Friday, November 12, 2010

Kembali ke BUMI

Tuhan Maha Adil dan Maha Pengasih

Maka sesungguhnya

Tidak ada orang yang lebih daripada Anda,
...dan tidak ada orang yang kurang daripada Anda

Orang yang kelihatannya lebih daripada Anda
adalah dia yang Anda perhatikan kelebihannya
dan yang Anda bandingkan dengan kelemahan Anda

Anda pasti memiliki kelebihan
yang menyeimbangkan Anda dengan siapa pun

Yakinilah ini sebagaimana Anda meyakini keadilan Tuhan

Mario Teguh
-------
quote
Mario Teguh di atas mendapat Hint ; up to 25,013 people. Wow. emang worth it saya pikir. jika kalimat bijaksana itu bisa di terapkan dalam kehidupan, Insya Allah orang tersebut hidupnya akan lapang dan bahagia.

Kembali ke BUMI - Saya dikontrak sebagai pengajar tambahan Bhs Inggris di dua asrama pelajar dampingan sebuah perusahaan tambang selama 1 tahun, pekerjaan saya itu saya kerjakan dimalam hari, dan sekarang ada kebiasaan baru saya, sebelum mengajar, tersengal-sengal di kejar waktu, saya menulis di Blog ini. dan blog ini pun menjadi sebuah Journal online saya. saya belajar menceritakan kebohongan yang tidak bisa terbantahkan diantara kepingan kehidupan yang mati-matian berusaha saya pahami dan jalani.



Ketika saya jatuh cinta sama serial barat Grey's Anatomy, karakter yang jadi pusat perhatian saya adalah Izzie Stevens. saya menyukai gadis ini, ketika dia lulus kemudian memulai karirnya di rumah sakit, dia mati-matian menjalani idealisnya sebagai seorang dokter. kehidupannya kemudian berjalan maju, dia jatuh cinta, orang yang dicintainya mati, di jatuh cinta lagi, kemudian menikah, membangun karirnya, membangun rumah tangganya, kemudian dia kena kangker, kehidupan rumah tangga dan karirnya goyah. sampai kemudian dia melangkah mundur dan menghilang. kehidupan menjadi sebuah level di dalam game. tuntas level tertentu, akan ada level tertentu yang menghadang. sebagai player, tidak ada opsi lain, kita sudah tersungkur didalamnya.

dan kemudian, ada gadis muda keturunan dayak, kami berteman lama, membangun cita-cita selama kuliah. selama kuliah, level hidupnya dibatas tingkat kerumitan yang dapat di jabarkan. sampai kemudian hari ini, saya bisa memahami komplikasi hidupnya. ketika dia takut karirnya mandeg, ketika dia mulai mengkhawatirkan pernikahannya yang selalu tertunda sementara dia pikir dia tidak bisa lagi menunggu, ketika dia seperti gadis lain, sang Cinderella di dunia nyata, yang mana menginginkan semua pernikahannya berjalan sempurna, dengan gaun putih suci dan ditengah senyum semua orang. dia kemudian mencapai di level, hidup kadang berjalan di luar jalur, kadang kali keluar dari rel impian dan usaha yang kita bangun mati-matian, dan berjalan complicated, siap atau tidak siap harus bisa tetap bertahan. sampai kemudian saya memohon padanya, bahwa kita sebagai seorang dewasa, dengan umur yang semakin matang, harus bisa menjadi kuat dan dewasa.

kemudian saya, harus kembali ke Bumi, saya sudah mengenal kehidupan Izzie Stevens yang hancur, kepahitan Mariam di A Thousand Splendid Suns, perjuangan Oliver Twist, keberuntungan Forrest Gump ataupun Topeng alice sebagai penari Erotis di Closer. Saya kembali ke Bumi, tempat saya berpijak yang mana Sang Nabi Muhammad pernah memperjuangkannya sampai berdarah-darah. Saya kembali ke BUMI, ketika kemarin, saya sempat merasa saya berada di titik semua terasa melayang, layaknya Dandaleon yang terbang terbawa angin.

Kembali ke BUMI, dalam kebutaan logika Gibran dalam semua puisi cintanya yang patah. saya sampai di puncak kemudian menoleh ke tepi bawah yang curam. bahwa saya tidak ada harapan untuk selalu disana. di awang-awang kosong tanpa harapan. saat kita bermimpi, ketika kita sadar dan harus terbangun, seberapa indahnya pun mimpi itu, kita harus membuka mata kita terhadap kenyataan yang menganga.

Disisi lain, ketika semua nya saya lihat berantakan dan saya berusaha menata ulang. orang yang saya paling hormati ditempat saya bekerja, mengerutkan wajah kepada saya, saya tidak bisa memalingkan hati dan kepala. saya belajar mengira-ngira, kesalahan apa yang sudah saya buat? saya mengetahuinya tapi saya tidak tahu mesti bagaimana lagi, di ujung hari dimana saya tidak akan ada lagi disana, saya menginginkan sebuah kisah senyum penutup untuk endingnya. tidak tahu saya berhak atau tidak mendapatkannya, saya menginginkannya. tapi kalau pun YA, tidak bisa, I have nothing to say.

saya berusaha menelusiri kehidupan saya. bahwa saya bertemu bait yang kaku, yang kemudian kadang saya complain itu kesalahan siapa merasa bahwa saya tidak pernah berbuat kesalahan itu, tetapi kemudian. saya menyadari, itu sudah tidak penting lagi. saya sudah berdiri disini, saya sudah berpijak, jika saya ingin tetap bisa bertahan di kehidupan ini, tak ada pilihan lain lagi, selain berpikiran positif. bahwa semuanya akan baik-baik saja.

belajar menerimanya, kemudian meninggalkannya, melepaskannya di pundak, akan membuat perjalanan terasa lebih ringan. kita tidak bisa membawa semua beban kita, kita harus memilahnya, yang mana memang sudah seharusnya kita letakkan di beberapa tikungan kehidupan kita, meninggalkannya disana, membekukannya disana. dan kemudian melangkah kedepan, belajar tersenyum kembali.

Kembali ke BUMI.
Aku menyimpanmu dalam sebuah wadah yang tidak kita ketahui, kemudian aku hanyutkan dalam perahu kertas yang berlayar ke selatan. sementara aku berlari ke Barat sebelum langit gelap dan malam datang. aku merasa kesepian dan basah, hanya saja, aku tidak bisa merubah arah.



Related Post



No comments:

Post a Comment