Monday, April 30, 2007

Igor Tamn

Yang ini kisah nyata dari Ukraina, diceritakan oleh fisikawan Rusia yang melarikan diri ke US -- George Gamow.
Igor Tamm, seorang profesor, hidup di Odessa saat Tentara Merah mulai menguasai Ukraina. Tentara Merah bukannya masuk tanpa perlawanan. Gerilyawan tradisional kossak terus menerus berkelana melakukan gangguan terhadap mereka.
Suatu saat, Tamm mengunjungi desa tetangga, membawa setengah lusin sendok perak, untuk ditukar ayam. Karena pakaiannya masih berbau kota, Tamm ditangkap gerilyawan, dan dibawa ke pimpinan gerombolan: seorang tinggi besar brewok berjanggut lebat dengan topi bulu hitam dan senapan mesin tergantung di dadanya.
"Kamu komunis sialan, mengacaukan tanah air kami Ukraina. Kamu harus mati!" teriak si pimpinan.
"Bukan," sesak Tamm, "Saya profesor di Universitas Odessa dan cuma cari bakan makanan di sini."
"Bohong! Profesor apaan!"
"Saya mengajar matematika."
"Matematika!" teriak si ataman. "Kalau gitu, coba turunkan perkiraan error yang terjadi kalau kita memotong deret MacLaurin pada suku ke n. Kalau bisa, Anda bebas. Kalau gagal, mati."
Sulit Tamm mempercayai telinganya. Itu pertanyaan salah satu cabang matematika tingkat lanjut. Sambil bergetar di bawah todongan senjata, Tamm mulai menulis, dan memberikan hasilnya pada si ataman.
"Wah betul," kata si boss itu melunak, "Anda memang profesor. Pulanglah."
Tamm hidup cukup lama, sampai memenangkan Nobel Fisika tahun 1958. Tapi siapa si boss gerombolan itu? Apa dia akhirnya terbunuh dalam deretan perang dan revolusi di Rusia, atau dia juga mengajar matematika lanjut di salah satu universitas di Ukraina? Selengkapnya...

Akhir April 2007

(watson makin cantik aja ya...garis wajahnya ng pasaran ya? sementara si Daniel ini, setiap film Harry Potter, kok, kayaknya, wajahnya berubah-ubah)


“misalkan kau punya 2 nyawa, apa yang akan kau lakukan?” suatu hari aku ditanyai itu oleh salah seiorang teman, menurutku itu pertanyaan menarik karena aku belum pernah ditanyai tentang hal itu sebelumnya dan hal itu juga belum pernah terpikirkan olehku, “apa yang akan aku lakukan semisalnya aku punya 2 nyawa?”

Aku bukan tipe orang yang suka berpikir klise dan heroik. “mau tahu apa yang terpikirkan olehku pertama kali saat aku mendengar pertanyaanmu itu!” temanku yang berwajah manis dan lugu itu mengangguk penuh semangat.

“aku akan melompat dari tempat yang paling tinggi!”

“kenapa?” mungkin dia pikir aku terobsesi bunuh diri. Aku tidak seidiot itu.
Kenapa? Alasannya: Aku bisa berenang di air, aku bisa berjalan di atas tanah, keduanya tanpa bantuan alat dan aku juga ingin bisa terbang tanpa bantuan alat. Aku bisa berenang bergaya seperti halnya ikan, aku bisa berlari bebas seperti halnya kuda, dan aku ingin terbang bebas seperti halnya burung. Air dan tanah bagian dari kita, kenapa kita tidak bisa terbang bebas diudara, padahal udara juga bagian dari kita, yang juga alam kita.

Kira-kira nanti pada tahun millennium berapa gitu, Tuhan bakalan menciptakan manusia baru dengan ada sayapnya tidak ya?(jangan dianggap serius ini pertanyaan ngelantur)

Hidup itu seperti drama ya…??? Bisa ber-ending sedih bisa juga bahagia. Nah, khusus film, aku bukan penggila Sinetron yang kuanggapan tempat manusia-manusia “lari” dari kenyataan. Liat aja tuh sinetron, waduh, menyilaukan sekalee…bukan? Jalan cerita yang mudah terbaca, konflik yang itu-itu aja, dan kalau share rating tinggi, tunggu lah sampai kita beranak cucu baru sang produser mematikan ceritanya. Kalau misalkan aku boleh memberi masukan untuk kalangan elite sinetron Indonesia, aku bakalan ngomong, “nga usah jauh-jauh, belajarlah dengan Korea” oh Shit, Korea bakalan terus melaju dengan pesat nih…!

Sebuah Movie bisa dari perwakilan dari kenyataan yang sudah ada dan bisa jadi yang akan ada, dan Movie juga bisa perwakilam dari Fantasy atau khayalan manusia. Pahitnya dari kenyataan hidup bisa kita lihat di film seperti Innocent Voice, Hotel Rwanda, Band Of Brothers, Crash, Babel, The Departed, Berbagi Suami, dan masih banyak lagi. Dan manisnya fantasy bisa dilihat di film kayak Harry Potter, X-Men, Spidey, Princess Diary dan membludak film berjenis ini lainnya. Ya, kita bisa belajar banyak dari film yang kita tonton, katanya nih film yang bagus itu, adalah kategori film, “yang menyisakan sesuatu setelah kita tonton” menyisakannya seperti apa, itu kembali kediri kita masing-masing.

Dan wow…tulisan ini jadi merambat kemana-mana dari tentang pertanyaan sampai ke dunia Movie.
Selengkapnya...

The God

All truths that are kept silent become poisonous. --F W Nietzsche

Ada waktu2 dimana tidak mudah bagi kita menentukan posisi kepala, badan, dan kaki. Sehingga semua hal tidak bisa dikatakan dan diyakini merupakan suatu hal yang jelas. Ada kalanya sesuatu itu hanya perlu dijalani, tidak perlu terlalu banyak dipertanyakan. Seperti halnya tidak perlu selalu menyalahkan untuk mengatakan sebuah kebenaran.

Kebenaranku terhadap Tuhan adalah tunggal, apa yang kita yakini sepenuhnya dalam segala macam bentuk dan rasa, dalam diam dan dalam ramai dan dalam tidur juga saat kita terjaga. Memang ada waktu di mana tidak mudah bagi kita menentukan posisi kepala, badan dan kaki tapi walau bagaimanapun kita tetap harus bisa menentukan posisi Tuhan dalam diri kita.

Terima atau tidak pada kenyataannya kita tidak pernah bisa lari dari-Nya, kita membutuhkan Dia lebih dari yang kita tahu. Memang yang paling kita tahu dalam segi ibadah kepada-Nya adalah pertimbangan tentang nilai surga dan neraka. Namun saat kita menemukan kenyamanan, kedamaian saat bersama-Nya dalam relung hati kita, kita bisa sadar, ini bukan hanya masalah surga dan neraka tapi berkaitan dengan kebahagian hakiki dalam kehidupan kita yang sekarang kita jalani.

Kita manusia sangat lemah, rapuh dan ketika kita bertumpu dengan sesama manusia, itu mungkin akan membantu tapi masih akan tetap sama rapuhnya. Dan Tuhan yang kita yakini, bisa menjadi pondasi kuat untuk menopang semua kelemahan dan kerapuhan kita. (Phase 75. April 29th, 2007. 10:05 am)
Selengkapnya...

Titik Buta

Pernah dengar yang namanya titik buta? Coba lihat gambar di atas ini. Sekarang tutup mata kiri, dan lihat baik-baik titik besar di tengah jaring itu. Pada jarak tertentu dari layar, kita bisa membuat bintang di kanan itu menghilang. Coba mau mundur pada jarak sekitar 10-15 cm, dengan terus melihat ke titik besar. Bintang bisa menghilang? Sulapan? Bukan. Itu daerah yang namanya titik buta.Sekarang, tutup mata kanan. Eh, buka dulu mata kirinya. Ntar bobo donk. Dengan mata kanan tertutup, sekarang lihat gambar bintang, dan mau mundur sampai titik di kiri itu hilang, masuk ke titik buta. Hilang? Bagus. Tapi coba lihat jaring kotak-kotak kita. Apa ada garis yang hilang? Tidak ada? Kok bisa titiknya hilang tapi garis di sekitarnya tidak hilang? Sulapan?Nanya melulu. Garis itu ada, karena sebagian jaring ada di luar titik buta, dan otak mengamatinya sebagai jaring kotak-kotak. Ada bagian yang tak terlihat sebenarnya, waktu titik hitam itu menghilang. Tapi otak kita menambahinya. Yup, otak bisa mengisi kenyataan yang kita lihat dengan yang dia pikir seharusnya ada di situ.Jadi, kalau lain kali melihat sesuatu yang ajaib atau tidak ajaib, coba tanyai dulu si otak: itu benar2 teramati oleh mata atau diciptakan otak seolah2 terlihat ada di sana?
Selengkapnya...

Are You Living In The Real World?


Apa yang sebenar-nya sedang terjadi…?

Mulanya, semua tidak seperti ada masalah, mulanya semua normal-normal saja. Ia seperti anak kebanyakan, punya kehidupan yang sangat bisa di pahami dalam kacamata umum. Dia, punya keluarga, saudara, bapak, mama, punya teman-teman. Saudara sebagai teman bermain, juga beberapa orang teman sebagai teman bermain. Punya bapak yang membesarkan dia, dan dia punya harta yang berharga berupa Mama yang sangat menyayanginya juga. Semua normal, tidak ada masalah, disayangi dan menyayangi, ada tempat untuk menyandar. Dan dia, sama sekali tidak banyak berpikir(bahkan sama sekali tidak berpikir), dia hanya merasa, hanya itu. Merasa untuk memilih menangis atau tertawa, tidak ada pilihan untuk bingung sebab bingung, bimbang hanyalah pilihan bagi orang yang sudah mampu berpikir.

Lalu, ada kenyataan lain, berlaku bagi semua manusia bahwa hidup harus berjalan. Dan kita, mulai merangkak kegaris depan, maju dan menemukan. Meninggalkan.
Fase itu sudah lewat, di wilayah ini, dia sudah sedikit mampu untuk berpikir tapi sama sekali belum mampu mempertimbangkan. Ini murni, dia adalah apa yang dia pikirkan dan bayangkan, tidak ada penilaian orang lain dalam kehidupannya. Kehidupan dan penilaian tentang dirinya penuh oleh penilaiannya sendiri. Intinya begini, dia tidak tahu mengkritik dan juga tidak bisa di kritik. Dia masih kecil, bocah ingusan dalam tahap peniruan lingkungan. Dia murni di bentuk oleh keadaan, ber-apresiasi sesuai dengan keadaan dan lingkungan yang dilihatnya.

Karakter: rapuh, manja, cengeng, penakut, lugu, jujur, selalu ingin tahu, bermoral, taat peraturan, bisa di intimidasi(sementara itu dulu)

Dan masa ini masih bergerak maju. Dia mulai sering memikirkan penilaian orang lain, terluka karena penilaian orang lain, dan berlari menghindar dari penilaian orang lain. Dan dia mulai tahu, kalau dia sangat berpotensi menjadi bahan tertawaan, itu mungkin bagian perang panjang dalam semua sisi-sisi kisahnya.

Ada sesuatu yang “hitam” terjadi di masa ini, dimana 3 adalah komunitas yang penting, dia, dia dan Tuhan. Tapi apa ya…? Bisa memang ini suatu hal yang mana di mulai babak perang baru(kalau ingin menarik kesimpulan seperti itu), tapi, apa ada yang benar-benar bisa memastikannya? Ada kalanya rahasia tetap menjadi rahasia toh.

Semua tidak mau berhenti disitu, terus maju dan mengalami perubahan. Menyadari, menyadari dan menyadari. Bahwa besok bisa jadi sesuatu yang berbeda akan terjadi lagi, bertahan dalam segala macam perubahan yang tidak masuk akal.

Dan semua menjadi bertambah berat ketika dia mulai berusaha untuk tampak hebat dan berbeda dari orang lain, dimana dia berusaha membuktikan bahwa dia ada sebagai manusia, dimana dia mulai tahu kehidupan apa dan bagaimana yang akan dianggap menarik oleh orang lain. Dan dia memilih “kehidupan” bayang-bayang yang dirancangnya untuk sebagian orang yang dia kenal. Apakah ini kesalahan? Ya tentu saja, dia sudah berlaku tidak jujur dalam hidup ini. Tapi ia sangat tahu satu hal, dia memilih, orang lain juga memilih. Semua ada pilihannya. Bagi dia, ini juga bukan hal yang mudah, sakit juga, karena orang lain tahunya dia sebatas bayang-bayang saja, bukannya nyatanya dia. Dan itu, sekali lagi, hal yang sulit.

Are You Living In The Real World…???

Butuh waktu lama untuk mendengar kejujuran darinya. Butuh waktu lama untuk dia membuka kotak kebohongannya dan memperlihatkan isinya. Dan dia harus yakin dulu, bahwa dia dan orang itu tidak terluka oleh kebohongannya, baru dia ingin membuka kotak kebohongan itu. Butuh orang yang hebat untuk bisa memanggil dia keluar dari bayang-bayang dan tampil dengan nyata dan dapat disentuh.

Hidup macam apa itu? Tapi, apa ada yang benar-benar tahu, misalkan dalam membaca sebuah cerita, kita kadang tidak benar-benar bisa mengerti dan paham apa isinya tapi kita mampu menikmatinya. Seperti itulah hidup yang sedang ia perankan. Ia permainkan.
Tuhan, Cinta, amarah, kecewa, nasib, takdir, lingkungan, keadaan. Telah mampu merubah dia menjadi orang yang sama tapi dengan nafas yang berbeda.

Menyadari dia tahu dia salah dalam hal cinta dan akan sangat sulit untuk jatuh cinta, menyadari bahwa ia harus melepaskan apa yang pernah sangat dia inginkan, menyadari bahwa dia orang yang tidak begitu “manis”, menyadari bahwa dia orang yang bisa begitu mudah merusak, menyadari bahwa dia tidak sepenuhnya hitam dan dia tidak sepenuhnya putih, menyadari bahwa dia harus mampu bersikap bijaksana, menyadari bahwa dia harus punya prinsip untuk sebuah nilai dalam hidupnya, menyadari orang yang dulunya sangat dia sayangi kini mulai terlupakan, menyadari bahwa bisa saja dia gampang berbuat kesalahan, menyadari dia harus menjadi orang yang berwawasan luas, menyadari bahwa dia harus mampu merubah apa yang seharusnya dia yakini harus dirubah, menyadari bahwa Tuhan tahu yang terbaik baginya,

Awalnya, kita membicarakan orang yang jelas, dari sikap, watak dan kehidupannya. Tapi, pada akhirnya, kita tidak benar-benar tahu “dia” itu seperti apa. Dia bisa jadi akan mendapat definisian yang berbeda dari orang yang berbeda. Dia tidak bisa sepenuhnya disalahkan, itulah dia, dia begitu karena memang seperti itu, dia hanyalah seorang pemain yang sedang menjalani perannya.

“dia” itu siapa? Mungkin “dia” itu ada pada bagian diri kita semua, sekalipun tidak sepenuhnya sama.

(Phase 73. April 27th, 2007. 9:53 pm)
Selengkapnya...

Thursday, April 26, 2007

VS

(nemu waktu maen-maen di google, keren banget toh...judulnya: Phoenix)
...
Dalam sebuah perkuliahan desain grafis dgn mata kuliah Ilustrasi Digital, pada sesi presentasi, seorang mahasiswi yang pendiam dan berwajah lugu diserang habis-habisan oleh seorang mahasiswa(yang merasa dirinya pintar berbicara). Rich(bukan nama sebenarnya) terus menerus mengangkat tangannya dalam beberapa hitungan menit dan membuat kelagapan Ellen. Rich terlihat sangat menikmati semua pertanyaan-pertanyaannya, dengan wajah penuh kebanggaan dan kemenangan, dengan sekali-sekali tertawa cekikikan melihat tampang bingung milik Ellen dan terus menerus menyerang dengan pertanyaan entah itu tentang konsep yang tidak sesuai, ilustastrasi yang kacau, kalimat yang dianggap tidak sesuai.

Pertanyaan-pertanyaan dari Rich itu tidak terlalu terpikirkan oleh Ellen, kelas mulai ramai, sang Dosen terlihat duduk dan anggun(walau sebenernya bego juga) menikmati perdebatan para mahasiswa(dalam pikirannya, “mahasiswa-ku aktif-aktif ya”). “habislah sudah karya yang ku buat dengan susah payah dan dengan penuh kebanggaan!” di balik tampang bingung milik Ellen, dia membisikkan itu.

Rich masih terlihat tertawa-tawa sambil menggoyangkan lidah dan kakinya, kemenangan sudah di tangannya, dia meyakini itu. Dan seorang mahasiswa, Zero menangacungkan tangan dan memberikan kalimat pembelaan untuk karya Ellen, dan sangat nyata sekali Rich menatap Zero dengan pandangan tidak suka karena sudah menghancurkan kesenangannya, “apanya sich yang bagus dari karya buatan Ellen?” Rich menanyakan pertanyaan tolol itu ke Zero.

Zero menjelaskan, “lepas dari kritikan anda(tidak dikatakan: yang sangat sok-sok’an), saya pikir, karya buatan Ellen memenuhi syarat desain, ada konsep, ada komposisi, ada volume, ada center of interest, dan lebih daripada itu semua, itu original hak kreatif ciptaan dia!” Rich terlihat tampak masih tidak terima, tapi, dia kayaknya segan juga, Zero bukan tipe orang yang ngomong-nya gampang di sanggah apabila di hadapan public.

Presentasi Ellen berlanjut, dan Rich sudah menutup mulut besarnya, memperbaiki sikap duduknya yang sejenak tadi memberikan kesan kekuasaan, dia tidak memandang ekspresi wajah Zero(kalaupun dia lihat, dia bakalan ng ngerti juga sich). Bagi Zero, Rich itu spesies makhluk Indonesia yang jago membuat “kelucuan” ya, seperti badut, hanya bisa di tertawakan tapi tingkahnya tidak bisa kita tirukan, karena kosong. Tidak ada isinya.


Dalam beberapa hal, memang sangat mudah melihat kekurangan orang lain daripada kelebihannya. Dan kadang saat dapat menemukan kekurangan-kekurangan itu lalu membongkarnya bisa membuat kita merasakan kepuasan dan kebanggaan sendiri. Apalagi jika kita juga sudah merasa kalau kita lebih baik dari orang itu, kita memberikan penilaian betapa hebat-nya diri kita.

Ya, namanya merusak atau menghancurkan sesuatu itu bukanlah suatu hal yang sulit, aku pribadi mengakui itu suatu hal mudah, “temukan kekurangannya, perlihatkan, permalukan, hancurkan…” aku pernah benar-benar menerapkan itu, terutama pada orang-orang yang dalam kamusku tidak begitu aku sukai. Aku dapat merusak dan menghancurkannya semudah membalik telapak tangan, ketahuilah…benar-benar tidak ada yang sulit apabila merusak.

Yang sulit itu, memperbaiki….

Butuh waktu satu kedipan mata untuk merusak dan butuh waktu bertahun-tahun untuk memulihkan kerusakan itu, ya, suatu kerusakan kecil, suatu kesalahan kecil, bisa menjadi tanggungan seumur hidup. Itu memang bukan aturan baku namun bisa saja berlaku. Kita memang tidak pernah tahu bukan?

Jika kita hanya bisa selalu melihat kesalahan, kekurangan, kemudian mengkritiknya, maka dunia kita akan dipenuhi oleh hal itu karena memang di dunia ini tidak ada yang sempurna, dan selalu ada celah untuk melihat ketidak sempurnaan itu. Tapi, kalau kita ingin melihat dari sudut pandang yang berbeda, kita juga akan pasti menemukan bahwa ada yang namanya kelebihan dan jika kita bisa bersikap bijaksana dalam sebuah penilaian aku pikir, tidak akan ada masalah. (Phase 72. April 25th, 2007. 8:41 pm)


Selengkapnya...

Wednesday, April 25, 2007

love in korean drama series "my girl"

Cara kerja cinta itu acak, tidak ada yang tahu apa dan bagaimana, tak mengenal kondisi atau situasi, semua bisa terjadi, cinta akan hadir dan datang tanpa ramalan atau perhitungan pasti. Tak ada rumusan yang jelas, bila berbicara tentang “cinta”. Dan dalam sebuah drama korea berjudul, “My Girl” dengan masih bertema yang sama yaitu cinta dan dengan mengetengahkan masalah, “cinta tetap ada sekalipun dalam kebohongan”, menjadi sebuah drama romantisme yang menarik. Tidak berat, tidak tragis, dan lebih mengarah pada komedi. Ya, kita harus berterima kasih bukan? Hidup sudah terlampau berat bila harus tetap dijejali dengan tontonan yang berat, sebab pada kenyataannya, kita butuh tertawa. Mungkin itu tidak akan menyelesaikan masalah kita yang ada tapi setidaknya kita merasa sedikit lebih baik.


Dalam melodrama My Girl ini, cinta menjadi suatu hal yang harus di tutupi dengan kebohongan. Karena adanya rasa tidak yakin, baik dengan cinta itu sendiri maupun orang yang di cintai. Juga, bagaimana cinta itu datang di tengah semua masalah dan keadaan yang tidak tepat. Gong Chan tidak terlalu yakin dengan rasa “cinta”nya pada Yoo Rin, mengingat betapa besar dulu cintanya pada Kim Sho Yun, ditambah lagi, kedatangan Yoo Rin yang mendadak dalam hidup Gong Chan, dengan suatu hal yang tidak dia duga, cinta masuk dan datang kedalam hati Gong Chan dan menggoyang posisi Kim Sho Yun.


“tidak masuk akal” itulah hal yang tertancap di dalam hati Gong Chan atas rasa cintanya pada Yu Rin, tapi, walau bagaimana pun hal itu tidak bisa di pungkiri, tidak bisa di sangkal, mengingat semua sudah berubah, baik cara pandangnya maupun rasa cintanya pada Sho Yun. Dan “cinta” sudah membuatnya menjadi orang yang berbeda.


Sedangkan di posisi Yoo Rin sendiri, ia sama sekali tidak menyangka bahwa akan menemukan “cinta dalam kematerialistisan-nya” ia yang mulanya hanya tahu masalah uang dan bayaran atas kebohongannya ternyata harus mendapat bonus berupa “bayaran atas kebohongannya atas dirinya sendiri” berupa rasa sakit atas cinta, ya, Yoo Rin juga jatuh cinta, pada orang yang dia anggap salah untuk ia cintai. Kemudian ia melakukan hal terakhir yang paling dia tahu, yaitu dia harus berpura-pura tidak tahu, dan berbohong atas ketidak tahuannya.


Sebenarnya konsep cinta sederhana saja, hanya saja akan menjadi rumit karena kita sulit menerimanya, karena kita ingin menyangkalnya, tidak ada yang salah dan benar dalam cinta yang ada hanya pilihan. Ya, kembali lagi kemasalah pilihan. Pilihan atas keinginan kita terhadap diri kita sendiri. Kedatangan cinta memang acak, dari sisi mana saja, tidak terkontrol tapi kadang, dalam beberapa hal, kita masih mampu mengendalikan apa yang kita sebut dengan cinta apabila ia datang. “Love Is Blind, Cinta itu buta” tapi, kita tidak boleh “buta” karena cinta.


Di dunia ini, di dalam hidup ini, apapun itu, ada batasan-batasannya, juga ada batasan dalam cinta. Tidak terkecuali…. (Phase 71. April 23rd, 2007. 8:45 pm)

Selengkapnya...

Monday, April 23, 2007

Republik Kalmykia

Republik Kalmykia (Калмыкия) terletak di antara sungai Volga dan Don, sebagai bagian dari Rusia. Di selatan, ia berbatasan dengan Laut Kaspia dan Daghestan. Berdimensi 423 km dari timur ke barat, kali 448 km dari selatan ke utara. Ibukotanya Elista, terletak 1836 km dari Moskva. Profil area ini sebagian besar berupa dataran. Di barat ada perbukitan Yergeninsky yang titik tertingginya 218 m. Terdapat bekas selat yang menghubungkan Laut Kaspia dan Laut Hitam, yang sekarang menjadi lembah-lembah sungai Zapadny Manich dan Vostochny Manich serta sejumlah danau dan laguna berair asin.

Bangsa Kalmyk tadinya adalah bagian dari Bangsa Mongol di bawah Jengis Khan, yang memasuki kawasan ini saat bangsa Mongolia terbelah antara pihak barat dan timur. Unik, karena akhirnya bangsa ini jadi bangsa keturunan Mongol yang tinggal di Rusia kawasan Eropa. Bangsa Kalmyk kemudian menjadi bangsa yang mandiri tapi menjaga hubungan baik dan patuh pada ketsaran Rusia. Sayangnya kemudian bangsa ini terpecah2 oleh migrasi demi migrasi. Hampir hilang kedaulatan bangsa ini. Maka pada tahun 1917 bangsa ini bergabung dengan kekuatan Bolshevik untuk menjaga eksistensi negerinya. Setelah terbentuknya Uni Soviet, Kalmykia menjadi daerah otonomi. Pemerintah Soviet menjadikan wilayah ini sebagai penghasil bahan pangan saja. Pada puncak PD-II (masa Stalin), bangsa Kalmyk dipersalahkan, ditekan, dan diusir ke Siberia. Baru boleh kembali pada masa Khrushchev tahun 1957. Setelah Soviet bubar, Kalmykia menjadi republik yang tergabung dalam Federasi Rusia.

Di negara ini cukup berkembang agama Kristen Ortodoks, Katolik, Islam, dan Buddha. Seni berkembang baik di negara ini. Cukup ajaib, mengingat alamnya lebih banyak berupa stepa :). Stepa yang luas, membentang tanpa batas, membebaskan jiwa manusia dari kungkungan kerangka palsu kemanusiaan. Orang Kalmyk lebih suka berpuisi macam ini:

When in the steppe I stand alone
With far horizons clear to view,
Ambrosia on the breezes blown
And skies above me crystal blue,
I sense my own true human height
And in eternity delight.

The obstacles to all my dreams
Now shrink, appear absurd, inept,
And nothing either is or seems
Except myself, these birds, this steppe...
What joy it is to feel all round
Wide open space that knows no bound!
Selengkapnya...

Words Part 2

  1. I can picture in my mind a world without war, a world without hate. And I can picture us attacking that world, because they'd never expect it. (Jack Handey)
  2. Never criticise somebody until you have walked a mile in their shoes. That way, they're a mile away, and you have their shoes.
  3. "They accused us of suppressing freedom of expression. This was a lie and we could not let them publish it." (Nelba Blandon, Nicaraguan Interior Ministry Director of Censorship)
  4. "It's a very sobering feeling to be up in space and realise that one's safety factor was determined by the lowest bidder on a government contract." (Alan Shepherd)
  5. "The very existence of flamethrowers proves that some time, somewhere, someone said to themselves, `You know, I want to set those people over there on fire, but I'm just not close enough to get the job done'." (George Carlin)
  6. "Never attribute to malice what can be explained by incompetence." (Hanlon)
  7. "Note that you do not need a parachute to sky-dive. You need a parachute to sky-dive twice."
  8. "I never make predictions. I never have, and I never will." (Tony Blair)
  9. "Listen-- strange women lying in ponds distributing swords is no basis for a system of government. Supreme executive power derives from a mandate from the masses, not from some farcical aquatic ceremony." (Monty Python)
  10. "The Fifth Law of Pipes: The outside diameter must exceed the inside diameter; otherwise the hole will be on the outside of the pipe."
  11. "Religion is what the common people see as true, the wise people see as false, and the rulers see as useful." (Seneca)
  12. "It's clearly a budget. It's got a lot of numbers in it." (George W. Bush)
  13. "Because that's where the money is." (Willie Sutton, explaining why he robbed banks)
  14. "Serendipity is looking for a needle in a haystack and finding the farmer's daughter." (Hans Kornberg)
  15. "Warning-- do not look directly into LASER with remaining eye."

Selengkapnya...

Cat



Kucing dan keluarganya (singa, harimau, macan) memiliki kelainan dibandingkan mamalia lainnya: mereka tidak punya ketertarikan atas rasa manis. Diperkirakan, mereka memang tidak mampu mengenali rasa manis; padahal pengenalan (dan ketertarikan) akan rasa manis digunakan mamalia untuk mendeteksi kalori suatu makanan ;). Xia Li, dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, meneliti lebih jauh ke genetika keluarga kucing. Nampaknya genetika mereka kekurangan 247 pasang gen yang disebut Tas1r2, yang mengkodekan T1R2, satu dari dua subunit protein yang membuat reseptor rasa manis di sebagian besar mamalia. Li berprasangka bahwa protein itu tadinya berfungsi pada nenek moyang para kucing, tetapi sekarang tidak lagi. Sementara itu, pasangan subunit itu, yaitu T1R3, dapat berfungsi baik.


Dari Monell juga, Joseph Brand mempertanyakan: para kucing itu jadi karnivora karena tak mengenali rasa manis, atau sebaliknya mereka mendisfungsikan gen pengenal rasa manis karena mereka jadi karnivora. Apa pun yang telah terjadi, jangan lagi menamai kucing Anda "Si Manis" -- itu bukan pujian yang menarik buat mereka.

Meowwwww.
Selengkapnya...

Cinderella

Sebuah TK ingin mengadakan pertunjukan dan “Cinderella” menjadi cerita yang akan di pertontonkan. Kisah itu pilihan baik bagi anak-anak karena dalam “Cinderella terdapat banyak peran. Dan banyak keluwesan. Jadi pengatur harus dilakukan: siapa yang ingin menjadi Cinderella, semua anak perempuan ingin menjadi sang putrid dan siapa yang ingin menjadi sang kusir, dan seterusnya. Saat anak-anak menerima peran dan mengaturnya sendiri, mereka di puji berguna dalam perannya dan dikirim ke sisi ruangan. Hingga tinggal satu anak yang tertinggal: seorang anak kecil, gendut, tak begitu suka bergaul dengan anak-anak lain dikelas malah kadang-kadang digoda anak yang berbeda. Sang guru tidak tahu menapa, tapi. Ia tidak mirip dengan yang lain. Jadi ia berkata pada anak itu, namanya Norman, “Norman, kau ingin menjadi apa?”

“yah,” kata Norman, “kurasa aku ingin menjadi babi!” mendengar itu si guru berkata, “Norman, dalam cerita Cinderella tidak ada peran babi” dan Norman berkata, “sekarang ada!”

Jai, mereka membiarkan Norman menentukan peran babi itu dalam cerita. Maksudnya, tak ada yang tahu cara memasukkan babi ke dalam kisah “Cinderella” ternyata Norman tahu persis perannya apa. Peran itu adalah salah satu figuran terbesar sepanjang sejarah.

Ide Norman adalah pergi kemanapun Cinderella pergi dan melakukan apapun yang Cinderella lakukan. Jadi Norman selalu tampil sejenis paduan suara Yunani “seperti babi” untuk setiap adengan. Norman tidak punya dialog, tapi wajah Norman mencerminkan kejadian dalam setiap drama itu. Jika keadaannya serius, maka wajahnya serius. Saat keadaan mencemaskan, ia tampak cemas. Saat keadaan meragukan ia tampak ragu. Ia mulai mengisi panggung dengan kehadirannya yang hanya dengan duduk di panggung. Pada akhir pertunjukan saat si putrid hidup berbahagia selamanua, Norman berdiri dikaki belakangnya dan menggonggong.

Dalam latihan, hal ini menyulitkan karena itu sang guru berkata, “Norman, andaipun ada babi dalam kisah ini, babi tidak bisa menggonggong” dan Norman berkata, “Babi yang ini bisa!”
Dan bisa di bayangkan dalam malam pertunjukan. Penonton berdiri bertepuk tangan pada akhir pertunjukan untuk sang babi. Norman, si babi yang menggonggong, ternyata merupakan Cinderella dalam kisah ini.

Kabar menyebar dengan cepat, orang-orang menelepon sang guru dan berkata, “kami dengar anda mengadakan pertunjukan Cinderella yang hebat. Apa istimewanya?” ia berkata, “ada babi di dalamnya malah babinya menggonggong.” Dan orang yang ada di ujung telepon lain akan berkata, “dalam cerita Cinderella tidak ada babi yang menggonggong!” dan sang guru akan berkata dengan penuh keyakinan, “sekarang ada!”

Ada yang berpendapat bahwa kisah Cinderella adalah racun karena kisah itu menceritakan wanita muda yang posisi hidupnya adalah menunggu, menunggu datangnya pangeran, menunggu sang peri baik hati. Pakaian dikenakan Cinderella akan bertuliskan “mungkin sesuatu akan terjadi”. Norman si babi yang menggonggong, adalah kisah Cinderella yang baru dan lebih bagus. Karena Norman berdiri dan menuntut tempat bagi dirinya dan citra dirinya didunia ini. Dan peri baik hati itu sesungguhnya adalah sang guru yang mengenali kebenaran yang digapai Norman dan meneguhkan tempatnya didunia ini. Inilah dongeng yang bisa di andalkan.
Selengkapnya...

Saturday, April 21, 2007

words

Jika A sama dengan sukses dalam hidup, maka A sama dengan X ditambah Y ditambah Z. X sama dengan kerja, Y sama dengan bermain, dan Z sama dengan tutup mulut.
(Albert Einstein)

Dan bukan hanya sebuah impian, melainkan kenyataan yang besar: intipan ke kehidupan yang lebih tinggi kemungkinan kemanusiaan yang lebih luas, yang dianugrahkan kepada manusia, yang ditengah-tengah kesibukan dan kebingaran kehidupan, berhenti selama empat tahun yang pendek untuk mempelajari makna hidup. (W.E.B. Dubois)

Perbedaan antara yang mustahil dan tidak mustahil terletak pada tekad sesorang. (Tommy Lasorda)

Dengan tetap mematuhi hal-hal yang tak ditakdirkan untuk kulakukan, aku kini mengerti bahwa kekuatanku adalah hasil kelemahanku, kesuksesanku adalah akibat kegagalanku, dan gayaku langsung berkaitan dengan keterbatasanku. (Billy Joel)

Bergabunglah dengan sekumpulan besar manusia yang telah menyuburkan tempat-tempat gersang dalam hidup dengan kebaikan hati. (Hellen Keller)

Kita mencintai orang lain bukan karena diri orang yang kita cintai itu, tapi karena bagaimana mereka membuat kita merasa dicintai. (Irwin Federman)

Setiap kali ada hal sulit dan menantang menimpaku, itu menandai awal era baru dalam hidupku. (Kimberly Kirberger)

Lawannya cinta bukan benci melainkan tidak perduli(Elie Wiesel)

Tak ada hal di dunia ini yang lebih kubanggakan daripada kemampuan untuk merasa, untuk bertahan hidup dan, ya, untuk memegang teguh apa yang aku cintaii dan kuyakini. (Jodie Foster)
Selengkapnya...

Wednesday, April 18, 2007

Hope



Pandora, seorang putri bangsawan di zaman Yunani Kuno, diberi hadiah berupa kotak misterius oleh para dewa yang iri akan kecantikannya. Ia diberitahu bahwa ia dilarang membuka hadiah itu. Tetapi pada suatu hari, karena di kuasai oleh rasa ingin tahu dan tergoda, Pandora mengangkat tutup kotak itu untuk mengintip kedalamnya. Begitu kotak itu terbuka, lepaslah segala siksaan hebat-penyakit, keputusasaan, penyakit gila ke dunia. Tetapi, seorang dewa yang penuh belas kasih menyuruhnya menutup kotak itu tepat pada waktunya untuk menangkap satu-satunya obat penawar yang membuat semua kesengsaraan hidup dapat di tanggulangi: HARAPAN….hope.

Mantra paling simple yang aku tahu dan selalu aku pakai setiap kali dapat kesulitan adalah, “semua akan baik-baik saja…” tetapi kadang ada pemikiran, “semua tidak akan baik bila tanpa usaha” ya, memang benar, aku mengucapkan mantra-ku itu bukan tanpa usaha, hanya saja, tanpa mantra-ku itu, usaha yang aku lakukan akan menjadi berat dan penuh beban.
Harapan, itu butuh keberanian. Konsekuensi dari berani berharap adalah kekecewaan karena memang apa-apa yang kita harapkan itu tidak sesuai dengan kenyataan tentu kita akan menelan kekecewaan. Tapi, kita juga tidak bisa berhenti berharap. Aku setuju dengan pendapat harapan juga butuh batasan. Mengingat apa yang akan kita dapatkan dengan berharap semua juga butuh perbandingan dengan parameter kenyataan yang ada. Memang perlu batasan dalam sebuah pengharapan, tapi, apabila kita pikir kita perlu merubah standar batasannya, aku pikir itu tidak masalah.
Manusia memang perlu hidup dengan harapan, tidak perduli dengan apapun yang terjadi keberanian untuk memiliki harapan harus tertanam kuat didalam hati sebab kita memang tidak pernah tahu dengan apa yang akan kita dapatkan. Harapan adalah suatu hal yang perlu dipertahankan sampai akhir, harapan yang baik mengandung doa yang tidak akan ada putusnya dan kita tidak akan pernah tahu kapan akan terkabulnya.
Hari ini, besok, atau…pada waktu kita sudah berada di dalam alam yang berbeda Tuhan akan memberikannya. Seperti halnya keburukan, kebaikan juga mempunyai nilai, kita tidak pernah tahu dari siapa dan apa kita mendapatkan dan mengetahui nilai itu.
Selengkapnya...

The Life

Bahkan, aku tidak terlalu ingat kenapa aku bisa sampai disini dan mengetahui sudah berjalan sejauh ini. Sekalipun aku sudah berusaha melupakannya tidak ada yang benar-benar bisa dilupakan. Pada titik-titik tertentu, aku kembali teringat hal-hal yang sudah jauh tertinggal di belakang. Hidupku bisa di bilang seperti runtutan sejarah yang panjang, saat aku menyabarkannya dengan hati, aku merasa lelah tapi bila aku menelaahnya dengan pikiran dan akal, cerita hidup seperti sebuah buku cerita yang sedang aku baca, aku akan mendapatkan beberapa hal dengan membacanya tidak hanya tawa tapi juga airmata.
Ada bagian dari sejarah hidup itu yang tidak akan bisa aku lupakan yang mana ketika aku memejamkan mataku, aku ingat ceritanya(tapi, aku sama sekali lupa wajahku saat itu…). Matahari sore yang tidak terlalu membakar, angin yang bertiup perlahan, dan pantulan-pantulan cahaya matahari di ujung riak ombak yang kecil-kecil, aku melangkah di atas jembatan memandangi sungai luas yang ada di hadapanku, sungai yang menganga, dimana pepohonan di seberangannya terlihat berwarna biru. Di mana ada juga pulau-pulau kecil diantara sungai luas itu. Dan kemudian menyadari bayanganku sudah lebih dari dua meter kebelakang saat aku menghadap matahari sore yang berwarna merah, aku seperti melangkah diatas angin, saat itu aku berucap, “suatu hari nanti, aku akan terbang kelangit…!” tentu, itu hanya ucapan anak ingusan yang tidak akan ada seorangpun yang akan mendengarnya.
Kemudian ada hari dimana, akhirnya aku membentang rinduku di sepanjang laut jawa, membisikkan betawa rindunya aku pada wajah-wajah yang tidak aku kenali dan aku ingin berhenti dari sandiwara yang melelahkan ini, tapi tidak bisa, aku hidup tidak hanya untukku, tapi juga untuk yang telah mengalirkan darahnya kedalam darahku, kedalam setiap sendi tubuhku…
Lagipula, kalaupun aku mampu untuk kembali, tidak ada apa-apa lagi dikampung sunyi itu, sosok yang berwajah tidak aku kenali itu sudah tidak akan berdiri di tempat itu lagi, tempat yang sama akan menjadi sangat berbeda di dalam ruang waktu yang berbeda. Masih akan ada ribuan kunang-kunang diantara pepohonan rimbun di sana itu, hanya saja pada bagian-bagian tertentu aku sudah kehilangan arti.
Memang, dalam setiap mimpi dan keinginan aku ingin kembali mundur kewaktu itu, waktu dimana aku tidak mengenali wajah itu, waktu dimana aku mengenali hidup dengan amat sederhana, tapi tidak akan pernah bisa dan pada akhirnya, aku hanya bisa menyimpan semuanya dalam ruang yang hanya bisa kupandangi tanpa bisa aku masuki…
Selengkapnya...

Saturday, April 14, 2007

Alone

Tak ada yang benar-benar bisa ditangisi kalaupun ada itu mungkin sepimu.
Kau lupa atau bahkan memang benar-benar tidak menyadari…saat kau menoleh kiri dan kanan, tidak ada apa-apa, tidak ada seorangpun disampingmu, tidak ada yang sedang
Duduk bersamamu, berbincang denganmu, tidak ada yang mengelilingmu
Kecuali sepi dan hampa yang kau sudah mulai hafal dan terbiasa bagaimana rasanya
Ya, masih ada tawa memang, tawa yang berusaha menjelaskan bahwa semua baik-baik saja. Ini sebenarnya dimulai dari masalah yang sederhana
Kau sedang melarikan diri, bersembunyi didalamnya, didalam sisi-sisi ruang yang berisikan sepi. Tak berbentuk dan kau terjebak. Pesona sepi itu mengiris-iris kecewamu, memecahkannya dalam bagian-bagian yang sejenak ingin dilupakan.
Benar…kukatakan, kau tidak pernah benar-benar ingin melupakan semua sisi bahkan sisi tergelapmu sekalipun karena tidak akan ada bentuk lagi jika ada bagian yang terhapus dan terlupakan.
Sendiri itu sampah kekecewaan dimana kau ingin lari dari semua hal yang kau anggap tak sepadan dan menipumu, mengecewakanmu...
Sendiri itu berkawankan sepi, dimana akan ditemukan hal yang kabur menjadi jelas atau bahkan bertambah kabur. Sendiri itu bisa juga disebut proses pembuangan dimana kau
Ingin membuang hal yang mulanya berarti menjadi sampah…
Sampah yang kemudian akan tercium berbau busuk. Dimana ada juga bagian dari kebusukanmu. Kebusukan yang tidak akan berarti bila bersandingkan sendiri, bukankankah seperti itu?
Ada irama didalam sepi, bisikan-bisikan malaikat sunyi
Tak akan pernah sudi meninggalkan kita sendiri, The Beatles akan bersenandung
Tentang Yesterday. Aku menatap pucuk dahan daun yang jauh
Inilah sepi yang kemudian menari…
“yesterday, all my traubles seemed so far away…”*

*lirik lagu Yesterday/The Beatles. Selengkapnya...

Friday, April 13, 2007

Runaway




entah kenapa untuk semua kota di dunia aku paling mencintai London ya...bukan karena namanya yang familiar sejak aku kecil tapi lebih dari itu. aku tidak terlalu tertarik dengan sungai saine di Paris tapi London merasakan tiupan angin di wajah saat mengarungi sungai Thames dgn kapal feri, kemudian membayangkan kehidupan pangeran saat menikmati istana Westminster(yang kini beralih fungsi menjadi gedung parlemen) tapi yang paling menarik bagiku tentunya adalah Big Ben, jam yang sangat legendaris, aku tipe orang yang menikmati cara bekerjanya waktu jadi melihat si Big Ben itu menimbulkan kesan tersendiri yang begitu mendalam. masih banyak lagi seperti Tower Bridge yang juga suatu keharusan dilihat apabila jalan-jalan ke London. Tower Bridge dan Big Ben merupakan bangunan-bangunan mempunyai daya tarik berupa tua dalam ketinggian. seperti Eifel, Pisa, Tokyo Tower. Monas...?? hhh...bisa juga, walau aku selalu bingung bagian mananya yang harus aku nikmati.
eee...ada beberapa tempat di indonesia yang juga menurutku eksotik, Bali...? ya, itu dalam kacamata umum. tapi, Afrika-nya indonesia, tahu tidak? ada padang rumput yang luas seperti Sabana Afrika di Sitobondo cari saja dalam peta letaknya di Jawa apa? disana juga bernilai eksotik dalam padang keluasannya. jln Malioboro..?? bernilai eksotik di malam hari, bagi yang belum pernah ke Paris, anggap aja itu jalan tua yang membentang di kota Paris. yah..memang sih ini penilaian subjektive-nya aku.
Selengkapnya...

Bejo dan Pak Guru Bermata Biru Dgn Rambut Keputihan

di sebuah sekolah negeri yang cukup elite, ada sebuah peraturan perundangan sekolah dimana para siswa lelaki tidak boleh mempunyai panjang rambut yang mana didepan tidak boleh menyentuh alis mata, samping tidak boleh menyentuh kuping dan belakang tidak boleh menyentuh kerah baju.
nah...peraturan perundangan ini pun diberlakukan dengan melakukan razia yang di rahasiakan detial waktunya seperti tanggal, hari, jam, detik, menit, bulan, tahun...pokoke rahasialah..nguing-nguing...operasi mendadak di lakukan.
hasil operasi yang diketuai pak guru bermata biru dan berambut keputihan berhasil menjaring 10 siswa yang di anggap melanggar peraturan perundangan. dan 10 siswa tersebut di bariskan berjejer di ruang BP dan akan menerima hukuman berupa:
1. surat teguran dan pemberitahuan terhadap orang tua(STPTOU)
2. dibotakin ditempat...
dan seperti halnya pemimpin militer, pak guru bermata biru dan berambut keputihan itu mondar-mandir berjalan dengan tegas dihadapan para siswa yang ketakutan dgn kepala bakalan sehingga mereka berbaris rapi(berharap karena kali ini patuh berbaris hukuman akan dikurangi)
sang guru berkata nyaring, bergema diseluruh ruangan, "siapa dari kalian yang bisa menjawab satu pertanyaan saya ini akan lolos dari jeratan peraturan perundangan!" mulut para siswa komat-kamit, "SATU PERTANYAAN SAJA LOH...!" pak guru bermata biru itu sudah sangat yakin tidak ada yang mampu menjawab pertanyaan ini, dan kebotakan akan menjadi milik 10 siswanya itu. dia akan menanyakan hal yang secara garis besar di benci para siswa, pertanyaan hitungan matematik.
"Berapa jumlah keseluruhan rambutmu secara keseluruhan...?!" Pak guru mengulangi pertanyaannya itupada setiap siswa yang dilewatinya, satu persatu. 9 siswa sudah terlewati dan bejo adalah siswa ke-10 yang belum ditanyai hal itu.
"jo, berapa jumlah keseluruhan rambut kamu..?" dalam hati pak guru menertawakan wajah tolol Bejo yang sedang berpikir.
"SEJUTA SERATUS SEMBILAN PULUH RIBU SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH SEMBILAN...!!" Pak guru bermata biru dengan rambut sedikit keputihan merasa telinganya sakit mendengar jawaban nyaring Bejo. "Dari mana kamu tahu jumlah rambutmu sebanyak itu? kamu sudah menghitungnya..?" dengan agak kesal pak guru bertanya.
tapi, kemenangan ada di pihak Bejo.
"HANYA ADA SATU PERTANYAAN PAK, TIDAK ADA PERTANYAAN KE-DUA!"
dan bejo pun lolos dari jeratan perundangan tentang rambut tersebut...
Selengkapnya...

Silence Of Hero

kalau misalkan perang ide, tidak bisa dipungkiri ada campur tangajn Tuhan. misalkan pada kuliah desain grafiss barusan. satu jam berpikir dan harus sudah bisa menentukan topic dan aku beranggapan itu pemerkosaan otak. "Kronologi Advertising making Dalam Perencanaan" adalah tugas pertama yang harus diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan. dan dosennya...?? aku sulit untuk memberi penilaian yang cukup jelas. hanya satu yang paling aku tahu, aku sama sekali tidak bisa membaca jalan pikirannya. Dia manusia yang sangat langka, aku akui, spesies langka dalam zaman seperti ini, aku bukan anak pshikologi yang bisa membaca komplikasi kepribadiaan dosenku itu tapi, sebagai mahasiswanya, aku lumayan kagum dengan dosen satu itu. strong, ambisius, angkuh dan selanjutnya dia akan menjadi bayang-bayang dalam kehidupanku yang tidak akan benar-benar bisa aku lupakan.
...
lihat poster diatas, hero uyang kesepian dan menampakkan sisi kemanusiannya yang rapuh, aku sangat menyukai desainnya dan aku memberinya 5 bintang. he...he...he...biasanya aku sangat pelit loh..
dan dalam semua hal yang aku anggap sebagai kesibukan, ternyata tetap ada "sampingan" yang tidak pernah bisa aku duga. aku bertemu orang yang mempunyai cerita lika-liku yang panjang denganku. terakhir aku bertemu dengan orang itu sekitar 4 tahun lalu. saat aku berhadapannya dengannya, perutku terasa mual dan aku berusaha tidak memperlihatkan apa-apa. orang itu pernah menjungkir balikkan orang yang aku sayangi pada kisah di masa lalu. aku tidak pernah benar-benar ingin menterjemaahkan perasaanku tetapi, aku masih tetap menyimpan rasa ketidaksukaan terhadapnya, memang aku merasa tidak adil padanya padahal kami semua tahu bahwa kami semua yang terlibat dalam sejarah panjang itu, telah hancur berantakan dalam masalah perasaan, berusaha menata ulang hati dan melupakan luka masing-masing. dan Tuhan, pada sebuah episode mempertemukan aku kembali lagi dengan orang itu, orang yang selalu ingin aku hindari. Tuhan mungkin menginginkan agar aku lebih bijak dalam menyikapi sesama manusia yang sekalipun sikapnya dalam kamus prinsipku tidak akan pernah bisa aku toleransi. tapi, ya, benar, Tuhan selalu punya rencana. dan aku tidak pernah punya kuasa untuk menolak rencana darinya....
Selengkapnya...

Thursday, April 12, 2007

Petani & Burung Layang-layang

suatu sore yang indah, seorang petani sedang mencangkul ladangnya. saat sedang asyik-asyiknya mencangkul ladang tuh si petani dgn sesekali mengelap keringatan(pernah liat keringat petani yang sedang mencangkul ng'..?" gede-gede bo...). seekor burung layang-layang tiba-tiba menukik turun. cittt...ngerem agak tidak mencium tanah cangkulan petani(tapi, dengan rem yang lebih canggih dari mobil terhebat manapun). saat hinggap ditanah, si burung layang-layang tiduran dan menelentangkan badannya. kedua kaki kurusnya teracung keatas langit.
sang petani yang melihat ulah si burung layang-layang menghentikan kegiatannya, mengacuhkan keringat didahinya dan bertanya pada si burung layang-layang, "hei burung, apa yang sedang kau lakukan...!"
mata bundar agak sipit burung layang-layang melirik sejenak kaerah petani, kemudian kembali focus menatap langit, "kudengar langit hari ini runtuh jadi, aku ingin menyangganya dengan kakiku...!"
"Hua...ha...ha...wkakk..kaa...kaaa...!!!" walau keringetan si petani masih bisa tertawa lebih keras dari usahanya mencangkul tanah tadi, "kalupun memang benar langit hari ini akan runtuh, memangnya apa yang bisa disangga dan dilakukan oleh kaki kecilmu itu?" nada meremehkan sangat kental dari kalimat sang petani.
kali ini, si burung layang-layang tidak hanya melirik tapi menatap lama dan dalam pada si petani. dengan mulut runcingnya ia berkata dengan agak keras, nyaring, penuh keyakinan, penuh kebanggaan karena mempunyai pengetahuan dan nusansa keyakinan dari dalam dirinya, "BUKANKAH KITA HARUS MELAKUKAN APA SAJA YANG KITA BISA DIMANAPUN KITA BERADA....??"
petani itu melongo...dalam hati mungkin ia berkata, "bener juga ya...!!!"
di ambil dari buku "chicken soap for soal" dgn perubahan. Selengkapnya...

One Art

One Art

The art of losing isn’t hard to master
So many things seem filled with the intent
To be lost that their loss is no disaster

Lose something every day. Accept the fluster
Of lost door keys, the hour badly spent
The art of losing isn’t hard to master

Then practice losing father, losing faster
Places, and names, and where it was you meant
To travel. None of these will bring disaster

I lost my mother,s watch. And look! My last, or
Next-to-last, of there loved houses went.
The art of losing isn’t hard to master

I lost two cities, lovely ones. And, vaster,
Some realms I owned , two rivers, a continent.
I miss them, but it wasn’t a disaster.

- -Even losing you (the joking voice, a gresture
I love) I shouldn’t/shan’t have lied. It’s eveident
The art of losing’s not too hard to master
Though it may look like (write it!) like disaster.

By. Elizabeth Bishop

Aku benar-benar suka puisi ini, tapi bila terjadi padaku, aku belum tentu benar-benar menyukainya. Bishop memberi gambaran dalam sudut pandang yang aku suka.
"i lost two cities, lovely ones. and, vaster. some realms i owned, two rivers, a continent" ini bait yang paling aku suka. kadang aku membaca puisi ini dengan sangat berlahan...menikmati semua kata-katanya. dan ee..aku jadi teringat lirik lagu "White Lion" yang judulnya Firewall To You, "it's easy to say hello than say good bye..!"
Aku juga akhir-akhirn ini seirng teringat beberapa orang yang dulu pernah mampir dalam ruang kehidupanku. ya, aku ingat mereka, beberapanya kadang bikin aku kangen dan aku juga bertanya-tanya dalam hati, "apa mereka juga ingat aku ya...?" tapi, untuk apa aku menanyakan itu karena hanya akan mengacu pada yang sifatnya material. menurutku "mengingat" dan "merindukan" seseorang juga butuh ketulusan. tak perduli apakah orang itu juga mengenangmu atau tidak, saat kau ingin "mengenang"nya ya...kenang saja..mungkin itu aka membuatmu menangis tapi kalau kau bisa menikmati nikmatnya tersenyum dan tertawa, kau juga harusnya bisa menikmati proses jatuhnya airmata karena luka...
Selengkapnya...

Wednesday, April 11, 2007

Final Artwork part 001

Tema : Cover majalah/Animejudul: The Strong Man
finally, inilah hasil desain "cover majalah" pada mata kuliah komputer grafis. tugas ini yang pertama. dan aku lumayan suka, aku anggap hasil pekerjaan awalku cukup bagus walau dengan konsep sederhana, aku suka. aku suka keselarasan bentuk background dan objek, aku suka pencampuran warna yang ada pada "cover" yang aku buat tersebut. hmmm...semoga saja dapat bagus dari dosen ya..ya...ya...
oh ya, software aplikasi yang aku gunakan make Photoshop, biasanya seh aku pake double dgn Corel Draw juga tapi, kali ini murni Photoshop.
dan hari ini, karena di kampusnya dari jam 8 sampe 4 sore, walau ada istirahatnya, aku ga balik ke kost. aku malas bergerak didepan meja komputer di dalam lab. jam istirahat tadi teman satu jurusan dari kelas satunya mampir, jadi lumayan rame.
aku pikir, hari ini cukup aneh.
dari kemarin-kemarin, aku rindu kampung halaman. lucu juga...padahal kalaupun aku sudah berada disana belum tentu aku benar-benar menginginkan keberadaanku disana itu. seperti sebelum-sebelumnya, ada baiknya kita menanyakan kembali keinginan kita? apakah benar-benar kita menginginkan hal tersebut atau hanya emosi sesaat? he..he..he..
Selengkapnya...

Day After Days




minggu, tanggal 1 April 2007. aku arep neng solo, itu sih ke "tawangmangun" liat air terjun "Grojokan Sewu" walah...nyampe disana setelah lewat jalan yg kayak ular trus sampe diatas alamak...HUJAn. kami pun menyewa payung Rp. 3000. aku pikir, akan sepi tuh tempat wisata nyata ne' tetap rame dgn payung warna-warni. uh...cape bo' naik turun tangga waktu datangi tuh si "Grojokan Sewu". 5 orang temanku karena takut tergelincir nekat jadi make gaya "Ndeso" dengan melepas sepatu dan telanjang kaki ria...

Solo...nah, waktu ke tawang mangu itu kan lewat Solo dan Solo...wow..aku suka kota itu, jalanannya lebar dan aku mulai ribut dengan berteriak dalam hati, "Solo mirip London, ya...!' tapi, hanya dalam hati saja karena akan banyak orang yang tidak akan setuju bila aku mengatkan itu. eh, aku juga suka dengan Kereta Api yang melintas pada saat itu di pinggiran jalan Solo.

Tidak hanya it, mulai tempat kostku di kawasan Sleman menuju City of Solo, ada banyak pemandangan indah yang aku pikir KEREN abis. bagi orang lain itu mungkin tidak seberapa tapi bagi aku pribadi itu suatu hal yang wow....bayak padang-padang yang aku lewati...dan aku terus ribut dengan diri sediri "horee aku melihat padang seperti sabana Afrika" atau aku juga ketemu dengan padang yang berwarna kuning "Bliss" abis....!
Selengkapnya...

Tuesday, April 10, 2007

my job


salah satu desain yang aku buat untuk tugas komputer grafiss...bagiku, menarik, aku suka keselarasan warnanya.
"kita tidak pernah tahu apa yang akan kita dapatkan...(Forrest Gump)" nah, aku lumayan setuju dengan pendapat tersebut. banyak hal yang memang tidak pernah bisa kita duga. misalkan saja, kapan ya, aku jatuh cinta lagi...??? memang hidupku sekarang sudah lumayan naik 90 derajat bila kemarin-kemarin aku, hidupku amblas dan jungkir balik 180 derajat. tapi, memang aku akui untuk bisa bangkit dan kembali kita hanya butuh kesempatan dan mau berdamai pada diri sendiri juga pada...Tuhan.
memang, ada banyak hal didunia ini, yang sering aku tanyakan dan masih belum bisa aku mengerti, tapi aku tidak mau terlalu ngotot seperti dahulu. akan ada saatnya dimana mungkin aku akan bisa mengerti dengan segala yang ada dan terjadi padaku. bahagia? ya, aku sangat ingin bahagia...aku ingin menemukannya, tapi sepertinya aku akan sulit mencarinya diluar sana sebabg mungkin pada hakikatnya semua datang dari dalam diri sendiri. dari kelapangan hati kale ya....
Selengkapnya...

Monday, April 9, 2007

jibril-ku

tanggal April 9th, 2007. proklamasi blognya aku...dan aku akan rajin memikirkan apa-apa hal yang ingin aku tulis didalam blogku. entah itu tentang hidup, tentang hobby ataupun tentang hal yang sangat aku sukai saat ini yaitu sinema. apapun yang nantinya ingin aku tulis aku tulis aku berharap ada mamfaatnya bagi aku pribadi maupun makhluk "MArs" yang kebetulan mampir di blogku ini... Selengkapnya...