Wednesday, May 30, 2007

sideways

breakaway

Lalu dengan amat sangat perlahan, suara-suara ramai itu menghilang
Sehingga dahan-dahan meranggas mengeriput bersama sepi
Juga, kecupan-kecupan tawa di wajahku, sudah tidak ada rona. Pucat membeku
(aku menarik nafas sedalam-dalamnya…)
Hitam dan putih bayangan itu, rapi tersimpan di sudut kedua mataku
Bahkan semua bisikin yang sangat perlahan, menjadi untaian melodi berbaris
Rapi di atas garis-garis rindu yang tak kunjung membatu
Ruang ini sudah tidak seramai dulu, tidak berukuran pasti, terbingkai rapi
Dan kosong. Semua sudah beranjak, suara-suara yang dulu ramai, hanyalah gema
Yang di perjuangkan menjadi irama.

Aku yang kemarin, bermain-main, berlari-lari…
Membentuk garis yang yang menemukan titik-titik,
Dan ketika aku memberikan satu langkah lebih pada satu titik, hanya satu langkah saja…
Menjadi bentangan samudra…

“seharusnya, tidak perlu kuperjuangkan gema menjadi irama….”

Akulah hari ini, menekuk lutukku dan menyatukannya di lantai yang dingin
Bukan sedang menanti(aku tidak pernah sudi menanti) hanya sedang mengerucutkan sepi
Memikirkan aku bukanlah aku…
Tapi, aku tidak menemukan apa-apa, tidak menemukan siapa-siapa
Selain pantulan wajahku, berbekas nyata.

by. wind
(Phase 100. May 29th, 2007. 08:28 pm)

“Jangan menangis!!!
Kalau kau menangis…
Namamu sebagai laki-laki akan tercoreng!!!
Ini bukan kehidupan senja di pegunungan sepi
Dimana serangga berbunyi…!!!
Sepertinya kau sudah siap untuk mengadakan perjalanan
Kedasar neraka…!!!
Siapa berbuat akan menerima balasannya!!!
Daun-daun Willow berwarna merah
Terimalah karunia ini…!!!
Terimalah, wahai daun-daun Willow!!!
-Yana-Gin-Jo, puisi emosi pohon Willow
(di muat didalam komik “One Piece” by “Eiichiro Oda”
… (Phase 83. May 10th, 2007. 9:16 pm ) Selengkapnya...

Monday, May 21, 2007

BIG BANG

Beberapa miskonsepsi atas Big Bang:


Apa yange meledak dalam big bang?
Salah: Materi dan energi, dari satu titik, tersebar mengisi seluruh semesta.
Benar: Ruang (dan waktu); akibatnya, di dalam ruangan tidak ada pusat ledakan, dan densitasnya (mendekati) sama di mana-mana.


Bisakah galaksi saling menjauh dengan kecepatan lebih dari cahaya?
Salah: Tidak; dilarang oleh relativitas khusus
Benar: Bisa; menjauhnya galaksi bukan karena gerakan dalam ruangan, tetapi oleh ekspansi ruangan.


Dapatkah kita melihat galaksi yang menjauh dengan kecepatan lebih dari cahaya?
Salah: Tidak mungkin; cahayanya tidak dapat mendekati kita.
Benar: Bisa; laju ekspansi dapat berubah. Batas Hubble (yaitu batas di masa galaksi terpisah dengan kita pada kecepatan cahaya) bisa berkembang lebih cepat dan menjangkau foton yang seharusnya tidak dapat menjangkau kita.


Kenapa ada "geseran merah?"
Salah: Efek Doppler, karena sumber cahaya menjauh dari kita akibat ekspansi ruang.
Benar: Selain efek Doppler, terutama juga karena ekspansi ruang memperpanjang gelombang cahaya.


Berapa besar semesta yang dapat kita amati?
Salah: Karena usianya kurang lebih 14 miliar tahun, berarti: 14 miliar tahun cahaya.
Benar: Sekitar 46 miliar tahun cahaya. Yang kita amati sekarang sudah menjauh dengan kecepatan yang meningkat.


Apakah benda-benda angkasa ikut berekspansi
Salah: Ya. Semua di dalam semesta ikut berkembang.
Benar: Tidak. Misalnya, antar galaksi terdapat gravitasi yang saling menarik, melawan ekspansi. Terjadi keseimbangan akhir dalam bentuk cluster yang jarak antar galaksinya relatif tetap.


Sumber: Scientific American, Maret 2005. Selengkapnya...

Pengakuan Lugu

Kadang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada dirimu sehingga kau kehilangan kata-kata untuk menjelaskannya. Jangankan membuat orang lain mengerti, membuat dirimu sendiri mengerti saja itu sulit.

Dunia bisa menjadi begitu kejam saat kau membuat kesalahan sehingga kau tak diberinya tempat untuk bernafas dengan lega. yah, satu kesalahan yang kadang fatalnya masih dipertanyakan bisa berdampak kuat dalam hidup dan dunia yang kau bangun dengan susah payah.

Tapi itulah hidup, entah kau setuju atau tidak semuanya serba abu-abu. Tidak ada garis nyata yang benar-benar bisa membedakan antara sesuatu itu putih atau hitam.

Kadang kau bisa mengerti dengan mudah apa yang kau inginkan, tapi kadang kau kesulitan setengah mati dengan apa yang ada dihadapanmu.Terlebih lagi saat itu tiba-tiba menghantammu pada posisi dimana yang kau harapkan berbanding lurus dengan kenyataan.

Jika kau pada posisi dimana kau sebagai manusia yang sangat serba biasa.Wajah biasa, bentuk tubuh biasa, harta biasa dan otak yang juga biasa-biasa saja. semua akan biasa saja jika kau berpola pikir biasa dan semua akan jadi masalah jika kau memikirkan hal yang luar biasa(Walaupun apa yang bagimu luar biasa itu hal yang sangat luar biasa sederhana-nya dimata dunia)karena kau akan banyak terluka saat berusaha mendapatkan hal luar biasa yang kau maksud itu.

Kau akan jadi manusia yang luar biasa idiotnya saat kau jadi seorang yang biasa yang mengharapkan hal luar biasa.

Misalkan untuk Cinta atau hal lain yang melibatkan perasaan manusia lain:Kau akan berkerja Extra keras mendapatkannya karena kau diposisi biasa yang harus memperlihatkan sesuatu yang istimewa dalam dirimu yang tidak terlihat biasa dimata orang yang kau anggap istimewa.
Dan kau akui saja, itu menyedihkan.

Kau menjadi manusia yang menyedihkan karena kau meletakkan mimpimu diatas takdirmu.
Saat kau berusaha membuat orang lain mengerti tentang diri dan posisimu, itu akan jadi usaha yang sia-sia karena mereka tidak akan pernah tahu dan tidak akan berpikiran mau tahu.

Oh ya, itu belum seberapa. Yang paling parah adalah saat kau secara tidak sengaja bersentuhan dengan manusia yang luar biasa dan tambah diperparah kau ingin si manusia luar biasa mengerti kau yang biasa. Apa yang akan kau lakukan?Aku beritahu kau, kau melakukan kesalahan besar. Big Mistike, saat kau menciptakan dunia kebohongan untuk mewakili memberi pernyataan yang bahwa kau juga manusia yang luar biasa padahal pada kenyataannya kau manusia yang super biasa.

Well, Apa yang kau akan lakukan?What are you doing?

Kau akan memohon-mohon pada orang itu untuk menjadikanmu bagian dari cerita hebatnya?Berlutut dikakinya?

Ada baiknya kau menjelaskan betapa super biasanya kau sebagai manusia walau itu mungkin tidak membuatmu menjadi menarik dan kau harus siap dengan pasangan taruhan satu persen untuk menjadi bagian cerita manusia yang luar biasa. Sesakit apapun yang akan kau terima, itu adalah hal yang paling benar yang pernah kau lakukan.

Kau manusia yang superbiasa. Kau tidak menarik bahkan mungkin kau berpenyakit sehingga bisa jadi dengan melihat saja orang akan jijik. Itu hal nyata yang kau punya. Itu modalmu untuk ada dalam hidup yang sedemikian rupa. kau mungkin punya keinginan terhadap dunia tetapi bukan berarti dunia punya keinginan yang sama.

Kau tahu, kau tidak boleh pesimis.

Kau masih boleh ikut tertawa saat orang lain tertawa, kau boleh tersenyum saat orang lain tersenyum tetapi jangan terlalu berharap kau jadi bagian tawa dan senyum orang lain itu. dan kau sangat-sangat boleh tertawa, saat orang lain tertawa. Sampaikanlah walau kau manusia yang superbiasa kau juga bisa dan punya tawa walau kadang kau tidak perduli apa yang jadi bahan tertawaanmu(Saat kau sadar betapa bodohnya dirimu kau bisa tertawa).

Hal yang paling penting menjadi manusia yang superbiasa adalah kesadaranmu. Sebab apapun yang terjadi kau harus tetap bisa berdiri dengan berpijak diatas superbiasanya dirimu, kalau kau ingin bertahan hidup, terlebih lagi saat kau ingin bahagia.

Satu yang harus kau tahu: ”idak perlu menjadi manusia yang luar biasa untuk menjadi bahagia!”mungkin kau menemukan kebahagianmu saat kau menerima dirimu apa adanya. Tidak perlu menunggu orang lain bisa menerimamu, tapi cepatlah sadar bahwa kau harus bisa menerima dirimu seutuhnya.

Mimpi tetaplah mimpi, kau boleh menyimpannya dalam setiap tidurmu dan kau bisa membukanya saat kau ingin melihatnya, tetapi kau jangan tertarik untuk ada didalamnya apalagi memikirkannya menjadi nyata. Kau hanya boleh melihatnya.

Kau tidak perlu harus membangun istana untuk bahagia…

Kau tidak perlu harus didalam istana untuk bahagia.

Kalau kau mau didalam duniamu yang kecil dan sempit pun kau bisa mebangun ketenangan untuk meraih kebahagian. Kau tidak perlu harus mendengar komentar setiap orang. kau tidak harus melakukan semua apa yang dilakukan oleh banyak orang. kau tidak harus. Sungguh kau tidak harus….kau hanya harus bertahan dengan menjadi dirimu sendiri.

Jangan melukai dirimu sendiri lagi. Sudah cukup orang lain melukaimu karena kau hanya manusia Superbiasa. Jangan lukai lagi dirimu.

Cukuplah sudah apa yang kau torehkan.Jangan ditambah lagi. Walau bagaimanapun kau tidak akan pernah menjadi bagian seperti yang di inginkan oleh orang-orang itu.

Kau tidak harus memilikinya, kau hanya harus memiliki dirimu sendiri.

Berhentilah membangun pemikiran bodoh.berhentilah memikirkan hal-hal yang bodoh. Jangan melawan lagi…terhadap hal yang lebih baik kau diamkan saja.

Kau sudah lelah...sebelum kau benar-benar lelah dan tidak bisa berdiri lagi, beristirahatlah dan berhentilah untuk menjadi orang lain selain dirimu sendiri. kau harus kuat, dalam catatan sejarah orang superbiasa punya daya tahan yang luar biasa. Maka,kau harus kuat.

Kau harus kuat…

Untuk bisa bertahan dan tidak mudah tersingkirkan dalam hidup ini, kau harus kuat dalam menghadapi semua permasalahan yang ada.

(Terbentang antara April 2006 hingga May 2007. Dalam “Pengakuan Lugu” tertawa lugu, pada waktu yang menyatakan bahwa semua sudah terlampau jauh dalam kisah-kisah lalu)
Selengkapnya...

Nobel Kedokteran Tahun 2005

KOMPAS. Nobel kedokteran tahun 2005 jatuh pada Barry J Marshall dan J Robin Warren, karena membuktikan bahwa tukak lambung disebabkan bakteri Helicobacter pylori. Sempat mendapatkan penolakan dari para anggota komunitas medis, penemuan ini akhirnya merevolusi bentuk pengobatan terhadap penyakit tersebut.
Sebelumnya tukak lambung disembuhkan dengan obat yang dapat mengendalikan produksi asam lambung. Obat tersebut bekerja dengan baik sehingga tingkat keasaman diperkirakan menjadi penentu kondisi penyakit tersebut. Oleh karena itu, para pasien disarankan untuk minum susu dan makan antacid. Tapi, Warren menemukan adanya bakteri berbentuk spiral dalam sampel jaringan yang terserang tukak lambung dan kehadirannya dapat dikenali dengan munculnya radang. Warren merekrut Marshall, seorang dokter muda, kemudian mengajaknya bekerja sama di Royal Perth Hospital untuk mengisolasi bakteri tersebut. Bakteri yang mereka biakkan mirip Campylobacter, keluarga bakteri yang menyebabkan infeksi usus hewan ternak.
Percobaan yang dilakukan Marshall secara berulang-ulang untuk menumbuhkan bakteri di awal 1982 mengalami kegagalan. Meskipun demikian, saat libur Paskah ia menemukan trik yang tepat saat secara kebetulan cawan percobaan tertinggal dalam inkubator selama empat hari. Sayangnya, H. pylori ternyata tumbuh begitu lambat sehingga banyak percobaan-percobaan di awal yang sempat dianggap gagal. Bakteri tersebut juga tidak memperlihatkan sifat-sifat Campylobacter bahkan bisa dimasukkan sebagai genus baru. Marshall dan Warren berhasil menunjukkan bahwa pasien tukak lambung dapat sembuh total dengan antibiotik. Penyakit tersebut benar-benar lenyap, tidak seperti jika diobati dengan obat pengatur asam.
Sejak berhasil membuktikan kebenaran hipotesisinya, Marshall terus melakukan penelitian bersama Warren di Perth hingga memperkenalkannya ke seluruh dunia. Dalam pertemuan di Centers for Disease Control and Prevention di Atlanta, Georgia pada 1991, semua mengakui hubungan langsung antara H. pylori dengan penyakit gastritis. Sekitar 75 persen jenis penyakit tukak lambung telah terbukti disebabkan oleh H. pylori yang dapat diobati secara permanen menggunakan larutan antibiotik. Infeksi yang disebabkan bakteri biasanya dimulai sejak kanak-kanak. Seringkali, bakteri ditularkan melalui sesama anggota keluarga melalui feces atau ludah kemudian tinggal di dalam perut hingga dewasa. Jika tidak diobati, penyakit tersebut dapat menyebabkan kanker.
Selengkapnya...

Wednesday, May 16, 2007

my-pictures

teknik pembuatan desain diatas biasa dikatakan gampang. tapi, konsepnya itu loh kagak kepikiran. picture ini mencoba memberikan gambaran tentang kehidupan. yang paling aku suka sih penempatan anak kecil yang sedang bermain layang-layang itu. begitu sepi didukung oleh bentuk siluet-nya. element2 kehidupan di tampilkan dengan warna-warna yang menarik. "tree of life" aku temukan saat sedang jalan-jalan lah...!!!


Selengkapnya...

Monday, May 14, 2007

tentang kita

Misalkan ada sosok yang seperti ini di depan mata kita, cara berpakaian yang modis, cakep/cantik, posrut tubuh keren, dan berduit. Pokoke, otak kita menyimpulkan seperti ini, “sempurna banget nih orang!” dan kita kadang di kondisi tertentu langsung men-delo(lihat) diri kita sendiri(entah kenapa pada saat itu, tiba-tiba ada cermin dimana-mana) dan beruntunglah bagi yang mampu berkata seperti ini pada dirinya sendiri, “ah, masih karenan aku kok!”
Dan bagi yang biasa-biasa saja sampe tarap di bawah biasa-biasa saja, kemungkinan akan merasa minder, dan ada yang lebih extreme lagi dengan menjerit dalam hati, “oh my God, life is so unfair!”

Ya..ya…ya…

Itu contoh kasar-nya aja. Memang tidak hanya dalam kisi itu saja, dalam koridor dan ruang yang lain kita kadang sulit behenti untuk membandingkan nilai diri kita dengan orang lain. Pada saat proses kerja otak dan perasaan kita itu memberi nilai terhadap perbandingan, ada banyak keanekaragaman kesimpulan yang lahir, entah kita yang lebih baik, lebih buruk atau sejajar.

Apa sih baik dan buruknya dengan membandingkan diri kita pada orang lain?

Yah, bisa jadi motivasi. Baiki motovasi merusak maupun membangun diri sendiri. Merusak akan selalu berdampingan dengan sisi negative penilaian dan membangun akan selalu sejalan dengan gaya positif dalam memberi nilai baik pada diri sendiri maupun orang lain.

Hidup itu adil kok, saat kita terperangkap dalam penilaian buruk pada semua hal kita akan terjerumus dalam ikatan keburukan itu sendiri. Tidak ada yang buruk kok didunia ini karena semua itu bagian dari ciptaan Tuhan juga, keburukan itu kebanyakan hasil ciptaan pikiran kita atas ketidak mampuan kita mencoba memberi penilaian pada persepsi yang berbeda.

Memang surga dan neraka itu ada, kita meyakini itu. Itu bukti nyata dari keburukan VS kebaikan. Kita mungkin bisa berkata sesuatu itu layak dalam neraka atau sebaliknya, tapi apakah kita benar-benar bisa yakin sepenuhnya semua akan berakhir seperti yang kita katakan?

Kalau memang sesuatu itu masih bisa di maafkan, ya di maafkan saja. Tuhan yang menciptakan kita saja maha pengampun kok. Biasanya sih orang yang mudah memaafkan dirinya sendiri akan mudah memaafkan orang lain. Kita ini begaul dalam dunia manusia dimana semua serba jauh dari sempurna nah, kalau kita sulit untuk mentoleransi keburukan dan kekurangan orang lain, ya, sulitlah…gaul sama manusia.(gaulnya sama malaikat saja kali ya…!!!)

Temen, terhadap sesuatu yang benar-benar kita anggap dan yakini buruk, kita sebagai manusia harus bisa memahami dan memberi toleransi tapi, tidak mensetujui.

So, mungkin untuk seterusnya, kita masih akan terus memberi perbandingan-perbandingan dalam suatu penilaian. Macam-macam parameter kita untuk perbandingan tersebut. Ya, pake nilai agama lah, ya pake norma social dan hukum lah sampe pada penilaian pribadi yang tiba-tiba mampir begitu saja.

Apapun penilaian kita, pada hakikatnya itu tidak terlalu penting karena cara kita menyikapi penilaian kita itu lah yang sangat penting. Dan kita mesti ingat, diatas segalanya penilaian mutlak hanya milik Tuhan yang sama sekali tidak bisa di tawar. So, ojo sombong mas…mbak…!!! eleng gusti Allah sing kuoso...!!!
Selengkapnya...

The Boy


aku nemu gambar ini waktu lagi maen-maen, melihat ekspresi-nya aku langsung tertarik dan memberi sentuhan dikit lagi di Photoshop. keren toh...!!!
Selengkapnya...

Cumi & Gurita

Hari Jum’at, Gurita pulang dari kampus dengan terengah-engah, dia berteriak sama si Cumi, “ayo Jum’at-an!” si cumi yang asyik maen Game menoleh sekilas, “iya bentar. ini baru jam berapa sih?” Gurita menatap jam, “11. 45”

Setelah dari kamar Cumi, Gurita memasuki kamarnya dan berbaring, entah beberapa menit kemudian, Cumi datang, “ayo siap-siap, aku wudhu dulu!”

“aku begini aja, ng nganti baju. Aku mau merem dulu sebentar!”

“ada apa sih dengan kau ini? Aku pikir kau tidak kurang tidur deh, kau tidur jam 9 malam dan bangun jam setengah 7 pagi terus tidur siang setiap harinya, aneh banget!” setelah khutbah Cumi beranjak kekamar mandi.

Setelah itu, Gurita dan Cumi berangkat ke mesjid setelah ribut dulu, siap yang di bonceng dan siapa yang joki di motor.

Sampe di mesjid, sholat Jum’at sudah di mulai. Dengan gaya kacau mereka memasuki mesjid. Di dalam mesjid Gurita bertanya dengan anak kecil yang sedang tolah toleh, “sudah rakaat yang keberapa?” si anak kecil mengacungkan satu jari, dan si Gurita menyimpulkan baru rakaat pertama jadi tidak masalah.

Tapi, nyatanya, itu rakaat terakhir.

Jadi gimana ini…???

Si Cumi berdiri dan menganti jumlah rakaat jum’at-an yang kurang, tapi, tidak dengan si Gurita. Dia ragu kalo dalam jum’atan ada istilah main tambal. Si Gurita bukan tipe orang yang suka ngikut aja sesuatu yang tidak dia yakini. Akhirnya dia tidak berdiri, anak-anak kecil pada ribut, “mas sholatnya cuma satu rakaat!” waduh, nih anak sholat apa ngitung jumlah rakaat orang lain sih?

Si Gurita terduduk lemas, kacau. Jum’at-an aja selalai ini, apalagi yang lima waktunya. Dia merasa malu juga.

Terus ada pesut yang datang, “eh mesjid satunya belum mulai kayaknya, disana kan lambat!”bener juga, si Gurita menarik tangan si Cumi yang terlihat masih khusuk sok berdoa. Dia berujar, “jika satu pintu tertutup maka pintu lain terbuka!”

Gurita dan Cumi mengarahkan tujuan pada mesjid satunya yang berjarak sekitar 350 meter. Dan bener, disana masih cuap-cuap khutbah.

Dengan gaya yang anggun sang Gurita memasuki mesjid.
Hhh…akhirnya. Dapat juga sholat Jum’at dengan jumlah rakaat penuh tanpa ada tambalan yang meragukan.

“kenapa sih, aku sial banget akhir-akhir ini kalo Jum’at-an. Jum’at lalu, orang di sampingku bikin ulah, masak dia kentut. Dua point pula, nyaring dan bau!” keluh si Gurita pada Cumi.

Yang lalu, kehidupan social dan perspektif-ku yang kacau dan jungkir balik nah, setelah aku sudah mulai berhasil menatanya sekarang kehidupan religius-ku yang kacau total dan ng tahu karam separah apa. Jungkir balik, tunggang langgang lah pokoknya. Wajar di FI klo sedang ribut di Tread aku selalu di pojokin dengan pelesetan Nickname-ku, Jibril jadi Jiblis(Jibril+Iblis). Asem banget tuh orang, ntar kualat baru tahu rasa.

Kenapa sih susah banget jadi orang baik dan alim?

Aku punya predikat Ikhwan ga’ sih? Tekwan bakso kali ada. Yang aku tahu dulu aku sejalan dengan orang-orang yang alim deh, tapi kemudian? Sepertinya mereka bertambah alim, aku ya, gitu-gitu aja malah tambah parah kayaknya.

Waduh…aku sih takut mati.

Padahal aku tidak punya apa-apa yang bisa benar-benar berarti dan bisa di andalkan didunia ini, dikehidupanku ini selain Tuhanku, Agamaku.

Diatas semua kelalaian dan kelemahanku sebagai manusia, aku masih tahu betul, bahwa aku sangat cinta dengan Tuhanku, Allah SWT dan tidak akan pernah mau menduakan-Nya. Semoga aku masih terus tetap dalam naungan dan berkah-Nya. Tetap istiqomah di jalan-Nya dan juga Terus diberi kesempatan untuk memperbaiki keimanan. Amin…. Amin….!!!
Selengkapnya...

Bunda Teresa

Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan
Hanya mementingkan diri
Bagaimanapun, maafkanlah mereka
Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain
Menuduhmu punya pamrih
Bagaimanapun, berbaik hatilah
Bila engkau sukses, engkau akan mendapatkan beberapa
Teman palsu dan beberapa sahabat sejati
Bagaimanapun, jadilah sukses
Bila engkau jujur dan terbuka, mungkin saja
Orang lain akan menipumu
Bagaimanapun, jujur dan terbukalah
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun
Mungkin saja akan dihancurkan orang lain hanya dalam semalam
Bagaimanapun, bangunlah
Bila engkau mendapat ketenangan dan kebahagiaan
Mungkin saja orang lain jadi iri
Bagaimanapun, berbahagialah
Kebaikan yang kau lakukan hari ini
Mungkin saja besok sudah dilupakan orang
Bagaimanapun, berbuat baiklah
Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu
Engkau lihat
Akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan Tuhanmu
Bagimanapun ini bukan urusan antara engkau dan mereka

“BUNDA TERESA”
(puisi ini kutemukan saat baca buku "The 8th Habbits" buku-nya apikk banget, kalau dah ada waktu luang aku bakalan baca itu dengan serius sampe selesai) Selengkapnya...

Werner Heisenberg


18 Desember 1944. Dua puluhan orang mendengarkan presentasi fisikawan Jerman, Werner Heisenberg di Universitas Zurich. Pemenang Nobel Fisika itu memberikan paparan yang mengalir lancar, cepat, sambil mencoret-coret formula nyaris tanpa henti. Hanya dalam beberapa menit, papan tulis sudah penuh dengan formula. Salah satu pendengar, Morris Berg, menjadi gelisah. Dia sudah belajar bermalam-malam untuk mengikuti presentasi ini. Tetapi tetap ada sesuatu yang belum jelas baginya. Ketidakjelasan yang tidak mungkin ditanyakan. Hatinya diliputi ketidakpastian. Tangannya yang berkeringat meraba saku jaketnya, dan merasakan senjata otomatisnya di sana.



Berg adalah anggota OSS (dinas rahasia AS, pendahulu CIA). Tugasnya hari itu adalah menemukan apakah pihak Jerman sudah memiliki teknologi bom atom. Jika itu positif, maka satu-satunya cara menghentikannya adalah dengan menembak Heisenberg di situ juga, tepat di antara kedua mata cemerlangnya.



Misi jorok AS itu bukan semata keputusan para politisi. Ilmuwan sekelas Hans Bethe (yang begitu dikagumi Feynman) turut terlibat dalam upaya ini, dan bahkan mengajukan diri untuk melakukannya.



Lima tahun sebelumnya, tahun 1939, setelah banyak ilmuwan Eropa, termasuk Einstein, Fermi, Szilard, dll, bereksodus ke Inggris, dan kemudian ke AS; Heisenberg melakukan kuliah keliling di AS. Banyak rekan2nya yang mengajaknya pindah ke AS, tetapi Heisenberg menolak. Ia selalu merasa bahwa sebagai ilmuwan terkenal, ia bisa ikut andil meredam keganasan Nazi. Fermi sudah mengingatkan bahwa di Italia ia juga ilmuwan paling terkenal, tetapi fasisme tidak mungkin dilawan akal sehat. Heisenberg tetap kembali.



Kemudian Hahn dan Meitner tak sengaja menemukan teknologi membelah nuklir. Sementara pemerintah AS cuek dengan soal ini, pemerintah Jerman cepat tanggap. Ekspor Uranium dihentikan, impor Radium dilakukan besar2an, dan penyulingan air berat di Norwegia diintensifkan. Baru beberapa tahun kemudian pemerintah AS membentuk proyek Manhattan untuk membangun bom atom.



Heisenberg sempat mamaksa diri ke Kopenhagen untuk bertemu Bohr. Ini langkah yang sangat dicurigai pemerintahnya. Tapi juga dicurigai Bohr yang begitu dikagumi Heisenberg. Yang dilakukan Heisenberg adalah meminta Bohr menjadi mediator, untuk meyakinkan bahwa para ilmuwan sepakat tidak membantu pemerintah masing2 membangun bom atom. Bohr menolak, karena sangat tidak yakin akan niat Heisenberg. Apa jadinya kalau AS berhenti membuat bom atom, misalnya, tapi Jerman terus membuat? Misi pribadi Heisenberg justru dianggap sebagai misi mata-mata untuk menguji apakah pemerintah sekutu benar2 sedang membuat bom atom


Dan pemerintah sekutu pun memiliki misi tersendiri yang akan dilakukan di Zurich sini. Di sini Berg ragu. Apakah ia sedang menghadapi duta perdamaian, atau antek fasis? Tapi akhirnya ia mengambil sikap di atas ketidakpastian. Ia tidak percaya Heisenberg siap membuat bom atom.



Kebetulan ia benar. Tapi, apakah Berg benar atau salah ... hidup memang tidak harus ramah. Dan tentu, hidup memang identik dengan ketidakpastian. Terutama kalau Heisenberg dilibatkan.

Selengkapnya...

CONCEPT


Mr. Bemby mengatakan sebagai anak grafis kami harus punya buku"suci" pegangan dan yang dia maksud tidak lain tidak bukan adalah majalah CONCEPT yang tebit dwi-bulanan. harganya sekitar 50-ribu. dan aku ga pernah beli bo...taunya nebeng tok'.

dua cover CONSEPT diatas yang paling suka jadi aku upload-in aja...!!!
Selengkapnya...

Galileo

Galileo yang ini adalah wahana angkasa milik NASA. Diluncurkan tahun 1989 (tertunda 7 tahun, a.l. akibat tragedi Challenger) untuk mengamati Yupiter dan dunia di sekitarnya. Tapi ia diluncurkan ke arah Venus. Trayektorinya: gravitasi Venus akan meluncurkannya kembali ke bumi pada sudut yang tepat untuk meluncurkannya ke arah Yupiter. Judulnya VEEGA: Venus Earth Earth Gravity Assist. Tahun 1991 dia melewati bumi, saat Perang Teluk I, dan NASA harus menginformasikan ke DOD bahwa obyek asing nun di atas sana itu wahana milik NASA, bukan rudal punya Irak atau sekutunya (jika ada).Melintasi asteroid, Galileo harus membuka antena high-gainnya, yang memungkinkan transfer data dengan kecepatan 134 kb/s. Gagal. Dua buah tim segera dibentuk. Satu untuk mencoba membuka antena high-gain itu. Satu lagi untuk meneruskan misi tanpa antena high-gain. Semua harus dikerjakan dari bumi.
Tanpa antena high-gain, pada saat mencapai Yupiter, antena low-gain hanya akan mentransfer data pada rate 10 b/s, atau 1 gambar per bulan. Mereka lalu memeriksa sistem komputer yang dibawa Galileo. Komputer kuno, tentu :). Prosesornya kuno, sampai designernya sudah seluruhnya pensiun, dan harus dipanggil dari rumah untuk jadi konsultan proyek penyelamatan ini. Namun dekat hari peluncuran, pernah ada penambahan memori dua kali lipat, akibat ada kekhawatiran bahwa memori bisa rusak. Tapi memori tidak rusak, jadi bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Yang mereka lakukan: update software. Dilakukan dengan rate data rendah, pada perangkat yang tak terjangkau secara fisik. Satu kesalahan bisa melumpuhkan wahana ini. Syukurlah, tim bekerja baik dalam membuat software yang sama sekali bebas kesalahan (untuk ukuran AS, ini jarang loh). Pertama, dipasang sistem kompresi data yang lebih baik. Kedua, dimanfaatkan tape data yang tadinya akan digunakan untuk keperluan lain. Foto2 bulan Yupiter disimpan pada tape ini, dan dikirimkan perlahan, bahkan saat Galileo tidak berada di dekat bulan yang mana pun. Dengan kompresi berefisiensi tinggi dan media simpan tambahan ini, Galileo jadi dapat mengirimkan hingga 200 gambar per bulan. Tidak seoptimal tujuan awal. Tapi bisa mencapai 70%-nya. Upaya yang hebat. Sementara itu, tim yang bertugas melepas kemacetan antena high-gain menyerah.
Apa yang ditemukan Galileo? Observasi pada Yupiter dan bulan2 di sekitarnya. Pada tahun 1994, ia memotret dari jarak agak dekat, efek tabrakan komet Shoemaker-Levy 9 ke Yupiter. Tahun 2002, ia menemukan sembilan bulan kecil tambahan di sekitar Yupiter. Pada tahun 2000, ia membuat heboh karena tidak melihat kluster bintang Delta Velorium, yang mudah tampak dari belahan bumi bagian selatan. Pengamatan lebih lanjut kemudian menunjukkan bahwa kluster ini mengandung bintang ganda yang bisa saling menggerhanai. Tapi yang paling sering diamati Galileo adalah bulan yang bernama Europa
Sejak 1996, Galileo mendekati Europa delapan kali, dan mengirimkan gambar-gambar yang mendebarkan: adanya lautan cair di bawah permukaan yang membeku. Gunung2 es bergerak ke posisi2 baru sebelum membeku kembali. Dari observasi ini dan observasi tambahan lainnya, para ilmuwan memperkirakan bahwa lautan di Europa bisa saja sedalam hingga 50km. Jumlah airnya bisa lebih dari bumi. Kalau ini belum tampak luar biasa, kita ingatkan bahwa bagi bangsa2 Kaukasia, lautan terakhir yang ditemukan sebelum di Europa ini adalah lautan Pasifik, 500 tahun yang lalu. Kehidupan mungkin saja bisa ditumbuhkan di sana. Mungkin bukan sekarang, tapi ada peluang untuk itu.Dan akibatnya, Galileo harus dihancurkan. Galileo, suatu saat akan kehilangan kendali, dan ia bisa jatuh ke mana saja, termasuk ke Europa. Padahal, bisa jadi ia masih mengandung kehidupan renik yang terbawa dari bumi. Europa bisa tercemar sebelum disiapkan dengan baik. Pada 21 September 2003, perjalanan Galileo dianggap selesai. Ia dikemudikan ke arah pusat gravitasi Yupiter, masuk ke kabut bertopan di planet raksasa itu.
Bill O'Neil, project director dan salah satu arsitek kunci dalam penyelamatan misi Galileo, terang2an menyampaikan ironinya, "Galileo Galilei hanya dikenai tahanan rumah oleh Gereja atas penemuan yang diharapkan tidak benar; sementara Galileo punya kita ini dijatuhi hukuman mati oleh NASA karena penemuannya yang terbesar: prospek kehidupan di Europa."
Selengkapnya...

weirdo

Kemarin-kemarin(aku enggan mengingat persisnya kapan), dosen Fotografi-ku dengan telak mempermalukanku di depan kelas. Tidak masalah jika dari 32 foto yang tercetak dan hanya 1 yang di terima dalam proses konsultasi(aku sibuk mengucapkan mantra, “santai. Jangan berkecil hati, ini belum final. Ini baru permulaan” dan memang bukan hal itu yang kuanggap suatu masalah.

Itu loh, tentang kata weirdo, aneh. Huh, aku jadi teringat lagunya Radiohead.

Ya, di didepan seluruh penghuni kelas dan di tambah beberapa bintang tamu(yang kuhitung rasanya lebih dari 10 orang) dari luar yang kebetulan berkunjung dan di gabung di kelas pada saat itu, aku bisa ingat dengan jelas, saat dia mempelototi salah satu foto hasil jepretanku dengan eskpresi khasnya, kemudian mengacungkan foto itu ke udara, “ apaan ini?” dia memandang dengan senyum sinis keseluruh kelas, “ini hasil karya siapa?” tidak cukup hanya itu, “orang yang mem-foto ini pasti orang aneh. Saya bukan ahli phisokologi tapi saya yakin!” foto itu masih teracung, “jadi ini hasil karya siapa?” dia kembali bertanya.

Aku yang duduk paling pojok tidak menunggu orang lain saling ribut dan menuduh, tanpa beban. Full, aku mengacungkan jari. Aku pun jadi tontonan menarik di dalam kelas.

Mata dosen(Mr. Bemby, panggilan sayang khas temenku) beralih total padaku, menilai dengan penuh rasa percaya diri bahwa dia benar. Dan kemudian berkata yakin di bumbui ejekan, “jelek, tidak focus, semua hasil foto-mu kabur!” entah ada bagian apa yang lucu, aku lupa seluruh kelas di penuhi tawa(special for me) dan aku pun salah satunya, tertawa dengan nyaring.

“mental kamu boleh juga, ikut tertawa saat ditertawakan!” kata Mr. Bemby. Apapun maksud di balik kata-katanya, aku tidak mau ambil pusing.

(Mr. Bemby, dalam hidup gue nih, ada pilihan sangat jelas dalam menyikapi hidup. Pertama di tangisi, kedua di keluh-kesahkan atau diratapi, ketiga di tertawakan. Dan gue memilih cara yang ketiga.)

Nah, aku tidak mau memberi tahu secara gamblang objek apa yang aku foto itu(yang jelas tidak melanggar peraturan perundangan apalagi kitab suci, paling melanggar kode etik orang yang berpikir normal dalam versi Mr. Bemby), aku mem-potret objek itu, tidak ada maksud dan philoshofi apa-apa, tidak kepikiran apa-apa, hanya spontan begitu saja. Kenapa karena objek yang aku foto itu memberikan penilaian bagi orang lain yang akhirnya menyimpulkan aku aneh.
Bisa jadi sih, Mr. Bemby benar…

Kadang tingkah laku yang spontan itu lah cerminan diri kita yang sebenarnya…

Well, karena aku kepikiran dengan penilaian Mr. Bemby(yang sudah hidup setengah abad) untuk memuaskan diri terhadap kasus ini, aku ngontak temanku yang jurusan phisikologi, kuminta datang ke kost(sebelumnya, aku tidak pernah meminta dia memberikan penilaian apa-apa tentang komplikasi kepribadianku).

“siapa aku? Bagaimana aku? Bagaimana cara kamu menilai aku? Apakah ada sesuatu yang salah denganku? Ceritakan tentang kepribadianku…dalam sudut pandang penilaianmu!!!” wow..ku brondong dia dengan pertanyaan khasku. Kali ini, aku tidak berkomentar apapun tentang penilaian dia, kusampingkan dulu penilaian yang aku tahu tentang aku sepenuhnya.

“aku awan. Aku tidak mau memakai di siplin ilmu apapun, ini hanya pembicaraan tentang kamu yang aku tahu sebagai temanku. Entah ini bisa membantu atau tidak tentang yang ingin kau ketahui. Aku hanya ingin berbagi yang kutahu sebagai teman tidak lebih!” kesimpulannya, dia berusaha menjelaskan ketulusan dia. Awal yang bagus. Aku nyengir saja lah.

Perlukah kita tuliskan disini apa kata-kata teman baik kita itu…???

Kurasa tidak masalah, itu kan kata-kata dia bukan dari kata-kata ku loh…!!!

“kau selalu memberi jawaban umum dengan tipe pertanyaan, kau suka film apa? Music yang bagaimana? Buku yang seperti apa? Jawabanmu begini toh, ‘aku suka semua-nya yang pada saat itu aku anggap menarik’ terkesan sangat diplomatis ya. Jadi, biasanya orang menilai kau tidak punya karakter atau pendirian, tapi kalau penilaian orang itu di jajal, hasilnya tidak seperti itu. Karaktermu kuat dengan pendirian yang utuh!” (wow. Ini kita bisa sebut apa? Pujian atau singgungan?)

“tranparansi sangat kentara dari gaya berceritamu. Seperti tidak ada yang di tutup-tutupi. Tapi, benarkah seperti itu? Aku tidak terlalu yakin ada temanmu benar-benar tahu 20% saja tentang dirimu. Sepertinya terlau banyak hal yang kau sembunyikan dari orang-orang yang mengenalmu” (apakah dia ingin mengatakan bahwa aku pembohong dengan bahasa yang halus?)

“kau selalu berhasil membimbing orang lain mengenalimu seperti bagaimana kau ingin di kenali orang itu” (loh, bukankah setiap orang berhasil melakukan itu?)

“teman dekatmu berkeyakinan tidak ada rahasia dari dalam dirimu yang benar-benar penting untuk dia ketahui. Tidak ada rahasia memang kecuali rahasia itu sendiri, itu bentuk pembelaanmu terhadap dirimu” (ini terlalu berbelit)

“kau terlalu kabur, kau tidak pernah benar-benar ingin jujur, itu yang membuatmu sulit, dan ini yang membuat orang yang berbeda akan mengenali kau dengan versi yang berbeda pula!” (masa sih aku seperti itu, aku pikir itu wajar-wajar saja, bukankah ada pepatah, “dimana bumi dipijak disitu langit di junjung”)

“aku suka dengan gaya penilaianmu dalam memandang setiap permasalahan” (horee… akhirnya aku dapat pujian)

Terus karena tidak tahan, aku bertanya, “eh, aku ini orang yang aneh apah?”
Dia cengar cengir, “iya…!!!”
Waduuh…brengsek!!! Apa sih susahnya bilang :TIDAK.
“apa buktinya? Aku tidak pernah membunuh orang secara mutilasi, aku bukan phikopat!” kayaknya kalimatku ini tolol banget deh, asli dia tertawa ngakak(makin cantik aja dia klo tertawa)

“mau bukti?” dia menantang, aku mengangguk, “kenapa kau tersinggung dan memper-masalahkan kalau kau di bilang eneh?” karena aku tidak mau di bilang tambah tersinggung dengan terus mempermasalahkan ini, aku pun memilih diam.

Penilaian dia memang subjektif, aku berusaha meyakinkan itu tetapi, sebenarnya penilaian dia memang tidak murni sepenuhnya subjektif karena dia memang punya objek. Dan dia menilai berdasarkan objek.

Hhh…kita memang tidak bisa menghindar dari kejujuran dan kita tidak bisa bersembunyi terus dalam kebohongan….
Selengkapnya...

Friday, May 11, 2007

Angkringan

waduh, kemarin-kemarin ada yang ngontak aku lewat e-mail. minta di cariin data-data. maaf. maaf...klo masalah data aku juga kadang agak kerepotan. kadang menemukan bahan tulisan juga dari temen yang memberi aku data mentah. tapi, klo mo menunggu aku usahakan nanti.
terus...akhir-akhir ini, ga sempat nulis. sibuk dengan perkuliahan. yah...mo gimana lagi, kadang dosennya sangat diktator klo sudah berhubungan dengan deadline. aduh...klo ingat itu aku jadi stres. gimana ng? sudah abis uang dan tenaga banyak, desain ini-itu, ng-print ini-itu, masih aja di tolak dan berkata, "aternatif warna kurang lah, lay out ng konferhensif lah...!" ngeyel banget. pangen aku semprot, "cape tau" tapi aku ng cukup berani.
jadi sama temen-teman hanya bisa berujar dengan gaya yang khas, "ABCDE...Aduh Bo Cuapek Deh Ekee....!"
ya..ya...ya...yang jelas, satu tugas yang selalu bisa di katakan menantang sudah lewat, "Chronology Advertising making" yang lumayan bobrok dan brengsek sudah aku say good bye...(say good bye dari hongkong)
Selengkapnya...

Wednesday, May 9, 2007

Akhirnya Dilengkapi X-Ray-Detector Gate

TANJUNG REDEB(Kal-Tim, salah satu daerah tambang di Indosnesia) - Setelah menunggu cukup lama akibat proses pengadaan yang menyita waktu, Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb, kini dilengkapi dengan peralatan X-Ray maupun detector gate. Kehadiran alat tersebut sekaligus membuat lega para petugas bandara, yang selama ini hanya mengandalkan detektor metal portabel (hand metal detector) yang ditempelkan ke badan penumpang maupun barang bawaan.

Pengamatan Kaltim Post di Bandara Kalimarau kemarin menunjukkan, X-Ray merek Gilardoni yang diimpor dari Italia tersebut, diletakkan pada pintu masuk ruang keberangkatan. Selain X-Ray yang dilengkapi dua unit monitor komputer, juga ditambah satu unit detector gate. Dari 2 unit detector gate itu, salah satunya ditempatkan di pintu masuk ruang tunggu.

Petugas yang mengoperasikan X-Ray tersebut mengaku senang dengan kehadiran alat deteksi sehingga tidak lagi harus menggunakan metal detector. Meskipun alat tadi tetap digunakan dalam pemeriksaan sebelum penumpang masuk ke ruang tunggu keberangkatan.

Mereka mengaku, hanya dengan pembekalan selama dua hari, sudah mampu mengoperasikan X-Ray tersebut, termasuk mengenali sinyal bila di dalam tas atau barang bawaan terdapat barang terlarang dan berbahaya bagi penerbangan. Dua unit komputer yang terus dicermati, memperlihatkan hasil rekaman X-Ray terhadap barang milik penumpang.

Kadis Perhubungan Drs H Busairi MM mengaku bahwa X-Ray merupakan persyaratan yang harus dipenuhi bandara. Manfaatnya pun cukup besar, terutama ikut menjaga keselamatan penerbangan. Selain itu, dengan dioperasikannya X-ray tersebut, khusus bagi penumpang terusan juga bisa dilakukan pemeriksaan awal. "Yang pasti, peralatan ini sangat membantu antisipasi keselamatan penerbangan," kata Busairi.

Seorang penumpang, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Bahtiar Kelana, yang kemarin berangkat ke Tarakan menyebutkan, Kalimarau memang sudah saatnya dilengkapi alat deteksi tersebut. Dengan begitu, penumpang juga akan merasa tenang, karena barang bawaan penumpang sudah melewati pemeriksaan ketat. "Baguslah, sebagai bandara yang kian berkembang, memang harus dilengkapi peralatan keselamatan penerbangan, salah satunya X-Ray ini," kata Bahtiar sambil memerhatikan peralatan tersebut. (mps)
Selengkapnya...

Tuesday, May 8, 2007

pojokan aktivitas...!!!


Kalau tidak salah hampir sepuluh bulan yang lalu aku ada membaca buku yang berjudul “Born Blue(Terlahir Sedih)” anehnya nama penulis buku ini tidak “nangkring” dikepalaku, sementara jalan cerita dan penokohannya tidak akan pernah bisa aku lupakan(waduh, kalimat ini basi banget ya..) bagaimana tidak, karakter tokoh utama buku ini, Leshaya sangat luar biasa, kuat dan hidup. Bisa kukatakan Born Blue ini, novel dengan karakter yang paling kuat yang pernah aku baca dan rasanya nih aku pernah berjanji dengan “kawal lawas” untuk menghadiahkan novel ini padanya, uh…ntar aku cari lagi.


Ya, ya, ya…walau tidak sehandal dulu, bila ada waktu luang aku menyempatkan diri mempelototi bacaan. Dan akhir-akhir ini, aku cenderung membaca buku-buku yang ringan sekelas Teenlet macam “Being Ing, Pohon Tumbuh, Dua Kepiting Melawan Dunia” dan lain-lain, khusus yang judul yang aku sebutkan itu, ceritanya lumayan menarik dan bisa menambah wawasan karena di dalamnya ada dunia yang berbeda yang mungkin belum kita ketahui. Renyah sih tapi bisa juga membuat kita tersedak. Nah lo, OOT…!!!


Terus…terus…aku juga ada baca Orhan Pamuk, itu loh “My Name Is Red” novel pemenang Nobel sastra 2006. Mo tau kenapa novel ini menang Nobel Sastra…??? Itu loh bo…gaya berceritanya yang penuh dengan terobosan baru dalam dunia sastra, begitu orisinil dan unik juga Penuh “tabrakan” antar budaya. Lalu…??? Baca sendiri lah, pesanku jika punya banyak waktu jangan baca hanya sekali, baca berkali-kali siapa tahu dapat wangsit. Bercanda ah…


Puas dengan “Da Vinci Code” aku lanjutkan dengan membaca “Malaikat dan Setan” karena agak kecewa aku tidak melirik ke “Tembok Digital”-nya Dan Brown lalu… yah, begitu aja. Itu membuat aku sadar bahwa aku tidak terlalu suka dengan gaya penulisan Mr. Brown dalam menutup ceritanya. Masih berkaitan dengan itu, walaupun “Pangeran Berdarah Campuran” ku baca dengan melompat-lompat, aku tetap menanti buku ke-7 dari Harry Potter, aku panasaran apa yang akan di lakukan oleh JK. Rowling dalam menutup dunia khayalannya. Apakah dia akan bener-bener mengikuti jejak Agatha Cristie? Rasanya sulit bila Mr. Potter harus mengalami nasib yang sama seperti Hercule Poirot. tapi, membayang kan nanti jika JK. Rowling telah almarhum lalu ada nongol Harry Potter yang berupa lelucon, rasanya cocok aja jika buah manis dari pertualangan Mr. Potter adalah kematian. Stop segala macam prediksi ingat kang mas Tony Blair yang anti prediksi, nantikan aja Novel-nya yang bakalan menggebrak dunia di bulan Juli(ng’ tahu edisi berbahasa Indonesia-nya kapan, yang jelas agak molor dari itulah).


Udahan dengan fiksi ah, selanjutnya nonfiksi. Dulu sekali aku pernah membaca buku Konspirasi-nya Rustam Castor, tentang konflik Poso dan…mana berani aku berkomentar. Terus ada EQ-nya Daniel Goleman, buku best sellers ini tidak pernah bisa aku selesaikan dari tahun 2003. aneh toh…tapi, jika memang ingin memperkaya jiwa, buku Ching Ning Chu sangat bagus loh. Judulnya “Mental Baja Pantang Menyerah”. Btw, maklumi saja jika aku resensi sekaligus promosi.


Aku pengin menulis ini, Umar Kayam adalah penulis Indonesia yang paling “bertengger” dikepalaku, cer-pennya yang berjudul “Seribu Kunang-Kunang di Manhattan” adalah cerpen penulis Indonesia yang terbaik yang pernah aku baca. Semua kerapuhan manusia tergambar di dalam cerita yang di tulis sang maestro ini. Terus ada Helvi Tiana Rosa lewat “Ketika Mas Gagah Pergi” ini dia nih, pendobrak sastra Islam, aku mengagumi cerita ini karena Ketika Mas Gagah Pergi memberi kontribusi tersendiri bagi keimanan para muslimah kita.


Terus, apa aku suka menulis? Ya, ya, suka tapi akhir-akhir ini bila aku membaca tulisanku yang dulu-dulu, aku tertawa sendiri. Jelek semua…(mungkin karena selara sastraku semakin tinggi saja. Hehehe….). untuk sementara ini, aku vacuum dulu di dunia kepenulisan dan lebih condong ke dunia perkuliahan, Desain. Sekilas dua dunia ini beda banget tapi sebenarnya ada kemiripannya. Sama-sama penuh imaji dan tipuan….
Selengkapnya...

Monday, May 7, 2007

Kopi Mengurangi Resiko Diabetes



Kopi regular atau kopi dekaf, jika diminum teratur, dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2. Hasil penelitian ini dipaparkan dalam the American Heart Association's Scientific Sessions 2004, dan ditulis Jennifer Warner di WebMD Medical News. Alamatnya? Cari sendiri di Google. Riset yang telah dilakukan menunjukkan bahwa para wanita yang meminum empat cangkit kopi sehari, baik kopi regular maupun kopi dekaf, memiliki level suatu komponen insulin yang jauh lebih rendah (13% untuk kopi regular dan 14% untuk kopi dekaf) daripada yang tidak meminum kopi. Angka persennya mencapai 22% dan 18% untuk wanita penderita obesitas.


Komponen insulin itu namanya C-peptida. Level C-peptida yang tinggi menunjukkan bahwa tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik. Kondisi ini dinamai ketahanan insulin, yang merupakan pertanda mulai berkembangnya diabetes tipe 2.Penelitian yang dilakukan sebelumnya juga pernah menunjukkan bahwa kopi dapat mengurangi resiko terjadinya diabetes tipe 2 dan memberikan beberapa keuntungan kesehatan lainnya, namun waktu itu belum dipahami penyebabnya.
Perbedaan persentase antara kopi regular dan kopi dekaf menunjukkan bahwa kafein dan unsur lain di dalam kopi bekerja secara terpisah dalam kegiatan menurunkan ketahanan insulin ini. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengamati lebih banyak perbedaan antara kopi regular dan kopi dekaf, yang dua-duanya yummie yummie itu.

Terus, apakah aku pencinta kopi. Ya..ya…aku suka kopi tapi, minum kopi malam hari sangat aku hindari(terkecuali kalo aku memang ingin melek same pagi) karena aku sangat super sensitive dengan kopi, dikit aja aku minum, aku akan terus terjaga sampai ayam pada menjerit berkokok….
Selengkapnya...

Renzevous With....


Tanggal 5 Mei 2007, Sabtu 5 sore. Stasiun TV Indosiar menayangkan Rendevous With Lee Dong Wook. Lee Dong Wook sendiri adalah super star dari melodrama korea yang sukses yaitu “My Girl” yang juga telah di tayangkan pula di Indonesia. Lalu, apakah yang menarik dari Rendevous With bintang TV Korean ini?


Tentu saja dengan hadirnya “Olga Syahputra” yang meramaikan suasana, membuat heboh dan tidak membiarkan Rendevous ini menjadi kaku dan memberi kesan formal yang biasanya di penuhi oleh pertanyaan-pertanyaan klise. Dengan gaya yang sangat “Extravaganza” Olga mengusik Mr. Lee hingga akhir Rendevous. Penonton yang terlalu heboh membuat Host pasangan Olga, Daanish jadi terlihat repot dan sibuk mengatur para penonton sementara Olga berkomentar, “kalian seperti sedang nonton pertandingan sepak bola ya…!!!” oh ya, selain komentar Olga yang ini, ada lagi komentar Olga yang tidak kalah menariknya dimana Olga menatap Lee Dong Wook dengan kumpulan tatapan penuh nafsu, kagum, Olga berkata begini kalau tidak salah, “kenapa emak gue ng kawin sama dia(Lee Dong Wook:red) ya…?”


Yang paling menarik adalah sesi dimana Lee Dong Wook harus mempragakan atau beracting seperti adegan di salah satu episode My Girl, di sini Lee Dong Wook berpasangan dengan Yoo Rin-nya Indonesia, Olga(yang sudah siap dengan gaya pakaian ala Yoo Rin). Wow...Lee Dong Wook, terlihat amat grogi dan salah tingkah, sampai-sampai ia memegangi lututnya(yang mungkin terasa lemas) dan Mr. Lee tertawa dan memalingkan wajahnya dari sorotan kamera(sampai lupa gaya tebar pesona di depan kamera dengan gaya memperbaiki rambut yang anggun). Ini malah terkesan sangat menarik karena memperlihatkan sisi kemanusian dari Lee Dong Wook yang sekalipun seorang caleb tapi juga manusia biasa seperti kita.


Pada bagian penghujung pun Lee Dong Wook tidak di biarkan Olga tenang begitu saja, Ia datang dengan dandanan Kim Sho Yoon, dengan membawa Raket tennis. Asli, disini pun Mr. Lee di buatnya salah tingkah karena sepertinya Mr. Lee tidak tahu harus berbuat apa dan jadinya dia hanya bisa masem-masem melihat tingkahnya Olga. Waduh, yakin lah kalau saat sudah back ke Korea sekalipun Lee Dong Wook tidak akan bisa melupakan tingkah polahnya Olga dan akan menjadi moment istimewa tersendiri baginya.


Ya..ya….Rendevous ini sangat menarik dan jauh dari kesan membosankan. Dari semua Rendevous yang pernah kutonton seperti Rendevous with Miss Uneverse, Westlife, Same-Same, Jerry Yan, Siti Nurhaliza dan lain-lainnya. Rendevous With Lee Dong Wook ini lah yang paling menarik, menghibur dan mengesankan. Itu tentu saja berkat kerja kerasnya Olga.


Dan kita patut berterima kasih dengan Lee Dong Wook yang sudah mau mampir dan menghibur masyarakat Indonesia. Berterima kasih juga karena tidak “takut” untuk datang ke Indonesia(syukur banget Negara kita masih di percayai orang asing untuk di kunjungi). Saran untuk Lee Dong Wook sih, kayaknya dia harus lebih banyak belajar Bahasa Inggris jadi tidak hanya bisa berkata “thanks” aja. He..he…he…kata “Thanks” sempat yang di ucapkan Lee dong Wook special buat Olga. Dan yang kurang dari Rendevous ini ada pada penerjemaah-nya, kupingku sakit mendengar dia berbahasa Indonesia (Terima kasih lagi buat Olga, andaikata ng’ ada Olga apa jadinya Renzevous ini dengan gaya bahasa dari penerjamaah yang jauh dari kominikatif seperti itu).


Bravo Olga, dengan gaya yang sangat ekspresif menciptakan atmosfir menyenangkan dalam acara Rendevous ini dan juga Bravo Lee Dong Wook, yang terlihat tidak terganggu dengan tingkah polah Olga dan malah bisa menikmatinya tanpa harus terpaku pada Skenario.


Hampir kelupaan, aku suka dengan “D’Cinnamons”, Group Band pembuka Rendevous ini, aku sangat suka dengan karakter suara dari vokalisnya saat melantunkan lagu yang berjudul “Loving You”. Sangat khas dan bertenaga.


Oh iya, Rendevous ini membuatku ter-inspirasi. Aku jadi sangat ingin menonton Rendevous With Susilo Bambang Yudhono dengan Host Olga Syahputra. Kira-kira apa jadinya ya…???
Selengkapnya...

Saturday, May 5, 2007

Episode

Aku memulai tulisan ini dengan menarik nafas dalam dulu. Berusaha mengenali apa yang ada dalam hatiku terlebih dahulu, aku tidak tahu persis apa yang sedang terjadi tapi, aku tahu persis apa yang telah berubah. Selama ini, sungguh, aku sudah berusaha mati-matian memahami apa yang ada, memahami apa yang terjadi dan aku juga sudah berusaha mati-matian untuk bisa di terima dan menerima. Dan pada akhirnya, aku sampai pada satu titik, dimana aku menghadapi hidup ini dengan cara yang berbeda, dan resiko cara yang berbeda adalah mendapat perlakuan yang berbeda.

Aku sama sekali tidak menganggap cara hidupku yang sekarang ini adalah yang paling baik, tapi aku menganggap ini adalah suatu proses dimanaku berharap akan menjadi manusia yang lebih baik.
Ya, tak ada sama sekali yang sedang aku perlihatkan pada orang lain. Apakah aku benar-benar mencintai orang itu atau malah sebaliknya, aku lepaskan semua yang berhubugan dengan itu dan bersembunyi dalam kehidupan yang tidak ada sama sekali keperdulian dan perhatian atas orang lain. Aku sedang memilih, untuk sibuk dengan diriku sendiri.
Aku bahkan merasa agak heran dengan orang yang saling memberi perhatian, “selamat tidur, mimpi indah, makan yang teratur, hati-hati di jalan “ atau kata dan kalimat perhatian kecil atau besar di sms atau lisan langusng di ucapkan. Aku bahkan lupa, kapam terakhir kali aku mengucapkan kalimat perhatian sejenis itu.

Memang aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri, sibuk dengan ambisi dan obsesi. Bahkan hal yang paling aku takuti dari kehilangan seorang teman yang akan meninggalkanku bukan aku takut akan kesepian, tapi lebih condong dalam hal materi. Aku tidak pernah benar-benar perduli pada mereka, aku hanya perduli pada diriku sendiri. Kalau boleh jujur, aku tipe teman yang suka memamfaatkan teman sebagai tunggangan untuk mencapai tujuan. Dan hal yang sering aku katakan, “sesama temankan harus saling memfaatkan” itu bukan isapan jempol belaka.
Entah mereka tahu dan sadar hal itu atau tidak, aku sama sekali tidak terlalu memperdulikannya. Ketulusan dariku itu, seperti suatu hal yang sangat mahal. Aku sadar betul dengan hal itu, ini sangat sebanding dengan ketulusan yang kadang sangat murah kudapatkan dari orang lain.

Terus, apakah aku merasa bersalah? Sama sekali tidak. Aku tidak tahu, sehancur apa aku jika aku tidak membela diriku sendiri. Ya, aku tipe orang yang membela diri dan kepentingannya habis-habisan. Dan memang, dengan cara itu lah aku bisa bertahan hidup. Dan, apakah aku merasa tidak punya harga diri? Untuk menyelamatkan aku dari pertanyaan jujur ini, aku punya pandangan sendiri terhadap konsep harga diri.

Akhir-akhir ini, aku banyak kehilangan dan menghilang. Ada jarak antara yang lebar antara aku dan orang-orang yang berhubungan darah denganku. Dan ada dinding yang tinggi antara aku dan orang-orang yang dulu meyebutku sebagai teman.

Duniaku sekarang di penuhi dengan ketidakperdulian atas penilaian orang lain terhadap diriku. Semua serba sangat berbeda dalam duniaku yang terlihat sempit dan menyedihkan tapi, kalian yang mengenalku? Pasti masih selalu ingat caraku tersenyum dan tertawa, tidak ada yang berubah hingga saat ini.

Apa aku sedang berusaha membekukan hati? Wow…tidak, si Hatinya yang membeku dengan sendirinya dan beralih menyerahkan sepenuhnya pada sang waktu untuk bisa mencair.

Kita lihat saja, bisa sekuat dan setegar apa aku dengan semua ini. Berusaha bersikukuh dalam ketidakperdulian dan perhatian orang lain. Dengan masih berpegang dengan keculasan hati seorang manusia, memberi harga mahal dalam sebuah ketulusan dan mati-matian tegak berdiri dengan kaki sendiri. Dan berusaha untuk jujur dengan diri sendiri danTuhan, sang maha mengetahui.

Dan hidup akan tersu berjalan…Life Must Go On.(Phase 80. May 5th, 2007. 6:23 pm)
Selengkapnya...

My Memory

Pada jam-jam di atas sepuluh malam, bertahun-tahun lalu. Saat aku selalu sibuk mencari posisi tidur yang enak, dan saat itu aku masih berada di “kampung halaman”(aku tidak pernah benar-benar bisa mengerti kenapa ada istilah “kampung halaman” ya?) aku akan Request lagu “Lembayung Bali”nya Saras Dewi pada salah satu radio local, mendengarnya baik-baik untuk bisa tertidur.

Bukan apa-apa, pada saat itu aku sudah sadar, ada waktu-waktu dimana aku akan sangat merindukan teman-temanku dan pada titik tertentu aku sangat bisa menyadari bahwa mereka sangatlah berarti. Kemudian sampailah pada suatu hari, dimana aku dan mereka semua berada diwaktu yang berbeda(ingat loh, waktu Kalimantan, Makassar, Cape Town, dan Jawa selisih hitungan jam toh)dan tempat berbeda. Dan pada waktu itu, pada saat sekarang ini, saat aku teringat bagaimana kita-kita tertawa, bagaimana kita-kita melakukan hal yang dalam hati kita aku itu suatu hal yang bodoh tapi kita tetap melakukannya, atau saat aku mendengar mereka bercerita dan mereka mendengarkanku juga. Dan mengingat itu semua, aku selalu bertanya dalam hati, “apakah mereka bahagia disana?” pertanyaan apa itu ya? Tapi, aku pikir itulah hal yang paling aku ingin tahu dari mereka, karena jawabannya akan me-reflesikan kehidupan sebenarnya yang mereka jalani.

Apakah aku selalu terikat kenanganku atas mereka? Begini, jika dalam hidupmu kau merasa memiliki sesuatu yang berharga, kau akan selalu berusaha membawanya kemanapun kau pergi. Begitu toh…???

Semua orang pernah merasakan bagaimana rasanya merindukan seseorang dalam diam. Kadang juga, dalam diamlah kita banyak berbagi tentang semua kenangan. Dalam diam itu juga, aku coba menulis ini, dan lirik lagu “Lembayung Bali” dari Saras Dewi ini, aku persembahkan untuk semua teman-temanku yang selama ini, walaupun jauh tapi pernah saling mengisi dalam ruang hati dan hidup kita masing-masing.

“semoga kita semua mendapatkan arti dan makna dalam semua kenangan yang kita simpan”
Lembayung Bali
Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai memulang waktu
Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku B
ilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
oh cinta
Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita
kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
oh jingga
Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
oh mimpi
Andai ada satu cara tuk kembali
menatap agung surya-Mu
lembayung Bali
By. Saras Dewi
Selengkapnya...

Friday, May 4, 2007

Farewell to you

Well it's time to say goodbye my friend/I'm glad you stayed until the end/I hope that you've enjoyed the time we spent/Though I know that I will be back again/I don't know just how soon my friend/Until we meet again just think of me/I'll think of you

It was easier to say hello/Than to say goodbye/Now the bus is leaving once again/I bid farewell to you/Oh oh yeah…

I remember all the fun we had/And all the tears when times were bad/But you were there/when we were down and out/And I know that I will not forget/What was written and what was said/And who was there when we were not on top/Of the world

It was easier....

Yes it's time to say auf Wiedersehn/Sayonara and ciao my friend/You'll always have a place within my heart/And rock will come and rock will go/The scene will change and time will show/But still I hope that I'll be there for you/Be there for me

It was easier...
Na na na na na na....

By. White Lion
Selengkapnya...

Editt

Busyett…photo-ku(yang kutempel di awal-awal blog ini) mendapat banyak kecaman dan perhatian dari temen-temen dekat. Waduh…narsis, ga’ lulus sensor, ajang promosi, dan banyak lagi lah pendapat mereka. Sebagai warga Negara yang baik dan taat, akhirnya aku memutuskan untuk meng-editnya.Aduh…aduh….!!!! Selengkapnya...

DJokja

Djokja malam di Malioboro, di antara temaram lampu jalan yang warna warni, aku melihat objek yang aku anggap menarik. 2 pengamen waria berjalan dengan wajah penuh tawa di jalan yang bersebarangan denganku, “waria itu kok terlihat sangat bahagia ya?” sebelum temanku bersuara, aku bergumam sendiri, “mungkin karena dia dudah melewati banyak kesulitan dalam hidupnya sehingga semua masalah dianggapnya sudah tidak penting lagi!”

Temanku itu juga menatap ke para waria itu, “bisa juga karena mereka saling menemukan teman senasib, sehingga semuanya menjadi terasa enak!” menurutku ada benarnya juga kata-kata dia, sedikit banyak kehadiran seorang teman dapat merubah dunia dan cara pandang kita, sehingga semua yang ada bisa tampak berbeda.

Dan Malioboro malam itu memang terasa lain, ada bagian-bagian dari episode ini yang tak mungkin terlupakan dan menjadi kisah kenangan yang menarik. Dan seperti kebiasaanku yang kemarin-kemarin, aku memandangi langit agak lama. Takut menemukan perbedaan disana, untung saja tidak, langit masih sama seperti kemarin. Ya, langit tetap sama sekalipun aku di tempat berbeda. Untuk sementara ini, itulah hal yang paling aku tahu. (Phase 78. May 3rd, 2007. 8:26)
Selengkapnya...

Thursday, May 3, 2007

About Einstein

Nigel Calder menuding terang-terangan: gambaran Einstein di Time sebagai man of the century itu menyesatkan dan memalukan. Einstein digambarkan sebagai orang tua yang ramah, berambut kusut penuh uban, berbaju lusuh sekenanya. Padahal sang fisikawan yang menggoncangkan dunia hampir 100 tahun yang lalu itu, dan goncangannya masih terasa sekarang, adalah seorang pemuda, tegap, sok tahu, rada congkak. Yup, Einstein muda lah yang dalam satu tahun mempelopori fisika kuantum (dengan efek fotoelektrik), relativitas (yang disusul dengan teori gravitasi baru), sampai gerak Brown.
Tentu tidak ada yang salah dengan bertambah usia, asal kita tidak menjadi tua. Menjadi tua, pikiran kita dihantui oleh pengalaman yang terus bertambah, pengetahuan yang bertambah rumit bercecabang, sehingga hilanglah keberanian meneriakkan pembaharuan dengan lantang, lancang, dan sok tahu, dan hilanglah peluang untuk membuat revolusi baru.
Einstein tua adalah seorang tua. Bermusuhan dengan teori kuantum. Bikin konstanta kosmologi yang membuat orang mengabaikan fakta semesta mengembang. Dan cuma jadi dewa penjawab yang serba bijak, bukan jadi pembaharu lagi.Juga Newton. Si anak durhaka yang lekas jadi tua. Newton, siapa yang pernah mau dengar omongan pemuda tanggung itu, yang nggak pernah jelas apa yang jadi fokusnya? Tapi ada yang mau dengar. Isaac Barrow, orang tua yang benar-benar bijak, yang benar-benar mau meninggalkan posisi keprofesoran mewahnya di Cambridge untuk memberi tempat bagi si pemuda tanggung yang baru beberapa bulan lulus, dan memungkinkannya untuk membuat revolusi fisika (mekanika, optika, kalkulus, gravitasi, dll). Sayangnya Newton tua tidak mengikuti teladan yang baik ini :).
Jurnal ini bukan tipe jurnal yang bisa nulis kalimat semacam "Jadi orang-orang tua, kalau kalian benar-benar punya kebijaksanaan, mundurlah dan beri kesempatan pada orang-orang muda." Tidak menarik untuk memilih jalan hidup yang menunggu kesempatan yang diberikan orang. Tidak harus jadi Newton muda. Jadilah Einstein muda yang bisa bikin revolusi biarpun dari bagian dunia yang sunyi dan nyaris tak terdengar. Maju tanpa menunggu.Dan kelak mundurlah tanpa menunggu.
note: photo diatas photo vers Einstein masih bujangan
dan mas kuncoro, aku copy paste yo...
Selengkapnya...

Berau

Tanjung Redeb merupakan kota kecil dari kabupaten Berau. Small City(berjarak sekitar 800km dari ibukota propensi, Samarinda) dengan di apit dua sungai yang muaranya saling bertemu yakni sungai Segah dan Kelay. kota kabupaten ini tergolong kaya, dengan pendapatan per-kapita penduduk setiap tahunnya terus meningkat. Dan dilihat dari segi kependudukan, setiap tahunnya Tanjung Redeb di masuki oleh para pendatang.

Ada banyak suku yang bercampur baur tinggal di kabupaten ini, bahkan mungkin bisa di bilang miniatur-nya Indonesia. Bugis, Banjar, Toraja, Ambon, Papua, Dayak, dan tidak ketinggalan suku Jawa dan juga suku asli daerah ini yaitu suku Berau. Mereka tinggal dan berbaur, hidup bersama dan dapat bekerja sama dalam menggali usaha mata pencaharian. Dan khusus suku dayak, mereka masih hidup dengan skala tradisonal, menjalani adat yang ada, tinggal di pedesaan dan pinggiran hutan. Dan lebih bertumpu pada pertanian dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


Alamnya berau itu penuh komplikasi, dari cuaca yang memiliki panas di atas rata-rata suhu di Indonesia(walaupun belum mengalahkan hawa panas di Makassar) dan terdapat banyak pegunungan(jangan berpikir setinggi Merapi, Lawu, Merbabu atau gunung yang ada dipulau Jawa), pengunungan di Berau yang banyak itu hampir menyerupai bukit.
Nah, itu hanya pengantar lalu, apa yang istimewa dari berau? Yang dalam peta nasional belum tercamtum.


Ini berdasarkan kacamata penulis:
Tidak ada yang bisa di sembunyikan di Berau. Ketika kita memandang langit malamnya yang cerah, melihat sepotong bulan, kita akan tersenyum tertahan, apalagi saat melihat lampu warna-warni kapal-kapal barang yang bersandar di dermaga. Kita bisa ditemani kopi sesuai dengan selera kita, pahit, manis, hangat, panas, dingin(seperti halnya rasa dalam hidup) dan duduk di tebing-tebing di pinggiran sungai Segah, melihat perahu-perahu kecil (memang sih tidak mirip perahu ala Venisia), melihat riak ombak pasang surut, merasakan angin yang bertiup, menilai malam, melihat gunung yang hitam di seberang sungai.


Itu di kotanya, Tanjung Redeb, lalu, kalau di daerah perkampungannya. Memasuki kehidupan tradisional suku dayak, di tepi sungai Kelay, melihat ikan-ikan berenang melawan arus sungai yang deras, begitu segar dan hidup. Lalu ada padang rumput di seberang sungai, tidak tinggi, rata pendek dan hijau(apa aku bisa menyebutnya padang rumput di New Zealand).


Karena semua itu, aku pikir tidak ada yang bisa di sembunyikan? Karena ketika kita sampai ketempat yang kita bisa menatap permasalahan hidup dengan cerah, kita bisa memaknai kerapuhan kita sebagai manusia.
Selengkapnya...

Narziz...!!!

Pada siang yang panas di awal Agustus 2005, seorang bocah ingusan mengunjungi salah salah satu situs inernet, melihat pengumuman online dan saat si bocah menemukan namanya dari 100-an anak yang lulus, ia menemukan nama-nya(yang untuk pertama kali dalam hidupnya, menurutnya namanya itu keren). Si bocah menghentakkan kakinya dan menjerit keras(norak banget!!!), “aku lulus…aku lulus. Yes..yes…!!!” tangannya terkepal di atas kepala, penuh kebanggaan.

Ya, bocah itu lulus tes dan mendapat beasiswa penuh. Dengan jaminan pekerjaan di kemudian hari(dimana di jaman sekarang ini, itu merupakan berkah besar).

Tapi cerita belum selesai dengan hanya mendapat beasiswa pendidikan penuh, biaya hidup tiap bulannya, pekerjaan di kemudian hari, justru cerita sebenarnya barusan di mulai. Karena memulai lebih gampang daripada menjalani dan mempertahankan.

Ada masalah apa sih dalam kehidupan si bocah ingusan? Apa gambaran ini bisa di sebut masalah atau malah menjurus kearah tantangan? : si bocah ingusan berada di dunia baru yang menuntut segalanya serba baru, gaya hidup, pola pikir dan kacamata baru. Bagi si bocah ingusan ini lumayan sulit. Bagaimana tidak, si bocah ingusan anak yang berlagak sok idealis dan semua serba prinsipil.

“aku punya batasan, dan pada saat aku pikir aku perlu merubahnya, aku merubahnya…!” sekarang si bocah tidak ingusan lagi, tapi tetap masih bocah.

(dimana sih letak kedewasaan? Di semua pertanggung jawaban atas semua hal)

Lupakan Gibran dengan semua kepuitisannya, lupakan Hemingway dengan semua perumpamaannya, lupakan Bishop dengan semua tekhniknya, lupakan Shakespeare dengan semua keromantisannya, lupakan Brown dengan semua pemacu adrenalinnya, lupakan Rowling dengan semua mantra sihirnya, lupakan Cristie dengan semua misterinya, lupakan Freud dengan semua kejiwaannya, lupakan Seldom dengan semangat pembunuhnya, lupakan Khairil Anwar dengan semua semangatnya, lupakan Umar Kayam dengan semua kunang-kunangnya, lupakan Helvi Tiana Rosa dengan semangat kerohaniannya, lupakan Rumi dengan kesepian sufi-nya.

Jadi apa donk yang di ingat, yah, tentang dunia baru, misalkan tokoh dalam dunia desain (Suer, si bocah kagak ada kenal baik satu orang pun, klo liat desain yang bagus di majalah paling dia bilang, “wah bagus, keren amat” dan jangan harap dia nanya, “eh, Created Design-nya siapa?”)
Ingat saja Ching Ning Chu dengan “mental baja, pantang menyerahnya”(yang lebih enak di baca dari pada Daniel Goleman dengan EQ-nya).

Belasan bulan setelah awal Agustus 2005 itu, si bocah memang belum bisa melupakan dunianya yang dulu(sebenarnya tidak akan pernah bisa) sekalipun dia sudah menjual dirinya sepenuhnya pada nereka desain. Kadang-kadang si bocah buka-buka Teenlit(ampun, bagi sebagian teman ini menggelikan) atau melirik sekilas kearah novel-novel islam(yang sekarang terus menanjak turun secara kualitas isi cerita).

Sebenarnya sih cara terbaik untuk menjalani tidak harus melupakan yang sudah berlalu. Lebih dari itu yang merupakan suatu keharusan yaitu: harus mampu menikmati(sori, OOT alias Out Of Topic).

Memasuki bulan ke-21 di dunia barunya, awal Mei 2007. apakah si bocah tergolong cukup berhasil?

Lihat hasil-hasil karya si bocah di bawah ini(tapi, jangan di tertawakan) dia sebenarnya bisa lebih dari ini. Tapi, untuk sementara dengan semua keawamannya, ini cukup bagus. Karena ya…disini ada tetesan keringat untuk mikir dan juga anugrah Tuhan yang masih memberi kemampuan si bocah untuk berpikir.(Ini karya ketika dia masih semester 3 sekarang tentu semua sudah lebih baik karena sudah semester 4 dan karya untuk semester 4 ntar ada di Topic sendiri

...

Study : Multimedia Animasi
Tema : Interior Design
Judul : Dojo Modern
Software aplikasi : 3D Max 6
Story : durasi tugas ini klo tidak salah 3 minggu sampe 4 minggu, aku mengerjakannya dalam beberapa jam. Dan tanggapan dosen(Mr. Wisnu semua teman sekelas bahkan satu jurusan sangat suka dosen satu ini, alasannya klasik: tidak pelit nilai. Lah wajar toh, namanya aja Wisnu, klo Siwa baru dia, bakalan ancur semua nilai.), Mr. Wisnu bertanya, “loh, prabotan seperti kursi, meja pada kemana? Kok ng’ ada di buat?”
Wajah licik si bocah berkerut sedikit, “lah pak, ini kan konsepnya dojo di Jepang jadi ng Match kalo di beri kursi atau meja!” Mr. Wisnu pun mangguk-mangguk.( ayo tertawa rame-rame, si bocah sebenarnya pada saat ini tidak tahu cara membuat kursi dan meja yang bagus di 3D dan dia juga tidak punya waktu yang banyak untuk membuatnya)

Tapi, dojo modern ini dapat nilai yang bagus dari sang dosen, walaupun dia mempertanyakan ini juga, “ini tidak kamu beri lighting ya…?”“masa sih pak” kembali muka licik berhiaskan di tampang si bocah.

...

Study : Ilustrasi Digital
Tema : Poster Sosial
Judul : Hidup sehat dengan buah
Software Aplikasi :Photoshop 7 dan Corel DrawStory : gila…nih poster tekhniknya awam banget, si bocah dalam poster ini menang di bentuk to’. Dan tekhnik? Ke laut aja kali…! Tapi waktu di presentasikan di depan kelas ng ada yang nanya, ng tau kenapa. Mungkin orang-orang pada kasihan dengan ingus si bocah yang selalu keluaran kali

Selengkapnya...

M_E

Ada masa-masa di mana aku merasa sangat lelah dengan kehidupanku ini. Saat dimana mental atas pandangan optimis dan semangat hidupku menurun. Dan pada masa saat ini, jujur saja aku merasa sangat berat. Saat dimana sesuatu itu bukannya tidak ada pilihan. Ada sih memang tetapi kuanggap tidak memadai. Dan dengan segala kemampuan yang aku pikir, aku miliki aku menjalani pilihan yang aku anggap memadai.

Desain Komunikasi Visual atau orang juga kadang menyebutnya Desain Grafis, adalah istilah yang baru aku tahu 18 bulan yang lalu dan selanjutnya, merupakan modal untuk seluruh sisa hidupku. Bagaimana ya…??? Aku bukan orang yang tidak punya cita-cita dan kemudian ketika hendak kuliah asal sembarang dalam memilih jurusan, masalahnya memang tidak seperti itu. Tapi, aku tidak ingin membicarakan dalam sudut pandang yang itu.

Waktu aku masih duduk kelas 1 SMA, aku mendapat pelajaran pendidikan seni, waktu itu ada teori tentang bagaimana seni itu di nilai dan ada 2 pendapat bahwa penilaian terhadap seni itu Subjektif dan Objektif. Dan dalam ruang pikiranku yang masih kelas 1 SMA, aku berpegang pada “seni itu di nilai secara objektif” landasanku apa? Tidak adil donk apabila sesuatu itu di nilai dari kacamata pribadi yang melibatkan emosi tanpa referensi sama sekali.

Nah sekarang…ada keributan definisi Desain Grafis itu sendiri, ini seni murni atau seni gado-gado atau campuran? Aku pribadi tidak mau terlalu berurusan dengan penggolongan itu. Dan aku bertanya pada seorang pengusaha yang bergerak di bidang ini, “desain yang bagus itu desain yang bagaimana?” dan dia menjawab dengan yakin, “desain yang menjual”
“desain yang menjual itu desain yang seperti apa?” lagi, aku bersuara. Ini pertanyaanku yang sangat tolol dan tentu saja jawabannya, “desain yang bagus!”

Dan aku berpikir, ini bukan suatu hal yang bisa di pertanyakan panjang lebar karena akan mutar-mutar di situ-situ saja. Desain memang melibatkan “rasa” dan kalau sudah berbicara masalah “rasa” akan sulit dipertanyakan dan menemukan jawaban yang benar-benar memuaskan.

Pengen juga aku bertanya dengan dosen, “bagaimana cara mendapat ide yang sebrilian-briliannya dengan tempo waktu yang sesingkat-singkatnya?”
Intinya: Bagaiamana cara mendapatkan ide yang keren?

Ya…ya…ya…aku tidak jadi menanyakan itu dengan dosenku karena aku beranggapan dia tidak benar-benar tahu. Ini bisa kembali kepada yang telah memberi kita kemampuan berpikir(Tuhan) tapi masih dengan embel-embel, ya, usahalah… dan masuknya ide itu sendiri sepertinya dalam koridor pertanyaan ini, “Desain menemukan bentuk atau bentuk yang menemukan desain?” Bisa jadi keduanya toh.

Waktu masih sekolah ditingkat menengah aku merutuk setiap kali pelajaran Matematika dan waktu kemudian membuktikan bahwa Matematika mungkin lebih mudah daripada Desain. Sebab, jujur saja, aku pribadi(aku kebanyakan pake kata ini kayaknya) tidak teralu merasa lelah bila sesuatu itu menguras otak dan berhubungan dengan logika tapi, sebaliknya, aku selalu merasa mual dan mau muntah bila sesuatu itu terlalu banyak memakai rasa atau perasaan.

Dan, kuliah Desain ini, menguras banyak tenagaku, kadang aku benar-benar merasa lelah dan tidak tahu harus bagaimana lagi. Di tengah orang-orang yang terlihat lebih pintar dan professional membuat aku kadang tertawa miris. Tapi, karena aku beranggapan hanya ada satu jalan yang memadai, maka, aku siap mati dijalan itu(ha…ha..ha…ekstrim banget). Bukannya bagaimana, hanya saja saat kita berpikir hanya ada satu jalan, sekalipun itu bukan jalan yang terlalu mulus untuk dilalui, kita pasti bisa melaluinya, yah, karena memang itu saja yang kita tahu.

Lalu, ketika IP ku melambung tinggi, mungkin sebagian orang memandang itu suatu keberuntungan(aku bersyukur mereka berpikir seperti itu, itu lebih baik daripada mereka berpikir ada praktek Kolusi). Dan aku sendiri memandang prestasiku(apa kita bisa menyebutnya prestasi?) itu sebagai suatu hal gabungan dari keberuntungan dan kerja keras.

Dan dari semua kelelahanku dari semua perkuliahan desain, aku tahu, aku masih tetap bisa melaluinya dengan baik. Karena aku sudah punya modal besar. Aku sudah berdamai dengan diriku sendiri, ikhlas dan yakin itu suatu hal yang terbaik dari Tuhan untukku. Dan modalku itu, sudah lebih dari cukup untuk bersaing dengan orang pintar dan professional manapun….
Selengkapnya...

Wednesday, May 2, 2007

WE


Kayaknya, aku bener-bener terobsesi dengan Drama korea ini, lucu juga ya…ng malu apa? Target drama itu kan ABG yang “khayalan”nya masih bisa di lambung-lambungkan, sedangkan aku kan sudah anak kuliahan. Oke, aku akan buat perbedaan dengan ABG itu sekalipun sama-sama korban drama korea. Tapi, bagaimana cara membuat perbedaannya ya?

My Girl ini, di buat versi Indonesia-nya dengan memasang artis Nia Ramadhani dan Jonathan Frizzi. Anehnya, versi indonesianya ancur banget(padahal yang buat sama-sama manusia juga) terus artis yang membintangi skernario contekan ini tidak malu apah? Para artis selalu teriak , “jangan beli kaset bajakan!” sementara mereka sendiri mengkomsumsi cerita bajakan, naskah bajakan. Contekan.

Nah, masih berhubungan dengan itu, Negara kita tercinta ini, (red: Indonesia). Kalau misalkan orang-orang luar mau menuntut bisa-bisa Negara kita bangkrut dan terancam punah dalam peredarannya. Bayangkan, hampir rata-rata sinetron Indonesia yang ber-rating bagus “contekan” dari luar. “bajakan” di Indonesia sudah mulai membudaya( sama dengan praktek KKN). Barang Bajakan bisa di lihat dari celana dalam sampai sinetron, dan yang mengkomsumsi bajakan juga tidak hanya orang kelas menengah kebawah tapi juga kaum elite seperti produser, artis dan lain-lain. Contoh-nya kembali lagi ke cerita sinetron yang contekan.

Apa beda-nya bajakan dengan contekan? Ya adalah, tipis-tipis gitu. Bajakan terdengar kasar banget dan cenderung tidak merubah isi sama sekali beda dengan contekan yang masih ada di rubah walau dikit-dikit.

Persamannya apa? Orang yang melakukan itu MALAS mikir. ng mo repot.
Selengkapnya...