Tuesday, September 7, 2010

PROJECT LONER - Chapter I

Ini hari terakhir masuk kerja, selanjutnya ada cuti bersama menyambut lebaran. selama 5 hari. I would like to say, "I dunno what to do in the days off" terpikirkan untuk menjadikan itu masa-masa liburan yang mana penuh hunting untuk mencari jodoh. untuk memecahkan masalah single. dan untuk menunjang promosi hunting mencari pasangan, aku berpikir untuk aktif di my space, Facebook, Twitter and.... Manjam (Manjam?Hah?itu mungkin hal paling extreme kalau misalnya aku mampu lakukan. hahaha)

kemudian aku berpikir tentang Aral, memikirkan kalau dia benar-benar hidup dan berjalan. pernah ada. pernah bernafas, pernah menari didalam masalah yang sulit ia pecahkan. dan mungkin pada akhirnya, aku benar-benar mengerti Aral. memahami cara pikirnya, memahami hidupnya yang dia kira terkonsep padahal sama sekali tidak. dan kemudian, aku berharap aku menemukan hal lain tentang Aral. aku bisa bertemu dengannya, berbincang, dan mungkin minum kofi bersama. tanpa ada beban.

dan benar-benar memahami, tanpa dikatakan, kami bisa saling memahami.
--------

Chapter II

Ada perbedaan mendasar antara Aral remaja dengan Aral kecil. Aral kecil bisa menerima keluarganya seutuhnya. sementara Aral remaja berjuang bagaimana bisa keluar dari keluarga, menolak pernah punya keluarga. hal termewah yang dimiliki Aral remaja adalah kebohongan yang dapat disampaikannya dengan indah dan halus. keberanian Aral remaja tidak tertandingi dalam mencintai resiko. hal ini yang membuat dia mengenal, mengetahui lebih dari seharusnya. membuat dia mengenal pertualangan yang seharusnya tidak dapat dimilikinya.

Related Post



No comments:

Post a Comment