Monday, November 30, 2009

The ROCKET

Pada saatnya nanti, kita akan mati sendirian… akhir yang buruk bagi seseorang yang menyukai keramaian dan takut akan kesendirian.
How about me?

Ketika saya berangkat untuk study di Jogjakarta pertengahan tahun 2005, saya berbekal semangat akan memulai hidup baru, dan melupakan beberapa potongan kisah persahabatan yang berantakan, penuh kemunafikan dan kebohongan, meninggalkannya dibelakang punggung saya. Ya, dengan kesombongan, keangkuhan dan keyakinan, saya meyakini, kalau saya cukup ‘manis’ untuk bisa punya kisah potongan relationship yang ‘manis’ bersama manusia lainnya.

Dan saya memulai beberapa relationship bersama manusia tentunya, dengan beberapa awalan yg manis, dengan manusia pilihan yang ada dihadapan saya. ya, saya memilihnya, menyeleksinya dan mengoleksinya. Sayangnya, metode-metode yang saya terapkan dalam relationship saya antar sesame manusia, menggunakan metode lama dan kekanak-kanakan, bukan sebuah metode yang bakal bisa bertahan lama, saya menyadarinya, menikmatinya, dan berpikir, bisa jadi dimana pun saya hidup, itu memang sifat dasar saya.

Karena saya bukan pemain tunggal, dipuncak karir relationship saya, saya sadar, saya menjadi pintar melukai, menjadi pintar bersandiwara, menjadi pintar berbohong dan menjadi ahli sebagai pelaku manusia munafik. Dan beberapa orang menjadi korbannya, dihadapan mereka saya memalingkan wajah, dan kadang saya mengangkat dagu menantang, “katakan dimana letak salah saya?” mereka terlalu baik, dan tidak ada yang mengatakan kepada saya, mereka berlalu dan berpaling ke manusia lain. Dan akhirnya, saya mengatakan kepada diri saya sendiri, dan saya menganugrahkan kepada diri saya sendiri, mengenai siapa saya.

Ketika saya mencari cinta dan kasih sayang ditengah banyak orang, saya seakan-akan mendapatkannya, tapi kemudian semua seperti bualan yang membuat saya tidak tenang. Titik baliknya adalah, saya mencari ketenangan, ditengah titik NOL pengharapan atas perhatian orang-orang, dan bersembunyi ditengah kesendirian saya.

Saya belajar bermain jarak antar sesama manusia. Tanpa saya sadari step jarang yg saya ambil terlalu jauh, membuat orang-orang berkomentar, “Why are you always alone just you and your self?” and then, “do you not have any friend?” pertanyaan yang tidak salah.

Di Bandung, dengan tingkat kehidupan individualism yg lebih tinggi, saya yg melanjutkan study disana, seperti menemukan tempat. Saya menjadi total sendirian. saya focus sepenuhnya dengan study yg saya ambil dan saya NOL besar dalam relationship sesama manusia. Kadang-kadang saya rapuh dalam kesendirian saya, saya menertawakan garing hal-hal yang sangat kecil, dan yang terakhir, kadang saya merasa, sensitifitas antar sesama manusia saya menjadi tumpul dan menghilang.
Sampai di proses hidup saya yang ini, saya sangat menghitung untung dan rugi. Saya berbicara dengan orang hanya seputar basa-basi, masalah umum, study dan kerjaan. Yang ada dikepala saya hanya ada karir dan masa depan. Tak ada satu bentuk dan satu sosok pun yang saya lihat.

Katakan lah saya salah, katakan lah pada akhirnya mungkin saya akan menyesal. Katakan lah saya terlalu pengecut untuk sebuah relationship, takut melukai dan takut dilukai.

Ini bukan sebuah statement final, saya tidak tahu apa yang nantinya akan merubah saya. tapi untuk sementara ini, saya merasa tenang dan nyaman, merasa lebih kuat dan lebih jujur, dengan semua kesendirian saya.

Saya tidak ingin hidup dalam kebohongan-kebohongan, menggantungkan karakter saya pada pada perhatian dan cinta orang lain yang saya sama sekali tidak tahu, itu bisa bertahan dan berakhir kapan…. Selengkapnya...

Sunday, November 29, 2009

The Way

i'm confused. suddenly, i wanna crying so badly right now. i feel that my heart hurts by something. God, i dont want to feel it. i think all things i must to do just work work and work. i will forget everything then. Selengkapnya...

Sunday, November 15, 2009

TRANSAMERICA


(Kevin Zegers as Toby )

Transamerica adalah sebuah film indie yang dibuat tahun 2005. film ini menceritakan tentang Bree, yang seorang transseksual yang kemudian melakukan perjalanan dengan anaknya yg sempat hilang, Toby (Kevin Zegers)

Plot :
seminggu sebelum penandatangan operasi transseksual, Sabrina 'Bree" Osbrourne (Felicity Huffman) mendapat sebuah telpon dari Toby Wilkins (Kevin Zegers - Air Bud, It's a Boy/Girl Thing), seorang anak yang berumur 17 tahun dan sedang dipenjara di New York City, di telponnya, Toby mengatakan bahwa Stanley Schupak (nama asli Bree) adalah ayahnya.

mulanya, Bree ingin mengacuhkan Toby dan membuang semua masa lalunya, tetapi Trapis Bree, menolak permintaan dia untuk mengadakan operasi apabila Bree tidak menghadapi masa lalunya. lalu, Bree pun terbang ke L.A dan kemudian ke NY untuk mengeluarkan Toby dari penjara

setelah bertemu Toby, Bree berpura-pura menjadi misionari kristen yang bersedia membawa Toby kembali ke West Coast dan dia berencana untuk mengembalikan Toby ke ayah tirinya. tapi kemudian rencana itu gagal, setelah mengetahui sifat asli ayah tiri Toby, akhirnya Bree membawa Toby ke LA

dan perjalanan mereka menuju LA di diwarnai berbagai pristiwa, yang mana Toby mengetahui kalau ternyata Bree adalah seorang transseksual, juga ada pristiwa mobil yang mereka bawa dari NY di curi sehingga hal ini membuat Toby melakukan praktek prostitusi dan sampai kemudian mengungkap tentang keluarga Bree dan identitas aslinya di mata toby.

Multi Konflik
banyak film-film(terutama film Indie) yang mengangkat sebuah jalinan peristiwa dengan pemamfaatan kondisi kisah Road Trip, contohnya film Indonesia 3 Hari Untuk Selamanya (Nicholas Saputra), Yu' Tu Mama Tambien, film latin yg dibintangi Diego Luna, dan Little Miss Sunshine, yang membawa Abigail Breslin menjadi artis cilik ini masuk nominasi OSCAR. dan memang, cerita-cerita mengenai Road trip kisarnya biasanya tentang pemahaman karakter antara satu dan lainnya.
dan Transamerica, dengan jalinan kisah Road trip, bisa dikatakan unik dan multi konflik. bagaimana ketika Bree yang yakin bisa membangun kehidupan baru yg lebih baik dengan operasi 'kelamin'kemudian dikejar masa lalu dengan hadirnya sang anak(yang belakangan dia ketahui bahwa anaknya diasuh seorang ayah tiri yang suka melecehkan Toby secara seksual), Toby sampai kemudian penerimaan keluarga Bree. begitu juga Toby yang meng'khayal'kan ayahnya adalah sosok yang macho, keturunan Indian ternyata tidak lebih dari seorang transseksual wanita, dan fakta bertambah berat ketika ia jatuh cinta kepada Bree.

Awards
Transamerica mengantarkan Felicity Huffman menjadi pameran wanita terbaik diajang Golden Globes 2005 dan masuk nominasi OSCAR. dan ini menjadi prestasi tersendiri bagi Huffman yang lebih terkenal sebagai Lynette Scavo di Desperate Housewives Selengkapnya...

Friday, November 13, 2009

2012 - FILM (NOVEMBER 2009)

video
(TRAILER)

2012 adalah sebuah film bencana yang disutradarai Roland Emmerich (The Patriot/2000, The Day After Tomorrow/2004, 10,000 BC/2008). Film ini memiliki ensemble cast, termasuk John Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, Thandie Newton, Oliver Platt, Chiwetel Ejiofor, dan Woody Harrelson. Film ini akan didistribusikan oleh Columbia Pictures. Syuting dimulai bulan Agustus 2008 di Vancouver. Film ini dirilis pada tanggal 13 November 2009 dan dengan budget yang besar USD 200 Juta, jadi film 2012 ini termasuk deretan film-film mahal di tahun 2009 sembilan menandingi Harry Potter 6 dan Transformers II
-------------------------------------

PLOT
Film ini terinspirasi oleh ide peristiwa hari kiamat global yang bersamaan dengan akhir putaran Kalender Hitungan Panjang Maya pada atau sekitar 12 Desember 2012 (titik balik matahari musim dingin belahan Bumi utara).

Jackson Curtis (John Cusack) adalah seorang ayah yang telah bercerai yang bekerja sampingan sebagai supir limousin dan penulis, sementara bekas istrinya (Amanda Peet) dan anak-anaknya tinggal bersama dengan pacar barunya, Gordon (Thomas McCarthy). Di kota Tikal suku Maya di Guatemala, korban bunuh diri massal tampaknya mempercayai kalender Maya, yang meramalkan akhir dunia yang bersamaan dengan Kesejajaran Galaktik, yang terjadi pada 21 Desember 2012, tanggal terjadinya titik balik matahari musim dingin di belahan Bumi utara.

IHC (Institute for Human Continuity), sebuah organisasi rahasia, menyadari situasi ini dan mulai membangun bahtera besar di bawah Pegunungan Himalaya yang dirancang untuk menghadapi banyak bencana alam untuk menyelamatkan manusia, spesies tertentu, dan harta manusia yang paling berharga ketika kiamat akhirnya terjadi.

Ada argumen tentang bagaimana dan ketika pemerintah dunia akan memberitahu warga mereka dan bahkan diskusi mengenai bagaimana korban selamat akan dipilih untuk diselamatkan dari kiamat ini, tapi ketika mereka tahu bahwa kekacauan global terjadi lebih cepat daripada yang diperkirakan, mereka harus berlomba menuju kapal tersebut untuk menyelamatkan umat manusia sebelum semuanya musnah.

Ketika sedang dalam perjalanan siang menuju Yellowstone dengan dua anaknya, Jackson bertemu Charlie Frost, yang membawakan segmen radionya dan menulis kepercayaannya di blog bahwa suku Maya benar tentang 2012.

Pada hari-hari berikutnya, retakan besar ditemukan di jalur patahan di California, dan meskipun pemerintah meyakinkan segalanya aman, Jackson tidak yakin. Menyewa pesawat pribadi dan memperoleh barang-barang darurat, ia pergi ke rumah Kate di L.A. untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya dari perpindahan kulit Bumi yang terjadi di sekitar mereka.

Tidak hanya California yang mengalami bencana, Gunung Api Super Yellowstone meletus, Las Vegas hancur oleh jurang besar yang melintasi the Strip dan sebuah awan debu dari letusan Yellowstone, banyak gempa besar terjadi di Amerika Selatan (menghancurkan kota Rio de Janeiro dan Buenos Aires). Washington, D.C. dibanjiri oleh tsunami raksasa yang menghancurkan Gedung Putih, dan St. Peter's Basilica di Roma runtuh, menghancurkan arsitektur Katolik berusia ribuan tahun dan menewaskan ratusan peziarah yang sedang berdoa. Sementara gelombang raksasa mulai menenggelamkan dunia, pemerintah AS mengumumkan akhir dunia.

dan film ini berisikan tentang perjuangan untuk bisa masuk ke dalam kapal yang dibangun oleh pemerintah seluruh dunia sebagai cara menyelamatkan orang-orang terpilih di daerah pegunungan himalaya.
----------------------------------------


CAST
* John Cusack sebagai Jackson Curtis
* Amanda Peet sebagai Kate, bekas istri Jackson
* Liam James sebagai Noah Curtis, putra Jackson dan Kate.
* Morgan Lily sebagai Lilly Curtis, putri Jackson dan Kate.[13]
* Thomas McCarthy sebagai Gordon
* Danny Glover sebagai Thomas Wilson, Presiden Amerika Serikat ke-45
* Thandie Newton sebagai Laura Wilson, putri Presiden.
* Chiwetel Ejiofor as Adrian Helmsley, penasihat ilmiah Presiden.
* Oliver Platt sebagai Carl Anheuser, Kepala Staf.[4]
* Woody Harrelson sebagai Charlie Frost
* Ng Chin Han sebagai Lin Pang
* Zlatko Burić sebagai Yuri.

---------------------------

RESPON :

Film 2012 saat ini memegang nilai 'Fresh' 80% di Rotten Tomatoes berdasarkan 5 review para kritikus handal film
--------------------------- Selengkapnya...

Wednesday, November 11, 2009

FlippingBook PDF Publisher v. 0.5.6

berhubung mengerjakan Project Akhir salah satu eksekusi akhirnya menggunakan aplikasi FlippingBook PDF Publisher v. 0.5.6, jadi lah saya menggunakannya. karena ketemu cuman versi demo (alias trial) saya sudah muter2 nyari full version, tapi ng ketemu.. jadi beginilah hasilnya

jadi meringis dibuatnya, ADA STEMPEL-NYA, tega bener, masa sy harus beli USD 199, ng ada duit.. tapi saya aku software-nya bagus...tetapi... dilema mau pake action script di flash atau gimana...

i wish i can find the full trial version without money,hahaha...
MUDAH2AN NTAR NEMU.... Selengkapnya...

Monday, November 9, 2009

Lentera Ajaib


Suatu pagi (sebenarnya persis-nya kapan ng tau) dimusim hujan, saya mendapat sebuah bingkisan besar. Yang berat. Saya pun membukanya, ketika saya melihat isinya, saya terperangah, kaget. Isinya lentera(mungkin orang china bilangnya lampion, saya lebih suka ,menyebutnya lentera) yang sederhana tapi unik, dibungkus kertas tipis. Dan hebatnya, lentera itu apinya menyala tanpa saya sulut dengan korek api.

Jadilah si lentera mainan saya dimusim hujan, yang sangat suka saya pandangi, saya suka senyum-senyum sendiri melihat apinya yang bergoyang-goyang ditiup angin yg tipis, menimbulkan rasa hangat didalam hati saya. setiap kali saya ingin menyentuh apinya yang anggun, saya mengurungkan niat, takut ke ‘obong’(bakar). Jadi yah, saya hanya bisa memandanginya, senyum-senyum sendiri, mendorong-dorong kertas manis yang mengitari api lentera.

Dan musim hujan pun berlalu, ketika saya sedang keluar dan kembali ke kamar saya, saya menemukan api di lentara padam, saya bertanya-tanya, memang dari kemarin-kemarin apinya semakin mengecil. Dan si lentera terpojok sepi di kamar saya, tanpa cahaya. Saya menyesali, kenapa ketika apinya masih besar tidak saya terbangkan, sebab ini memang lentera yg bisa terbang? Kenapa sewaktu apinya besar tidak saya padamkan saja lebih dahulu?

Sedih melihat lentera yang padam itu teronggok di sudut kamar, kecewa juga kenapa begitu cepat padamnya padahal tidak saya apa-apakan. Ketika saya bersih-bersih kamar, saya berpikir, “ah kamar saya sempit bener!” saya memutuskan untuk membuang lentera tersebut. Saya letakkan lentera itu di tempat sampah. Hari-hari berlalu, saya keluar kamar dan beraktivitas seperti biasa, dan tidak tahu beberapa hari, ketika saya melewati tempat sampah, lentera yg padam itu masih tergeletak disana. Setelah lirik kiri-kanan, saya pungut

Saya berusaha menyulut kan korek api ke si lentera, biar menyala, tapi tidak bisa, malah usaha saya menyelakan api si lentera membuat kertas hiasan si lentera jadi acak-acakan. Stres saya dibuat oleh lentera antik itu. Dan anehnya, ketika saya sedang santai-santai membaca buku dikamar saya, ketika saya pulang kampung, si lentera yg padam ada di sudut kamar tersebut, kok bisa? Bagaimana caranya bisa lolos dari pengecekan security di bandara? karena keanehan tersebut, apapun yang saya lakukan, semisal makan, beraktivitas, mau tidur, topic dalam pikiran saya tidak jauh-jauh dari si lentera dan apinya.

Karena lentera yang padam itu selalu ada disudut kamar saya, saya pun menyerah untuk membuangnya. Saya biarkan saja dia disana, dgn warna-warnanya yang mulai buram, yg sumbunya mulai menghitam dan menjadi salah satu barang antik saya. terasa sesak mengingat dia sudah tidak mau menyala, walaupun saya sudah berusaha menyulutnya.

Karena lentera yang padam itu sudah terlanjur ada disudut kamar saya, saya menghidupkannya dalam ingatan saya, kalau apinya pernah menyala dan menghangatkan saya. biar saja lentera antik itu disana, yang selalu menggoda saya untuk membuangnya. Tapi tidak bisa saya lakukan, dan saya akan membiarkannya lentera itu apa adanya disana, suatu hari, ketika kehidupan saya beranjak bergerak maju, lentera antik berangsur-angsur lenyap, seperti yang sudah-sudah, seperti buih dari aliran sungai kecil yang akan kehilangan arti di penghujung sebuah muara… Selengkapnya...

Sunday, November 8, 2009

NEW YORK I LOVE YOU


(POSTER YANG BAGUS, SUKA KOMPOSISI, TIFOGRAFI-NYA JUGA PLUS WARNA-NYA)
---------------------
bagi yang pernah nonton, Paris Je t'aime, sudah punya referensi dan membayangkan ini film seperti apa, sebab tipe-nya mirip, jadi seperti sebuah kumpulan cerita-cerita pendek dimuat dalam sebuah film yg diberi title "NEW YORK I LOVE YOU" produser film ini pun, produser yang juga memproduseri film Paris Je t'aime (Paris I Love You)

dan kali ini, film yang disutradarai(masing-masing cerita dalam film sutradaranya berbeda) Mira Nair, Jiang Wen, Natalie Portman, dll ini yang membintanginya tidak tanggung-tanggung, ada deretan artis-artis hollywood ternama yang ikut ambil bagian didalamnya.
----------------------

(Poster-Korean Version)

ini dia cast-cast yang ikut ambil bagian dalam film ini
* Bradley Cooper as Gus Cooper
* Hayden Christensen as Ben
* Andy Garcia as Garry
* Rachel Bilson as Molly
* Natalie Portman as Rifka Malone
* Irrfan Khan as Mansuhkhbai
* Orlando Bloom as David Cooler
* Christina Ricci as Camille
* Maggie Q as Janice Taylor
* Ethan Hawke as Writer
* Anton Yelchin as Kane
* James Caan as Mr. Riccoli
* Olivia Thirlby as Mallorie Fish
* Drea de Matteo as Lydia Kault
* Julie Christie as Isabelle Allen
* John Hurt as Waiter
* Shia LaBeouf as Jacob
* Uğur Yücel as Painter
* Carlos Acosta as Dante
* Shu Qi as Woman
* Chris Cooper as Alex Simmons
* Robin Wright Penn as Anna
* Eli Wallach as Abe
* Cloris Leachman as Mitzie
* Blake Lively as Gabrielle
* Jacinda Barrett as Maggie
* Eva Amurri as Sarah
* Justin Bartha as Sarah's Boyfriend
* Burt Young as Landlord
* Sonny Sandoval as George
* Gurdeep Singh as Badal
* Ugur Yucel as Painter
---------------------------

New York, I Love You ditayangkan premiered di the 2009 Toronto International Film Festival pada bulan september 2009 dan tayang di US pada bulan oktober 2009, sedangkan di Indonesia? kita tunggu saja, mungkin bakal tayang di Blitz, kalau pun tidak tayang, cara lainnya untuk menonton adalah berburu DVD-nya. Selengkapnya...

Thursday, November 5, 2009

Vertikalisasi Sosial

Suatu malam saya mengirim SMS keteman saya yg berbeda pulau, bunyi SMS-nya seperti ini, “[tiba2 memahami sesuatu, klo aku yg jadi cowok yg suka sama kamu L**, tapi ng kesampaian, pasti rasanya sakit bener. Benar loh, untung aja aku ng diposisi itu. Alhamdulillah”
Teman saya itu bukan selebritis, tapi dia mempunyai kelas dia sendiri, bisa saja dia berada diluar kelasnya, tapi pada akhirnya dia tetap akan bertahan dan mempertahankan untuk tetap berada didalam kelasnya, didalam istana yang dia sadari, adalah tempat terindah dan terbaik didalam hidupnya. Ketika dia berada diluar istana dia, dan kemudian dia menggambarkan tentang ‘tempat’nya dia, dia memperlihatkan sebuah kelas dan takdirnya dia. Tentu bukan orang sembarangan yang bisa mencapainya. Saya tidak membicarakan hubungan antar sesama manusia secara vertical, iya memang teman saya ini, sama saja seperti saya, tapi pencapaian takdir yang diberikan berbeda. Dia lahir dari kalangan yg orang bisa sebut high class.
---------------------
Ada jenis orang, mencintai seseorang saja sudah sulit, eh malah cintanya itu tidak berbalas. Maka, silahkan tertawa. Dan silahkan tertawa tambah nyaring, ketika si pencinta yg susah mencintai ini, tak terbalas ini, ditambah sakit yg ‘tak tertahan’kan, kenapa demikian? Ya karena bisa jadi dia kesandung structural vertical kelas social manusia tadi, apa jadinya kalau dia dari kalangan bawah, dia bisa saja memanjat dengan gigih, tapi sebut persentasi yg berhasil? Paling mentok dikisaran 5%, apalagi kalau dia lelaki. Di dongeng Andrea Hirata adalah contoh kasus yg sukses, si Arai berhasil meraih wanita idamannya. Dan di dongen kerajaan inggris, Lady Diana yg guru TK, menerima kehancuran dalam hubungan hati bersama Pangeran Charles.
Structural vertical kelas social antar manusia, itu hal alamiah, banyak teori keseragaman kelas tetapi, pada kenyataannya, vertikalisasi itu memang, sekali lagi, ALAMIAH. Sebab vertikalisasi hasil dari hal yg disebut “TAKDIR” manusia.
Apa saya complain? Sama sekali tidak, saya cuman suka mengamati hubungan teman-teman yang kadang berbenturan dgn vertikalisasi social. Dan pada akhirnya, setelah puas mereka-reka, mereka akan kembali ke posisi masing-masing. Dan kadang seperti menjadi sebuah parodi, merasa tersakiti dan disakiti oleh masing-masing pihak.
saya yang hobby menonton, kadang tak bergeming dibangku penonton, merasa menjadi cirri khas saya. tapi, Tuhan mempunya rencana bukan? Dan Dia menuliskan sebuah kisah. Saya menjalani sebuah kisah saya sendiri, menertawakannya bersama tontonan yang lalu lalang dihadapan saya.
kita, pada akhirnya, yang berasal dari tanah, akan kembali ke tanah. Itu hal yang paling mendasar. Dan jika ingin hidup tanpa sebuah beban yang terlalu besar, saya mungkin masih terlalu dini untuk mengatakan, ingatlah selalu asal dan tempat kita. Sekuat apapun kita mendaki, setinggi apapun kita berusaha terbang, sekeras apapun kita memanjat, kita memiliki takdir kita. Saya orang biasa, takdir saya adalah menjadi orang sederhana, yang saya jalani adalah berusaha menjadi orang yg bermamfaat bagi keluarga saya. itu sudah cukup bagi saya.
---------------------------------
(Phase 498. Nop 5th, 2009. Wendesday. 09:24 PM) Selengkapnya...

Sunday, November 1, 2009

The Sea

Sebenarnya, mungkin nantinya, saya akan menertawakan sampai muntah apa yang saya tulis ini. Tetapi saya sudah sampai dititik, saya ingin bercerita dan tidak ingin terburu-buru mengingat, apakah ini suatu hal yang salah atau benar.

Saya menelan semua omong kosong dalam romansa yg pernah saya tonton atau baca. Tiba-tiba seperti halnya waktu kecil, tanpa kesadaran sepenuhnya, saya beranjak besar dan dewasa, dan ketika saya jatuh cinta, itu diluar kendali saya. saya benar-benar tidak bisa mengendalikan, pada siapa, apa, dimana dan kapan saya akan ‘menyukai’ seseorang. Dan entah itu sebuah pribadi yg seperti apa, entah dalam hukum salah atau benar, hukum agama yg di gariskan Tuhan atau pun hukum buatan manusia, yang saya rasakan, saya hanya sedang menyukai seseorang, dibatas yg tidak saya ketahui.

Diam-diam dia datang, terburu-buru, menghampiri saya yang sedang jujur, entah dia sampai pada pengertian atau tidak, dia diam dan pergi. Tinggallah saya, dengan semua pengertian yg saya miliki, dengan semua perasaan yg saya punya, berusaha menyusutkannya, merusaha mengaburkannya. Berada disebuah persimpangan, saya ingin menolak mentah-mentah apa yg ada atau menerimanya.

Katakan saya sudah memilih dalam hal ini, lalu menerima resiko dari pilihan saya. tapi saya, tidak memilih dia, dia hanya tamu yg tiba-tiba datang, berada disekitar saya. tapi, saya tidak tahu, mungkin saya yg memilih dia. Atau Tuhan membiarkannya datang kedalam hidup saya. saya tidak tahu yang mana tepatnya.

Ya, saya melihat frame-frame dalam hidup saya menyatu, saya kemudian menontonnya, melihat berbagai macam ketulusan dan pengkhianatan, satu demi satu. Melihat hal-hal yang diluar control saya sebagai manusia biasa. Melihat dia datang, dalam puncak kehidupan saya yang penuh ketenangan, bermain, dan menggoyah hal-hal yg mulanya bisa saya sebut, “saya bisa bertahan dgn cara saya”. dengan kedatangannya, saya memulai memikirkan banyak kemungkinan dari kata “Jika saja…”

Episode hidup saya memang mulai menua, dan salah seorang teman saya, pasti akan senang mendengarnya dan menyebut ini sebagai ‘titik balik’ dan mempersiapkan diri untuk melihat ‘klimaks’. Hidup memang adalah proses, dan ini belum final. Saya tidak ingin menyalahkan apapun, saya juga tidak ingin menikmatinya dalam sebuah drama. Tapi saya ingin menganggap ini, sebuah kejujuran dan fakta yg ada dalam hati saya, bahwa saya mempunyai kerapuhan terhadap sebuah control. Bahwa saya mengetahui, hidup bukan lah melulu mengenai rencana-rencana, tapi apa yg sedang terjadi diantara semua rencana itu.

Kita semua tahu, sangatlah sulit melupakan seseorang yg istimewa dalam hati kita, selayaknya sesuatu itu yg memang istimewa, biarlah tetap disana, tidak tersentuh, terdiam, dan menyerahkannya pada waktu, agar bisa membuatnya tertidur lelap. Selengkapnya...

Cicak Vs. Buaya

Mengikuti perkembangan kasus Cicak vs Buaya, seperti menonton sebuah drama besar yang serius diranah hukum negara Indonesia, karena bersinggungan dengan 3 pilar hukum yang utama, yaitu Rule of the law, supremacy of the law dan equality before the law. sebelumnya marilah kita mengingat kembali pada sejarah lembaga-lembaga pemberantas korupsi di Indonesia sebelum KPK.

Pada masa Orde Lama, Kabinet Djuanda, dibentuk Panitia Retooling Aparatur Negara (Paran), lalu kemudian pada tahun 1963 dibentuk Operasi Budhi. Dan pada masa Orde Baru pada 16 Agustus 1967, Soeharto terang-terangan mengkritik Orde Lama, yang tidak mampu memberantas korupsi dalam hubungan dengan demokrasi yang terpusat ke istana sehingga di bentuk Tim Pemberantasan Korupsi (TPK), sedangkan di Era Reformasi dibentuk Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK) tahun 2000. Dan kasus ‘kematian’ kinerja lembaga pun beraneka rupa, dari deadlock, macet, Perselisihan pendapat mengenai metode pemberantasan korupsi yang bottom up atau top down di kalangan pemberantas korupsi, hingga kemudian kasus yg menimpa TGPTPK yang melalui judicial review Mahkamah Agung, dibubarkan dengan logika membenturkannya ke UU Nomor 31 Tahun 1999. Dan ‘kematian’ semua lembaga ini, tentu membuat para koruptor di Indonesia menyanyikan lagu original soundtrack film Evita yg diplesetkan “Don't cry for me Indonesia, The truth is I never left you”* yg memberikan mereka (Koruptor) tempat bernaung yang nyaman.

KPK (2003 – sekarang)

KPK lahir karena (1) Desakan reformasi untuk memberantas korupsi, mengingat korupsi menjadi salah satu penyebab pokok gagalnya bangsa Indonesia menjadi bangsa bermartabat diantara bangsa-bangsa dunia; (2) buruknya citra dan kinerja Polri dan kejaksaan selama puluhan tahun dalam penegakan hukum**

Unsur dramatis “cicak vs buaya” semakin kaya dengan point no.2, bagaimana tidak disini cicak (yang belakangan jadi sebuah singkatan ; Cinta Indonesia, CintA KPK) atau KPK, berseteru dgn POLRI yang gerah dengan wewenang KPK, kemudian menjerat KPK dengan kasus Bibit dan Candra yang kemudian ditahan, padahal Pasal 21 ayat 1 KUHAP yang mengatur penahanan tersangka atau terdakwa dilakukan lantaran kekhawatiran yang bersangkutan melarikan diri, merusak barang bukti atau mengulangi tindakan piadana lagi, TIDAK TERPENUHI. Korelasi hal ini sejalan dengan kata-kata Hifdzil Alim(Staf Peneliti PuKAT), “bagaimana mungkin orang yg sudah nonaktif dari jabatannya dapat menghilangkan barang bukti”.

SBY telah memberikan sikap normatif-nya dgn pernyataan bahwa ini adalah konflik antar individu bukan antar lembaga. Tetapi, kalau dicermati, individu yang tercatat disini adalah bos-bos lembaga yang pastinya menyeret dan mempengaruhi pencitraan terhadap lembaga itu sendiri, dan lebih jauhnya, tentu hal yang paling ditakuti masyarakat, ‘kematian’ badan KPK karena factor ‘pembunuhan’ yang dilakukan otoritas Polri dengan alasan yg mengada-ada. Dan jika KPK “R.I.P” seperti senior-seniornya terdahulu, sekali lagi, mereka(Koruptor) akan bernyanyi, “Don't cry for me Indonesia, The truth is I never left you”

Sejalan dengan umur kemerdekaan Indonesia, kemajuan intelektual bangsa pun berkembang. Kontroversi kasus Bibit-Candra, Cicak vs Buaya bukan hal biasa. Media lebih mengenal rakyat, media tidak mungkin bisa disogok untuk membesarkan kasus ini sekaligus membela sang CICAK. Kemajuan suatu Negara berbanding lurus dengan pembantaian para ‘koruptor’ dinegara tersebut. ditengah ramainya keadilan yg jungkar balik ditangan para petinggi Negara, politisi dan koruptor, Jika KPK bisa bertahan dan kasus ini bisa diselesaikan dgn keadilan penuh, Indonesia akan memasuki babak baru dalam citra pemberantasan para koruptor sepenuhnya.

oleh : Juhri SL
mantan SISWA III IPS 2, SMA Negeri I Tanjung Redeb 2005


note :
*Don't Cry For Me Argentina - Evita, dinyanyikan oleh Madonna
** Bukan Kasus Biasa, Tjipta Lesmana, OPINI KOMPAS (31/09/2009)
Selengkapnya...