Wednesday, January 20, 2010

The Place Promised In Our Early Days

01.10

"Ada orang yang dibesarkan dengan pola pendidikan untuk mengejar dan mendapatkan apa yang orang itu inginkan. Ada ada orang yang dibesarkan untuk bisa menerima dan menerima keadaan yang dilimpahkan kepadanya..."

Ada masa kita sangat menginginkan sesuatu, lalu kemudian mengejarnya sampai membuat kita hendak kehabisan nafas. Dan ketika kita tidak melihat ada celah, kita berhenti, menarik nafas dan mengikhlaskannya. Lalu, kita terbangun dihari yang lain, menyusun sebuah rencana-rencana yang baru dengan penuh harapan yang baru lagi. Membuat semua kemungkinan untuk mengejarnya, tersenyum cerah, sepertinya kita berada dititik dimana seharusnya kita berada. Tanpa suatu hal yang terlalu besar, namun kita yakini bisa dan dapat membuat kita bahagia.

Kemudian di suatu hari yang lain. Ada yang memanggil kembali, meningatkan dengan sangat bersih dan jelas, tentang keinginan lama kita, yang pernah kita perjuangankan jatuh bangun, panggilan yang singkat dan rangkaian kata yang terlalu sederhana, “Mungkin, kau bisa mendapatkannya!” kita terbangun dan bingung. Yang mana kah yg nyata, yang mana kah sekedar mimpi. Keinginan-keinginan kita yg sederhana dan tidak terlalu maniskah atau sesuatu yg besar dan penuh hasrat itu kah yang nyata atau mimpi, sebaliknya.

Kita mencoba lagi, mendapatkan apa yang dulu kita kira, tidak bisa kita dapatkan. Kita mencoba lagi, karena kita diberi sedikit peluang. Hanya sebuah peluang, yang kita tidak tahu pasti, akan kah kalau kita perjuangkan akan mendapatkan hasil yang kita inginkan atau kah hanya sebuah peluang untuk kepastian kedua kalinya, bahwa kita gagal mendapatkannya.

Jadilah kita seorang pejuangan yg memperjuangkan peluang 1%. Tentu kita bersungguh-sungguh, sekalipun yang kita perjuangkan itu persentasinya kecil. Dan disemua hal dalam perjuangan itu, kita terus berteriak-teriak, apapun hasilnya nanti, kita akan bisa ikhlas menerimanya. Itu hal semua hal inti dari perjuangan kita. Kita mendorong, menyemangati diri kita untuk dapat ikhlas dengan segala hasil yg diluar perkiraan kita. Kita membantengi diri kita dengan kata “Ikhlas” untuk tidak terluka parah nantinya. Untuk sebuah hiburan akhir dicerita kelak, “Sudah kukatakan diawal perjuangan dulunya, apapun hasilnya nantil, kau harus siap menerima konsekuensi terburuknya. Dan kau akan ikhlas!”

Disini lah kita, ketika kita terbangun di hari yang lain, di phase yang lain, di chapter yang lain. Ada kabar yang mengatakan, peluang yang kita tempuh mungkin terlalu berat untuk kita dapatkan, itu memang belum kabar final, tapi kita bisa melihat persentase yg kita punya, dari 1% menjadi 0.5%. kita hampir(mungkin sudah) dibuat menangis karenanya. Tiba-tiba kita merasakan suatu kelelahan yg lama kembali lagi kekita, dengan penambahan dua kali lebih berat dan lelah. Kita bertanya-tanya, “Oh, apakah hanya seperti ini saja? Akhirnya ini saja kah?”

Ya, kita masih mencoba bertahan, dengan titik paling sedikit yang kita punya. Kita masih harus bertahan dengan apa yang sudah kita mulai. Sekalipun kita harus berperang dengan kata, bahwa ada sesuatu dalam hidup ini yang memang sulit atau bahkan tidak pernah bisa untuk di ubah. Kita masih tetap harus bertahan, sekalipun kita tercabik, terluka parah oleh perasaan dan pemikiran kita sendiri. Kita bertahan, bisa jadi Tuhan diatas sana masih dan akan segera memberi kesempatan. Kita terus memohon untuk diberi kesempatan, bahwa hidup adalah untuk memohon diberi kesempatan lagi dan lagi, sebab jika kita sudah berhenti bernafas, kita tidak akan mendapatkan itu lagi.

Ada orang yang dibesarkan dengan pola pendidikan untuk mengejar dan mendapatkan apa yang orang itu inginkan. Ada ada orang yang dibesarkan untuk bisa menerima dan menerima keadaan yang dilimpahkan kepadanya. Saya salah satu orang yang dibesarkan dengan tipe ke-2. Seberapa besarpun apa yang saya inginkan dan tempuh sekeras apapun saya usahakan untuk jadi nyata dan untuk bisa saya dapatkan, pada akhirnya, saya harus tetap ingat, bahwa saya harus tetap menerima keadaan yang dilimpahkan, yg saya punyai, yg saya dapatkan nantinya.
Ini memang berat dan bikin cape’ luar biasa. Mungkin kalau nantinya saya gagal, tidak berhasil saya dapatkan, saya akan menangis keras-keras. Seperti halnya kalau saya berhasil mendapatnya, tentu saya akan berteriak keras-keras. Tapi, hal yang paling penting dari semua itu adalah, bagaimana kita menjalani suatu yang kita tempuh, kita mulai dan yang kita dapatkan bukan.

Sampai dibagian ini, saya meminta diri saya untuk tidak menyerah, dan saya memohon dengan sangat pada diri saya untuk bisa ikhlas. Saya tahu, tidak ada yang benar-benar mudah dalam hidup ini, terutama bagi orang yg terlahir seperti saya.

Terima kasih banyak buat temen-temen yang sudah memberi support. Semoga Allah SWT, selalu member rahmat, ridho dan hidayah-Nya pada kita semua. Amin.

(Phase 506. January 20th, 2010. Wednesday. 4:28 PM. Still waiting season for my dreams and my great hopes)

Related Post



2 comments:

  1. [url=http://www.celebxray.com/rachel_bilson.html]Rachel Bilson Sexy[/url]

    ReplyDelete
  2. hi, i don't know what you're feeling now. i don't know what you're going through. i don't know anything about you. maybe i know you a little bit, but basically i'm a complete stranger to you, i can tell.

    but i just hope that you'll be fine.

    good luck and farewell.

    ReplyDelete