Friday, October 8, 2010

Forgotten


Ini kejadian tadi sore, 11.08, seharusnya saya pulang kerja jam 5, saya harus menghilang dengan sangat tidak sopan pada jam 4 sore. kenapa? karena saya harus menggambil barang saya yang ketinggalan di tempat lain, tempat yang akan segera tutup dan barang saya yang "penting" itu harus saya ambil secepatnya. kok bisa ketinggalan? saya memikirkan hal lain soalnya.

dan di jam 6 sore, saya ada kerjaan lain dimalam hari. di tas punggung saya, saya memilah-milah barang-barang yang akan saya bawa, karena saya pikir, bisa patah pinggang saya kalau membawa barang-barang lain yang tidak penting dipekerjaan yang malam ini. yang saya ingat, adalah, BAWA SPEAKER, BAWA SPEAKER, BAWA USB, BAWA USB, BAWA LAPTOP BAWA LAPTOP. setelah request sama si Mama, minta dibikinkan Milo hangat, saya minum tidak sampai habis, saya menyumbat kuping dengan soundtrack lagu korea lama, Jun-ha, ost dari Prince Ho. saya menempuh perjalanan yang status jalannya di sertu, sambil komplain didalam hati dengan tetangga didepan rumah, "kok, jalan lobang becek gitu ng diusahakan ditutup sih, kita jadi sulit lewatnya!"

setelah full soundtrack dengan jarak tempuh 30 menit, saya nyampe di kota (anggap lah begitu, karena didepan rumah itu, anda bisa melihat hutan rimba) saya singgah di tempat fotocopy, melirik jam, saya masih punya waktu untuk mampir diwarnet sebentar. kalau-kalau ada yg comment di album foto Deathly Hallows part 1 yang baru saya upload di siang harinya. tentu itu alasan paling tolol dan tidak masuk akan untuk mampir diwarnet bagi pria setua usia saya. tapi ya, saya melakukannya.

setelah otak atik website, saya ingin menyimpan sesuatu yang saya anggap 'SANGAT PENTING' saya meraba-raba tas punggung saya, memasukkan tangan saya sedalam-dalamnya, saya tidak menemukan yg saya cari. USB saya ketinggalan, saya butuh itu benda untuk menyimpan data saya, atau pun pekerjaan saya malam ini. saya memutar otak, saya akan meminjam USB di operator sebentar dan memindahkan data ke laptop. saya mengeluarkan laptop. dan di bagian betrai menganga lebar. kembali saya meraba-raba isi tas saya.

BETRAI LAPTOP LI-ION SAYA KETINGGALAN JUGA. BITCH, SHIT, FUCK, DAMN. SAYA PANIK PLUS STESS. bagaimana saya bisa berkerja malam ini tanpa laptop yang bisa menyala. saya, dengan sangat sadar tadi, meninggal charger laptop saya. dan sangat TIDAK SADAR, saya meninggal Li-Ion saya. tanpa laptop, tanpa USB, hanya Speaker, SAYA IMPOTEN MALAM INI.

hmmm.... saya tidak yakin itu Li-Ion ketinggalan dirumah, saya tidak mengingat pernah mengeluarkannya kedalam tas. saya yakin ketinggalan di ruang kantor. dan tau tidak? diluar hujan. hujan-hujan, saya kembali kekantor. "Pak satpam, saya mau ke Comdev Dept, betrai laptop saya ketinggalan!" si Satpam tertawa-tawa meng-iyakan, buru-buru saya masuk kedalam. masuk kedalam ruangan, buka-buka laci, memandangi meja-meja yang telanjang tanpa ada Li-Ion yg saya cari. saya hilang akal.

dengan gugup, saya memutar otak. saya meragukan daya kerja otak saya. saya tidak jago melucu dalam hal ini. tapi saya mulai yakin, tanpa sadar itu betrai saya lemparan entah dimana seperti layaknya bungkus permen yang tidak berharga yang bisa dijatuhkan di samping kaki presiden sekalipun tanpa ada yang sadar.

tambah stres, saya menelpon orang rumah, hampir menjerit saya berkata, "Check kan isi kamarku, adakah betrai laptopku ketinggalan!" setelah di check jawabannya "Ada!" selesai satu masalah. tetapi, saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai, saya butuh USB. saya menelpon teman, menjerit mohon pinjaman USB seperti memohon pinjaman kredit untuk menikah. si Teman itu balas memohon ke kakaknya yang dokter meminta pinjaman, dan si Kakak meminjamkan USB temannya ke saya. oh, panjangnya rantai kehidupan.

PEKERJAAN SAYA PUN AMBURADUL. saya putus asa. di dalam tas saya hanya ada laptop yang sulit dicarikan aternatifnya untuk menyala, dan ada speaker yang bawa. setidaknya saya mendapat pinjaman USB.

hal yang sangat saya herankan, kenapa begitu banyak hal yang terlupakan oleh saya sekarang ini? bayangkan saking jengkelnya, dirumah teman saya, saya sampai berkata, " aku tolol, bodoh bener. saking pelupanya semua ketinggalan, kalau nyawa bisa ditinggal, ditinggal dah tuh!"
begitulah. di kasus lain, misalnya nih, saya sangat ingin membalas sms orang-orang yang masuk, tetapi perhatian saya akan sangat gampang teralihkan, dalam hitungan menit kedepannya, saya sudah lupa. dan keesokan harinya baru kadang terbalas. padahal saya sangat ingin membalasnya pada saat itu juga. alhasil, sebelum saya tidur malam, saya sibuk mengirim sms yang tidak terlalu jelas keteman-teman dekat saya, yg isinya tentang keluhan-keluhan, rencana-rencana dll. saya jadi merasa bersalah dengan teman-teman saya.

hhhh... saya jadi berpikir, kenapa saya begitu gampang melupakan sesuatu yang sebenarnya sangat penting untuk saya. mungkin, karena akhir-akhir ini saya jarang mengingat Tuhan saya, Allah SWT, jadi Dia menegur saya, mengambil sedikit kekuatan otak saya untuk focus mengingat. Seharusnya, saya harus lebih banyak lagi mengingat-Nya, menyebut nama-Nya. Mengatakan "Alhamdullillah" " Astagfirullah" "Insya Allah" "Amin" "Bismillah" bukannya kata "Fucking Bullshit" "Brengsek" "Sialan" "Goblok" "Damn" "Son of A Bitch"

Ampuni saya ya Allah....

Related Post



No comments:

Post a Comment