Wednesday, October 6, 2010

My Way

Pada zaman dahulu kala, ada seekor Dragon Fly yang belajar terbang, DF ini sangat rapuh dan ambisius. bahkan sempat berpikir, akan mempu menyebrangi continent hanya dengan wings-nya. tapi si DF tidak bisa terbang, dia tidak tahu sayap mana yang harus digerakkan agar badannya terangkat.

dalam sebuah kebingungan yang membuatnya hangus, haus dan ingin menangis. Datanglah seekor kupu-kupu tua, dengan segala kesederhanaan, "gerakkan sayapku yang kanan 30 derajat lalu goyangkan sayapmu yang kiri 45 derajat"

"dan jika salah dan badanmu tidak bisa terangkat, aku akan membuat angin dengan kibasan sayapku sehingga kau dapat belajar terbang!"

DF senang mendengarnya, tetapi, dia meragukan sesuatu, "kalau kau membuat angin dengan sayap tua dan rapuhmu, maka warna disayapmu akan berjatuhan, lalu retak!"

"Aku rela, tetapi agar kau tidak merasa bersalah, kau menebusnya!"
"Dengan apa?" tanya DF
"kelak, kalau kau melihat ada yang belajar terbang, dan kau cukup tau, kuat maka ajarilah walau harus ditebus dengan pengorbanan kecilmu"

akhirnya, Dragon Fly itu pun dapat terbang, belajar bangga, belajar melawan angin, dan jatuh manis direrumputan. hidup dengan permintaan kecil dari sang kupu-kupu tua yang sangat sederhana.
-------------------

Tidak pernah sama sekali mengira kalau aku akan berat melepas hal yang mulanya tidak aku inginkan. kalau ternyata tanggung jawab,pilihan yang aku anggap sepele hanya untuk mengisi waktu luang akan menjadi pilihan dan tanggung jawab yang sangat berat untuk aku permainkan pada akhirnya.

Aku memikirkan mereka, dan tidak bisa munafik, aku juga memikirkan cara mereka menilai. aku menjaga segalanya agar dinilai pantas. aku mempertimbangkan senyum ramah mereka, ketidaksopanan yang kadang membuatku sedikit marah. aku mempertimbangkan hal kecil yang mungkin bisa aku ubah, yang mungkin bisa membuahkan sesuatu yang manis.

Didalam sebuah persimpangan untuk melepas mereka, melepas diri dari mereka walaupun dianggap belum selesai dengan mereka, dan rasa suka yang akan dicabut paksa karena sebuah kemungkinan dan pilihan lain.

pada akhirnya, aku hanya dapat berpikir, mudah-mudahan Tuhan diatas sana, selalu memberi yang terbaik bagiku, kehidupanku, keluargaku, agamaku dan duniaku.

Related Post



No comments:

Post a Comment