Saturday, October 9, 2010

DUNNO


Sebenarnya, saya ingin tidak masuk kerja hari ini. sehabis kehujanan tadi malem, saya berniat membawa motor saya kepencucian motor. lalu ke service untuk ganti oli dan mengencangi rantai. nah, waktu di service motor, saya menanyakan teman saya yang dikantor, ada kegiatan apa disana. setelah ngobrol-ngobrol sebentar, saya pun memutuskan untuk mampir kekantor.

setelah melenggang masuk, belum duduk, salah seorang teman saya bertanya, "Kawu dicari si An**!" setengah tidak percaya, saya bersuara, "HAH?" baru aja saya ber "HAH-HAH" ria sudah ada suara dari ruangan lain, "Juhri, come's here!" kerena tenggorokan saya sakit, saya menyahut setengah tercekik, "Yes Sir, tapi bentar dulu, saya ngambil minum dulu!"

Saya pun datang keruangan Sir An**, Manager kami. sambil membawa air hangat ditangan saya, lalu saya letakkan diatas meja, diruangan itu, selain Pak An** sudah ada bapak Cute *menurut mas Aji* dan si Tika semok. katanya sih mereka udah meeting pengarahan duluan. "silahkan duduk!" ujar si Bos, "saya berdiri saja pak!" saya pewe menyandar di sisi pintu. si An** mendorong kursi ke saya, dengan gayanya yg selalu pintar bermanis-manis, "kamu diposisi kehormatan hari ini!" muka saya masam. saya merasa, akan ada angin buruk yang melelahkan akan bertiup.

si An** pun ngomong, BLA BLA BLA BLA BLA.... "jadi, saya mengharapkan Mas juhri untuk memetakan secara dekomentasi video di wilayah-wilayah yang saya sebutkan tadi!" defense saya meloncat otomatis, " itu sulit Sir, mengingat waktu yang sempit, mengingat sumberdaya, mengingat urgent-nya juga ng penting-penting amat. tidak disebutkan dari kreteria dasar yang Sir sebutkan tadi"

(Saya sangat yakin, saya mendengar suara desahan tawa dibelakang saya, teman-teman saya memahami keinginan saya untuk menghindari pekerjaan dadakan ini)

(tapi, saya juga sangat TIDAK yakin, kalau saya bisa berkilah, untuk terlepas dari cengraman si An** yang superambisiusdalamkeinginanannygterutamauntukkarirnya-baca satu nafas-red)

dan benar, dia bertahan, dan kekuh dengan keinginannya untuk pemetaan video presentasi untuk visi yang dia inginkan yang tidak penting-penting amat menurut saya (penting sih sebenarnya, tapi memikirkannya aja sudah bikin cape). dan dia menyebutkan tentang final jika sukses akan ada yg tampil di TV dengan durasi selama satu jam. oh God, menyebutkan ini aja saya udah hampir ngakak. maybe he can gets he wants but c'mon, dont say something stupid that makes somebody laugh of louds.

and then, karena saya tidak punya pilihan lain, saya berkata, "tapi dengan satu syarat, Sir!"
"Apa syaratnya!"
"Tolong jangan terlalu cerewet jika dalam proses kerjannya nanti, sebab bakal membuat saya kesulitan untuk focus!'
saya dapat mendengar dia berkata, "Asem!" dan kemudian disambung kalimat, "Ya, nanti saya bagian koreksinya saja, saya tidak akan menuntut banyak, sebab waktunya mepet!"
sepertinya sudah disepakati.

yang paling saya tidak inginkan, saya khawatirkan adalah :
1. komentar orang-orang Public Relation dalam pekerjaan saya. sebab mereka akan merasa profesional dalam kerjaan ini.
2. Kerjaan saya asal-asalan, mengingat waktu, lokasi dll. walau pun saya berat menerima perkerjaan ini, saya tetap ingin mengerjakan sebaik-baiknya yg saya bisa. dalam beberapa hal, saya kurang suka pekerjaan ngasal sebab nantinya saya akan menyesali akhirnya.
3. saya bingung dengan pengaturan waktunya.
4. orang yg gampang mabuk darat seperti saya, akan memperimbangan ratusan kali untuk jalan darat. tetapi perjalanan darat naik mobil sepertinya tidak bisa dihindari. kalau bisa ditempuh naik motor saya mending motoran aja dah. atau kalau misalnya bisa dapat ijin ikut speed boat. ah, enaknya.
----------------------------

itu lah kehidupan, tidak semunya bisa kita hindari. kadang kadang kita harus mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai. kadang-kadang kita harus mengganggukkan kepala mesti itu sulit. terkadang, kita harus bisa bernafas satu kali, pada bagian yang menuntut kita bernafas sepuluh kali.


Related Post



No comments:

Post a Comment