...."

-E.S

Tarik nafas dulu. HHHhhhhh.... kepala saya tiba-tiba terasa panas.
tahun 2010 tinggal menghitung hari, ini mungkin tulisan saya yang terakhir di blog yang sudah berumur 3 tahun lebih ini. agak aneh kenapa saya mempertahankan blog ini mati-matian. saya buka, saya pandangi, saya tulisi, saya baca-baca sendiri, saya banding-bandingkan dengan tulisan-tulisan saya tahunan yg lalu, saya lihat perubahan saya, kehancuran saya, kebahagian saya. yang dengan jujur, dengan setengah-setengah, saya mencoba ceritakan.

mungkin ini bakal menjadi tulisan yang panjang (dan tentu saya menulisnya dengan dada yang terasa nyeri)

. "Tuhan tahu, tapi menunggu" begitu kata Arai, Ya, Tuhan selalu menunggu, menunggu kita kembali kepada-Nya, menunggu kita menangis di sisi-Nya, menunggu kita pulang kepangkuan-Nya, menunggu kita berlari kearah-Nya.

Saya punya kesunyian yang panjang dengan "DAD"(D), saya mempunyai jarak yang terbentang seluas samudra, sebesar continent, benua, sekalipun dia berdiri dihadapan saya. saya tidak tahu bagaimana merengkuhnya, dan dia kehabisan cara bagaimana merengkuh saya. Kami tidak punya cara untuk bisa saling menatap, kami tidak punya cara untuk kembali, kami tidak punya cara untuk memperbaiki. D adalah mimpi hitam saya dimasa lalu, dan mimpi kosong saya dimasa mendatang. Kami berjalan dilorong kekosongan yang panjang, diantara rasa saling menjaga, untuk kompromi yang sangat tipis.

Dan "MOM" (M), dia adalah matahari kami, sekaligus bintang kami, langit kami, bumi kami, laut kami, tempat tinggal kami, rumah kami. Kami tahu Mom selalu lelah, karena dia selalu terjaga, dia adalah siang dan malam kami, dalam satu sosok yang rapuh, namun lapang dan luas. tidak ada kata lelah untuk kami, dari pagi Mom memperjuangkan segalanya, memasak, memakaikan menyiapkan anaknya yg ber-6 ini ke sekolah. dia menanti kami setiap kami pulang kerumah, sehabis bermain, menemani kami bermain. dan waktu seharusnya Mom lelah, malam hari, dia masih berada disisi kami. bercerita, mendongeng sebelum kami tidur.

Mom tidak banyak ingat cerita dongeng-dongeng, dan tak ada buku yang bisa dibacakan, hanya ada 5 cerita yang selalu diceritakan Mom, dia menceritakannya berulang-ulang kali. tapi kami tidak pernah protes karena terus mendengar hal yang sama selama bertahun-tahun, kami menyukainya.

dan saya mengenal Kelly Clarkson, dia memenangkan American Idol, atau pun Celine Dion, yang punya lantunan syahdu, dengan irama nada suara tanpa cacat. tetapi, sewaktu saya masih dalam ayunan dan sampe sekarang, suara terindah di miliki oleh Mom, dengan lantunan lagu yang sederhana, "Buru nuri, terbang tinggi, naik turun diatas dahan....." disitu lah masa-masa hidup saya paling sempurna, tidur nyenyak sekalipun tanpa AC atau kipas angin, atau tempat tidur mewah. disana lah saya hidup tanpa tuntutan sama sekali. saya, saudara saya, memiliki segalanya dengan hanya ada Mom yang selalu sehat disisi kami. kami bener-bener merasa bahagia.

Mom, dengan cinta sederhana yang dibawanya, membawa kami bersaudara, yang tanpa ucapan manis, tahu, kalau kami saling menyayangi. sampai saat ini, siapa pun diantara kami yang jatuh, kami sama-sama merasakan sakitnya. Kami berusaha saling menjaga dan mendukung dalam kehidupan sederhana kami masing-masing.

Ya, Mom selalu menyatukan kami. sampai saat ini.

diantara kehidupan real saya yang sederhana itu, saya punya kehidupan lain diluar keluarga. tahun 2010, tahun dimana ambisi-ambisi saya tertunda. saya belajar menerima dengan legowo. dan di ujung tahun, seperti mimpi saya tadi malam (saya selalu memimpikan air, sungai, dan laut, hal itu membuat saya berpikiran kemungkinan saya akan mati dilaut), saya terbawa arus di pertigaan sungai, saya merasa saya masih ditepi, tapi saya sudah di agak ditengah sungai yg luas, arusnya deras. mati-matian saya mencengram apa yang bisa saya pegang untuk tidak bisa terbawa arus. saya bener-bener ketakutan.

akhir tahun ini, saya menemukan sosok sepi, seseorang yang sendirian, yang setiap kali mengatakan tanpa drama bahwa dia tidak mengenali apa yang seharusnya dia kenali, saya akan terdiam tanpa kata.

Dia menepi dalam kehidupan saya. saya menyediakan tempat, tempat untuk terluka dan bahagia. dan separo tempat itu adalah, ruang untuk melupakannya. saya sama sekali tidak ingin dihancurkan oleh hal-hal yang tidak saya kenali seperti emosi sesaat. saya juga tidak ingin dilemahkan oleh rencana-rencana yang tidak berkesudahan. saya hanya ingin menjalani kehidupan ini, dengan cara saya, saya tidak tahu apakah cara saya benar atau salah, tetapi saya tetap ingin berpikiran positif bahwa Tuhan selalu punya rencana.

2010, adalah kisah penutup dan jawaban semua pertanyaan 2009. dan 2011, adalah awal baru, dimana saya menanyakan hal baru. 2009-2010 itu transisi saya yang anak kuliahan menjadi seorang kuli kehidupan. 2011, sepenuhnya saya adalah pekerja, dan pemimpi disaat yang bersamaan.

sampai saat ini, saya tidak bisa lelah mengejar kebahagiaan yang saya bayangkan akan saya dapatkan kalau saya bekerja keras.

Dan dia, saya mengatakan, "I love you" dan kemudian saya tahu, kata itu sudah kehilangan arti. ya, saya punya banyak keraguan, saya hanya bisa berharap disediakan waktu untuk membayar semua keraguan saya.

ini lah hidup saya sekarang. saya mendapatkan segalanya di 2010, luka, luka, luka, harapan, harapan, harapan, perjuangan, perjuangan, perjuangan, mimpi yang tidak berkesudahan maupun cinta yang setengah-setengah.

Kita semua menunggu waktu, dimana kita akan kehilangan sesuatu dan dimana kita akan mendapatkan sesuatu...

hiduplah dengan utuh.

Related Post



No comments:

Post a Comment