Saturday, July 24, 2010

PRECIOUS



"Bisikkan lah rahasiamu kepada angin, namun jangan salahkan ia yang telah memberi tahu pohon" - Kahlil Gibran
----------------
Mungkin, aku lebih memilih hancur badan karena banyak kesibukan dan pekerjaan daripada hancur karena pikiran. dan memang, hal yang paling susah aku hadapi atau pecahkan adalah soal perasaan yang "bertentangan" dengan logika.

Seperti halnya tadi, baru saja, ada The Stanger yang aku anggap istimewa melintas, I scream to my self, "Hey you, ok dia cool. dia tipe yang kau pikir memenuhi keinginanmu but, (always BUT) look at you. you WILL NEVER HAVE THAT ONE. THAT'S FACT!"

What did that ONE DO? just smile. and look at me with all the innocent face.

dan begini lah, aku akan fight lagi. fight untuk forget it. forget all my desires. it will hurts me in fact. tetapi, sebuah ketololan bisa mendewasakan jika dalam sebuah kemungkinan yang benar. katakan lah seperti itu. katakan lah aku sedang menghibur diri.

aku tidak ingin membuat promise or deal apapun. biarlah waktu yang berjalan lambat, yang membuat pola, yang mengambil alih proses. aku tidak ingin ada harapan, ada mimpi dalam hal ini. bisa jadi, waktu bisa bermain baik kali. semua itu persoalan waktu, dan kesediaan untuk menerima tentang hal-hal yang mungkin, memang tidak bisa diraih.

menempatkanmu didalam ruang hatiku adalah seringai luka yang lugu, sementara mengaburkan hasrat dan dirimu adalah kesepakatan waktu yang berharga untuk membuat aku, kita manusia, menjadi dewasa. Insya Allah.

Related Post



No comments:

Post a Comment