Tuesday, June 30, 2009

Sidang TA 2008

Paginya saya lari pagi dan siangnya, disini lah saya, berdiri didepan LCD yg menyorot sebuah presentasi. Saya akan disidang siang itu, sidang TA saya yg berjudul, “Mengemas Catu Daya Listrik PT. PLN APJ Yogyakarta” 5 menit awal saya berbicara, saya merasakan getaran luar biasa. Apalagi mendapat sambutan tatapan dingin dari para dosen penguji. Saya merasa seperti domba tersesat yg siap disambar petir.
15 menit berlalu, presentasi selesai, saatnya akad nikah saya dgn dosen penguji. Dosen penguji saya, yg katanya ngajar di ECU (Edith Cowart University, Aussie) memulai pertanyaan, “Apakah situ(kamu) pintar?” beri saya waktu memutar bola mata saya, dari 5 BAB yg saya tulis dinaskah TA saya, tdk ada tertulis “Saya orang yg pintar” tapi lidah saya suka berdiplomasi, “Saya orang yg beruntung, Sir!” mendengar jawaban saya, dia mengangkat dagu dan menaikkan alis.
Dan diantara dosen penguji, ada orang luar dari Industri, pihak kampus meng-claim, itu untuk menjajal apa yg mahasiswa hasilkan bisa berguna dipasaran. Si orang industry, setelah dipersilahkan ketua sidang berbicara, dia menarik nafas dan mengetuk-ngetuk meja dgn pulpen, “Saya kira, rancangan desain anda ini, gagal tidak bisa menembus market!” kali ini, saya tidak memutar bola mata saya, tapi si Angel dibahu kanan saya loncat kekepala, berteriak mendengar statement itu, “do something or you died” statement itu, oh God, kata-kata dingin itu, tak adakah yg lebih hangat untuk diletakkan diawal.
“saya punya target audience,bukan target market…”suara saya tercekik layaknya saya bilang “s a y a s i a p”waktu mau disunat dulu. “apa bedanya?” dia sudah mengarahkan samurainya ke saya,saya diam artinya mati, ”Ini Iklan Layanan Masyarakat, bukan Iklan Komersial” mudah-mudahan dia tidak bisa membaca jalan pikiran saya. Posisi saya, meminta jalan, klo dia menutup jalannya seperti statement pertama, maka saya akan terlihat bodoh dan mati dalam diam. Saya hanya ingin memperlihatkan kalau saya menguasai bahan. Bidang yg saya tekuni, 70% bergantung dgn penilaian subjektif, klo 1+1 masih sama dengan 2, bukan 4 atau 5, maka proyek desain TA saya GAGAL.
“jadi, kita punya tahapan-tahapan yg saling menguatkan dlm mempengaruhi audience dgn sistem aplikasi above the line and below the line” Dia menatap dgn ilmu menembus pandangnya, “pertama, segmentasi apa yg anda punya?” 3 detik saya tersenyum, 3 detik saya melirik dosen pembimbing saya yg tampak bernafas lega. Itu baru pertanyaan pertama, masih banyak buntut-buntut panjang.
“sistem kampus ini adalah, selesai sidang, anda lulus atau tidak lulus akan segara diumumkan dlm diskusi waktu 10 menit. Tapi menurut hemat saya, anda tidak lulus” ujar si Ketua Sidang. “silahkan tunggu diluar, sekretaris akan memanggil anda kemudian!” saya berjalan seperti domba yg bulunya dicabuti untuk dijadikan baju.
Berkeringat saya menunggu, saya dipanggil, saya berjalan seperti model yg habis ketabrak, “anda terbilang ngeyel ya tadi” mereka memandangi saya yg menalan ludah pelan, “Jika anda kami nyatakan lulus, nilai apa yg anda inginkan!” anggap saja saya lulus, berapa nilai yg saya mau?? *saya sensor apa yg saya katakan waktu itu*
...
Sidang itu berbuah grade, A-, dan saya lulus dgn IPK 3.47(waktu yudisium melongo saat tahu saingan saya disepanjang perkuliahan desain lulus dgn predikat cumlaude) dgn nilai-nilai tahun pertama penuh C dan B, selalu dapat C dalam Menggambar Manual, dapat B dlm Desain Dasar, tapi selalu A di 3 semester Komputer Grafis, selalu A di Ilustrasi Digital dan Multimedia Desain. Fotografi? Saya dapat A, walau dosennya tidak suka sama saya. Intinya saya sangat tolol dalam basic manual.
Kemudian, saya mendaftar di program kerjasama ITB dgn Southeast Asian Minister Education Organition Regional Open Learning (SEAMOLEC), dgn tes yg mana saya mengerjakan dgn tertawa sepanjang jalannya tes(saking sulitnya)
Kemudian saya lulus tes dgn beasiswa penuh dari PT. Berau Coal...
“saya orang yg beruntung, Sir!”

Related Post



No comments:

Post a Comment