Thursday, November 11, 2010

11.11.10 ; Welcome Back!

If you believe in love at first sight, you never stop looking. -CLOSER
........

111110----eh ternyata masih tanggal yang bagus. aku menyukai angka satu, mayan dapat kendaraan yg berplat polisi 5181. hee...

Tetapi jujur, jika saja saya bisa, dan berani, saya ingin memeluknya dan mengatakan bahwa saya mencintainya dan ingin melupakan semua logika saya dan semua masalah saya dan semua keraguan saya.

Begini,

Tadi sore temen saya telpon, temen saya ini masih menempuh Co-ass setelah dapat gelar S.Ked nya di Makassar sono. berbincang-bincang lah kami, saya mengenal temen saya ini selama lintas generasi (nyuri taqline KOMPAS), semenjak saya kelas 1 SMP until now. artinya udah 10-an tahun lebih. saya memahami pola pikirnya.

nah,

"Terakhir kawu telp aku lawas waktu kawu merasa di campakkan seperti sampah. kawu bahkan ndak bisa ngomong karena sibuk nangis. sekarang suara mu melayang-layang gitu. dasar buntu!" saya mulai menghakimi.

bla.bla.bla, "aku menilai kalau kawu tidak berhati-hati dalam memilih pasangan yg benar-benar bisa memahamimu, kawu akan menjalani pernikahan yang tidak bahagia. kenapa? sebab kawu tipe cewek yang panjang langkah dan maunya banyak yg harus keturutan" mulai berat omongan saya.

"Ndak lah, aku pacaran sekarang buat ngisi kekosongan. dia ini beda dari cowok yang terdahulu"

"Orang beda, tapi masih dengan peraturan yang sama, hasilnya akan tetap sama. sekarang aku mulai memahami kenapa Islam melarang pacaran. karena benar, tidak ada gunanya, buang-buang tenaga, terutama untuk standar yang tidak jelas!" aih. saya tiba-tiba jadi alim.

"kawu itu, sama aja kayak aku. kita berdua ini kadang memperlakukan orang kayak barang. kalau barang itu masih baru, kita senang, kita elus elus. kita pamerkan. tapi kalau sudah kusam dan lama, kita mulai bosen, kita mau update ke yang baru. itu lah makanya aku berani bilang, kita ini bukan tipe orang yang pandai dalam membangun sebuah hubungan. karena kadang, kita memperlakukan pasangan hanya kalau kita butuh aja, setelah itu, kita kembali sibuk ke diri kita sendiri!" benar memang. egois gitu lah.

akhirnya, "sudah dah, ini jam kantor. ntar aku dimarahi karena telpon2an!"

........

DAN KEMUDIAN,
Tuhan masih memberi saya nafas, sehabis berceramah itu, 2 jam kemudian. hidup saya yang saya yakini berjalan maju, tiba mundur kisaran 2 tahun yang lalu.


Saya kembali ke Bandung, sepertinya. saya melihat gaya senyum yang sama, gigi gingsul yang sama, pola rambut yang sama, wajah yang sama, postur tubuh yang sama. saya mulai mencari pegangan, emang saya kambing jatuh lagi di lubang dan tempat yang sama?

HADUH, SAYA MEMOHON AGAR ORANG ITU JANGAN TERLALU BAIK DENGAN SAYA.
kalau saya mau, saat ini pun, saya bisa mendapatkan cewek, punya pacar. tetapi, Gusti Allah masih ingin menguji saya, di tempat yang berbeda, dengan keteguhan hati yang di pertanyakan. Saya tahu, saya akan sulit beralih dari matanya yang bening dan jujur yang dipayungi alisnya yang tebal. yang akan kontras sekali dengan wajah penuh kebohongan dan keculasan hati saya.

Tetapi jujur, jika saja saya bisa, dan berani, saya ingin memeluknya dan mengatakan bahwa saya mencintainya dan ingin melupakan semua logika saya dan semua masalah saya dan semua keraguan saya.

TETAPI TUHAN
Saya tidak bisa menyerah sekarang. tidak ada penawaran yang seimbang kalau saya menyerah sekarang. Oke, saya akan mengikuti semua aturan main-Mu, Saya akan jatuh cinta, mengontrolnya dan melupakannya. lagi, lagi, dan lagi sampai disaat yang tidak saya ketahui. yang tepat.

Susah payah saya sampai di fase ini. sampai dimana saya menertawakan sebuah hubungan yang di idolakan orang-orang. sampai dimana saya mampu mempertanyakan dan memperbincangkan sebuah pernikahan dengan temen-temen saya, menggoda mereka sementara saya di posisi sepertinya sangat ingin padahal sebenarnya TIDAK SAMA SEKALI, TIDAK UNTUK SAAT INI.

sebenarnya
hal yang paling saya khawatirkan adalah saya tahu, bahwa ketika saya menjalani sebuah hubungan itu hanya akan membuang dan menguras energi saya. saya tidak menginginkan hal itu, saya ingin energi saya ke ambisi saya yang lain. saya belum bisa menjadi si idiot yang memuja cinta dengan semua perhatiannya. yang saya pilihan adalah si goblok yang mondar-mandir dikota dengan kerjaan yang hanya setan yang tahu untuk apa.

KETIKA,
tadi sore, saya berhadapan dengan orang baru ini. the one, hanya jarak satu depa tangan saya. saya menemukan bahwa ya, dia bisa menjadi silver bullet saya yang selanjutnya. yang akan kembali menguji ketebalan dari keteguhan hati saya terhadap keinginan saya dimasa mendatang.

dan lagi, diam-diam saya akan menyadari. saya mungkin kembali akan di selamatkan dengan cara lama. dengan kebohongan dan keculasan hati saya. yang membuat semuanya akan gampang dan mudah. seperti halnya laptop Toshiba saya, yang kadang saya letakkan di sudut kamar saya. seperti tidak ada harganya., kan hanya barang walau saya tahu saya sangat membutuhkannya untuk kelancaran pekerjaan saya.

hanya saja, saya sangat tidak menyukai ketergantungan.

Related Post



1 comment: