Tuesday, November 9, 2010

YHS and Me

"Sometimes you need to stand up for what you believe in, even if that means standing alone"
------
Pernah ada kata-kata yang kuat, "Kamu itu tidak bisa bekerja dibawah tekanan!" yang membuat saya banyak berpikir. dan kemudian kata-kata itu menjadi kata-kata PR saya di tahun 2010 ini. benarkah saya semanja itu? apa itu hanya sebuah kata-kata Subjektif dari orang itu untuk saya? jujur saya sedikit tidak terima dan ingin memperlihatkan berkas hasil tes psikotes saya.

dan saat menulis ini, saya jadi senyum-senyum sendiri.

Orang ini, YHS, saya memahami jalan pemikirannya dan cara kerjannya. pernah juga dia berkata, "Saya bisa membuatmu sukses jika kamu mau 'ikut' saya" orang ini menawarkan diri untuk menjadi mentor saya, dan kebetulan sekali, sebenarnya saya butuh seorang master, seorang mentor sekarang ini. Sejujurnya, saya membutuhkan orang ini untuk membangun karir saya, karena saya tahu, dia dapat membantu saya menuju kemapanan karir.



Sampai kemudian, dia mengecewakan saya dan saya mengecewakan dia. 1-1 kupikir, fair enough. dia kecewa dengan kinerja saya, dari vonis yang mulanya tidak bisa bekerja dibawah tekanan berkembang menjadi bahwa saya : TIDAK BISA BEKERJA. itu adalah kata-kata yang menyimpulkan betapa gagalnya saya.

Mungkin kah saya pantas mendapatkan kata-kata itu?

I'm telling you. saya tahu saya salah, saya tahu saya tidak bisa berpihak padanya. dia adalah pengagum Emanuel Kant dan saya adalah pengagum Oliver Twist. Ironic right?. Jika dia mengatakan bahwa dia sangat visioner yang ingin menumpas kemiskinan (dengan menjadi kaya), saya ingin menumpas kebodohan dengan menjadi pintar. sepertinya kami perlu meninjau ulang. saya tidak sesuci itu, se-hero itu. Sejujurnya, saya tidak pernah memperjuangkan orang lain, saya berjuang hanya untuk diri saya sendiri, karena saya tahu, kalau saya tidak melakukannya, maka tidak ada yang mau.

dan saya tidak bisa menggunakan topeng lagi, bahwa saya adalah seseorang yg penuh janji, berjuang untuk kebaikan umat. sungguh saya tidak tahu, saya hanya berjuang, dan berjuang, dan kalaupun pada akhirnya ada yang bisa saya lakukan untuk orang lain dan saya mampu melakukannya, mungkin ya, saya akan melakukannya.

tetapi Sir,

saya tidak melihat bahwa anda akan berakhir seperti itu. saya melihat anda begitu focus pada bagaimana cara menaikkan status sosial anda. anda menjadi climber dan gila pujian. anda mengejar kematangan karir materialistik. oke, saya tidak munafik, saya juga mengejar uang, tapi saya tidak menyukai cara anda. dan itu yang membuat saya berpaling. kesalahan saya adalah, saya mengejar pribadi yang sempurna untuk saya jadikan panutan dalam karir saya, saya ingin sebuah cara ber'main' yang saya pikir baik. saya begitu lugu berpikir bahwa saya tidak akan pernah menjadi alat yang bisa anda pakai ternyata pada akhirnya, saya tidak lebih sebuah alat. saya tahu, memang begitu lah seharusnya, ketika anda menyerap tenaga saya seharusnya saya menyerap anda juga. seharusnya kita saling memamfaatkan.

Itu tidak bisa saya lakukan, sekali pun saya ingin.

Dulu saya selalu berpikir, mungkin saja saya bisa menjual diri demi uang dan keinginan saya. tetapi ketika kesempatan itu datang, saya tidak bisa melakukannya. saya tidak bisa menundukkan kepala didepan orang itu, saya tidak bisa berjalan berdampingan dengannya karena dilain pihak itu akan menyakiti orang lain yang sudah bersikap baik terhadap saya. saya tidak bisa mendapatkan apa yang saya mau dengan menyakiti orang itu. jujur, saya bukan orang baik, tetapi untuk saat ini saya tidak mampu melakukannya.

dan saya berpikir, mungkin bila nanti, ada tawaran yang lebih worth it yang mana diri saya laku di jual, saya akan menjualnya. hahaha...

Pada akhirnya saya out, dan memang sudah seharusnya saya out, waktu saya sudah selesai. dan ini sangat lah lucu. setidaknya saya sudah belajar. saya lega saya bisa melepas semua ini, bahwa saya bisa berpikir jernih dan realistis. saya tidak tahu, sepertinya memang keluar dari sana membuat saya melangkah mundur dari tujuan utama saya. saya tidak suka memaksakan sesuatu, sebab when it's done, it's done. Ada banyak cara menuju Roma, saya hanya perlu membuka pikiran saya dan terus belajar dan terus melangkah. keseimbangan hidup saya akan runtuh jika saya berhenti bergerak.

Sewaktu saya laporan siang tadi saya akan out, ada yg bergemuruh didada saya. tetapi kadang, hal terbaik adalah saat kita menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan-pelan. bahwa kita sudah siap dan rela mengikhlaskan apa yang akan terjadi. karena memang sudah seharusnya seperti itu, sudah memang seperti itu.

Saya jauh dari sempurna, tapi saya akan belajar. bahwa saya akan terus memperbaiki kualitas hidup saya secara lahir dan batin. dan cara cepat untuk belajar adalah pergantian lingkungan, sebab akan ada orang baru, dengan pola pikir yang berbeda, yang bisa membuat kita belajar, yang bisa memberi tahu lagi kesalahan dan siapa kita sehingga kita bisa bercermin dan menata ulang.

Saya bukan dari keluarga yang penuh kebijaksanaan dan kecerdasan dalam mendidik anak. kualitas pendidikan saya dari keluarga hanya sebatas tata krama sosial yang harus langsung di praktekkan dalam bermasyarakat. dari dulu, ketika saya belajar menginginkan sesuatu, saya tahu, yang bisa saya andalkan hanya diri saya sendiri. bahwa saya harus berpikir positif dan percaya, bahwa saya berhak atas kelayakan hidup karena saya sudah terlanjur dilahirkan. saya tidak perduli seberapa jauh keterbatasan saya untuk mendapatkan yg saya inginkan, saya hanya melihat dengan tolol serta seksama, selama saya masih percaya dan terus berusaha untuk mengejar yg saya inginkan. maka Tuhan akan menertawakan saya, menganggap saya pantas, dan kemudian menurunkannya kebumi saya.

dan suatu hari kita akan lihat, bahwa tidak ada jarak nyata antara pohon Meranti dan puncak Empire State Building sekalipun.

Related Post



No comments:

Post a Comment